Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Oleh: Editor Terbit: 11/Jun/2026
Polisi mengevalkuasi jenazah anak SMP yang ditemukan tewas gantung diri.

NewsNow.Id, Batam – Warga Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pelajar SMP, Kamis (11/6) pagi. Samuel Hasibuan, siswa kelas IX SMP Negeri di Nongsa, ditemukan tewas tergantung di kamar lantai atas rumahnya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban. Sebelumnya, keluarga sempat mencari keberadaan Samuel karena tidak berada di tempat tidur dan tidak dapat dihubungi.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, menjelaskan sekitar pukul 06.00 WIB ibu korban menyadari Samuel tidak lagi berada di tempat tidurnya. Ia kemudian berupaya menghubungi anaknya melalui telepon, namun tidak mendapat respons.

“Korban beberapa kali dihubungi, tetapi tidak bisa dihubungi. Sekitar pukul 07.30 WIB, ibu korban naik ke kamar lantai atas untuk memastikan keberadaan korban,” ujar Rayhan.

Lihat Juga |  Vonis Hakim Timpang, Dua Kasus Narkotika di Kepri: Barbuk Masing-masing ±2 Ton

Sesampainya di kamar, ibu korban mendapati Samuel sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang terikat pada kayu plafon rumah. Melihat kondisi tersebut, ibu korban langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Teriakan itu mengundang perhatian warga yang berada tidak jauh dari lokasi. Beberapa warga kemudian datang membantu dan melepaskan ikatan tali yang melilit leher korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polresta Barelang dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Bekas luka yang ditemukan pada leher korban dinyatakan konsisten dengan jeratan tali akibat posisi tubuh yang tergantung.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Luka pada leher sesuai dengan jeratan tali akibat gantung diri,” jelas Rayhan.

Lihat Juga |  Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Kos dan Menemukan Jasad Bayi di Lemari

Polisi menduga korban mengakhiri hidupnya karena persoalan pribadi yang berkaitan dengan masalah keluarga. Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan keterangan lainnya.

“Kami menduga ada permasalahan pribadi yang menjadi pemicu. Namun hal itu masih dalam pendalaman,” tambahnya.

Rayhan juga menyebut pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang diserahkan kepada penyidik.

“Keluarga menolak untuk diautopsi,” tegas Rayhan.

Salah seorang warga, Sigit, terkejut saat mengetahui kabar tersebut. Menurutnya, Samuel masih berstatus pelajar dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

“Kami semua kaget mendengar kejadian ini. Korban masih sekolah dan sehari-hari biasa saja seperti anak-anak seusianya,” kata Sigit.

Lihat Juga |  Langkah Awal Hanafi di Demokrat: Bagikan 200 KTA dan Paket Sembako Gratis di Pulau Abang.

Hingga kini, kepolisian masih melengkapi administrasi penyelidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. (Int)

Sumber : https://metropolis.batampos.co.id/

Baca Juga

PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Editor 11/Jun/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Editor Oleh: Editor 22/Okt/2026
Terdakwa Kera
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
Terdakwa Kera.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?