Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pengelola SPAM Batam Diduga ‘Curangi’ Tender Kena Denda Miliaran Rupiah
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota
8/Mei/2026
Polda Kepri Ungkap Penyelewengan Pertalite Pakai Surat Rekomendasi Dishub Batam: Kapal Diduga Fiktif, Kuota 30 Ribu Liter
8/Mei/2026
Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin
8/Mei/2026
Surat Dishub Batam untuk Nelayan dan Speedboat Disalahgunakan Beli Pertalite di SPBU Darat
8/Mei/2026
Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi
6/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pengelola SPAM Batam Diduga ‘Curangi’ Tender Kena Denda Miliaran Rupiah

Oleh: redaksi Terbit: 22/Jul/2023
Ilustrasi. PT PP (Persero) Tbk. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Salah satu perusahaan konsorsium pengelola SPAM Batam, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, diputus bersalah melakukan persekongkolan tender revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), PT PP Tbk divonis harus membayar denda Rp 16,8 miliar, bersama PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dan PT Jakarta Propertindo (JakPro).

Dalam putusan majelis komisioner KPPU yang disampaikan pada Selasa (18/7/2023), PT PP dikenakan denda paling tinggi dari yang lain. PT JKMP didenda Rp 11,2 miliar dan PT Jakpro tidak dikenakan denda, hanya diminta untuk tidak melakukan tindakan diskriminatif dan/atau segala bentuk persekongkolan untuk mengatur atau menentukan pemenang tender di masa yang akan datang.

Dalam perkara 17/KPPU-L/2022 tentang Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Pengadaan Pekerjaan Pelaksanaan Proyek Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki Tahap III, KPPU memutuskan 3 perusahaan itu terbukti bersalah.

“Menyatakan bahwa Terlapor I (Jakpro), Terlapor II (PP), dan Terlapor III (JKMP) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999,” ujar Majelis Komisi di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Selasa (18/7).

Lihat Juga |  Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra akan Jabat Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Ex-Officio

Dari hasil penelusuran dan pemeriksaan dokumen, KPPU menyatakan pelanggaran terhadap UU 5/1999 tersebut telah memenuhi unsur-unsur persekongkolan dan pengaturan pemenang tender. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

Diterangkan, pada kasus ini, PT PP dan PT JKMP mengikuti tender sebagai suatu kerja sama operasional atau konsorsium (KSO) PP-JAKON. Demikian juga PT Jakpro.

Pada 21 Juli 2021, Jakpro mendadak membatalkan tender, setelah keluar hasil peringkat tender. Karenanya terpaksa dilakukan tender ulang dan pada 16 Agustus 2021 ditetapkan KSO PP-JAKON sebagai pemenang tender tersebut.

Majelis Komisi menilai Jakpro telah melakukan upaya bersekongkol dengan cara membatalkan tender pertama. Tindakan ini dianggap sebagai tindakan memfasilitasi yang dikategorikan sebagai perbuatan bersekongkol.

Ketika dikonfirmasi, Komisioner KPPU Candra Setiawan membenarkan keputusan tersebut. “Benar, KPPU telah menetapkan ketiga perusahaan tersebut terlibat dalam persekongkolan dan dijatuhi hukuman denda,” kata Chandra, dikutip dari BatamNow.com, di Jakarta, Sabtu (22/7/2023).

Lihat Juga |  Airlangga: KEK Berhasil Serap Tenaga Kerja 55.678 Orang Sepanjang 2022

Soal keberatan dari ketiga perusahaan tersebut, Chandra mengatakan, “Silahkan saja, tapi KPPU tentu sudah bekerja berdasarkan bukti-bukti yang ada”.

Akun Instagram PT Air Batam Hilir, pengelola SPAM BP Batam yang dioperasikan oleh Konsorsium PT Moya Indonesia – PT PP (Persero). (F: Instagram)

SPAM Batam

Seperti diketahui, SPAM Batam kini dikelola oleh konsorsium PT PP Tbk dan PT Moya Indonesia yang membentuk joint company dengan nama PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir.

Berkaca pada kasus persekongkolan pada proyek TIM di Jakarta, nampaknya patut dipertanyakan, apakah kedua perusahaan ini bersekongkol dengan BP Batam sehingga dimenangkan pada tender?

Fakta di lapangan, seusai 25 tahun konsesi SPAM Batam ditangani PT Adhya Tirta Batam (ATB), masalah makin pelik. Warga makin tak terlayani dengan baik. Air minum keseringan macet di berbagai wilayah. Terpaksa warga harus membeli air galon, bahkan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan airnya. Kedua perusahaan tersebur plus induk semangnya pun hanya bisa berkelit dengan 1001 alasan.

Beberapa waktu lalu, PT Moya Indonesia juga bermasalah, di mana Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta secara tegas meminta PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar membatalkan MoU pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM) antara PAM Jaya dan PT Moya Indonesia (MI).

Lihat Juga |  Kejari Tetapkan 4 Tersangka Kasus Tipikor Proyek Renovasi Gedung BPJS-TK di Batam

Kalau kedua pengelola SPAM Batam bermasalah, lantas apa yang bisa diharapkan oleh warga? Di sisi lain, sikap Kepala BP Batam ex-officio yang ngotot mengganti pipa-pipa dan menelan biaya Rp 4,5 triliun juga patut dipertanyakan.

Apalagi, Presiden Direktur (Presdir) PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto, jelas-jelas sudah menyatakan, jaringan perpipaan diserahkan dalam kondisi baik kepada BP Batam. Penyerahannya prosedural mulai dari verifikasi dan validasi oleh PT Surveyor Indonesia sebagai pihak yang berkompeten.

Ironis memang bila betul soal air yang adalah hajat hidup banyak dan hak asasi manusia (HAM) saja masih ‘dimainkan’ oleh pejabat lokal dengan melibatkan pihak swasta. Kasihan warga yang hanya bisa menjerit lantaran air pun tak menetes di rumahnya. Padahal, setiap bulan warga tetap ditagih bayar air SPAM dan didenda bila terlambat membayar. (RN)

Baca Juga

Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota

Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin

Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi

Ratusan WNA Diduga Pelaku Scam dan Judol Digerebek di Baloi View Batam

Terminal Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Meski Rampung Sejak 2022

Sumber: BatamNow.com
redaksi 22/Jul/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

BP Batam Jelaskan Alasan Tolak Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar

Editor Oleh: Editor 4/Mei/2026
Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang
Kinerja Dishub Batam Dinilai Sempoyongan, Target Parkir Dipangkas ke Rp 24 Miliar
Perpanjangan UWT Ditolak, Warga Puskopkar Pertanyakan Sikap BP Batam
Terminal Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Meski Rampung Sejak 2022
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?