Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kejagung Tak Banding atas Vonis 1,5 Tahun Penjara Bharada E, Jampidum: Inkracht-lah Putusan Ini
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri
30/Okt/2026
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kejagung Tak Banding atas Vonis 1,5 Tahun Penjara Bharada E, Jampidum: Inkracht-lah Putusan Ini

"Kata Maaf Adalah yang Tertinggi dalam Putusan Hukum"

Oleh: redaksi Terbit: 16/Feb/2023
Konferensi pers Kejaksaan Agung soal vonis Ferdy Sambo dan Richard Eliezer, Kamis (16/2/2023). [Foto: ist]

NewsNow.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan tidak mengajukan banding atas vonis 1,5 tahun penjara terhadap Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana membenarkan hal tersebut. “Kemarin saya mendengar kuasa hukum daripada Richard Eliezer Pudihang Lumiu tidak menyatakan banding, maka kami tidak banding. Inkracht-lah putusan ini, sehingga mempunyai kekuatan hukum tetap,” tuturnya dalam konferensi pers, Kamis (16/02/2023).

Menurutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati penuh putusan yang disampaikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dinilai telah memberikan keadilan substantif yang dapat diterima masyarakat.

Lihat Juga |  Gadai Emas di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir

Selain itu, lanjutnya, keputusan tidak banding juga sebab orangtua almarhum Brigadir J telah memaafkan Bharada E yang menjadi saksi pelaku atau justice collaborator dalam mengungkap peristiwa sebenarnya.

“Dalam hukum manapun, hukum nasional, maupun hukum agama termasuk hukum adat, kata maaf itu adalah yang tertinggi dalam putusan hukum. Berarti ada keikhlasan daripada orangtuanya,” jelasnya.

Vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Bharada E ditetapkan dalam sidang putusan, Rabu (15/02) di PN Jakarta Selatan. Hukuman itu jauh lebih ringan daripada tuntunan jaksa yang menginginkan Bharada E dipidana penjara 12 tahun.

Richard dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam sidang putusan, hakim menyebut ada beberapa hal yang meringankan vonis terhadap Richard Eliezer termasuk pihak keluarga Brigadir J yang telah memaafkannya.

Lihat Juga |  Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB), Gelar Aksi Damai Tolak Intimidasi dan Kriminalisasi

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa adalah saksi pelaku yang bekerjasama, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa masih muda dan diharapkan mampu memperbaiki perbuatannya kelak di kemudian hari, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, keluarga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat telah memaafkan perbuatan terdakwa,” urai hakim, Rabu.

Sementara hal yang memberatkan, kata hakim, Richard ikut terlibat pembunuhan Yosua meski memiliki hubungan yang akrab dengan korban.

Dalam kasus tindak pidana pembunuhan berencana itu, Ferdy Sambo dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati. Sementara istri eks Kadiv Propam Polri itu, Putri Candrawathi dengan hukuman 20 tahun penjara.

Selain itu, Kuat Ma’ruf sopir keluarga Sambo divonis 15 tahun penjara dan Ricky Rizal selaku ajudan dengan hukuman 13 tahun penjara.

Lihat Juga |  Heran Kepala BP Batam Mau Naikkan Tarif Air Padahal Sudah Untung, Presdir ATB: Tingkatkan Dulu Pelayanan!

Keempat terdakwa tersebut, divonis hukuman lebih berat dibanding tuntutan jaksa. Hanya Richard terdakwa yang divonis lebih rendah dalam kasus Brigadir J. (*)

Baca Juga

Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

redaksi 16/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?