Newsnow.id, Batam – Berdasarkan data KPK, total terdapat 99 laporan, Kota Batam sebagai daerah dengan jumlah pengaduan masyarakat (Dumas) terbanyak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kurun tahun 2023 hingga 2026 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Rinciannya, pada 2023 tercatat sebanyak 35 dumas, meningkat menjadi 44 dumas pada 2024, kemudian menurun menjadi 15 dumas pada 2025, dan pada 2026 hingga bulan keempat sudah terdapat 5 dumas yang dilaporkan.
Data tersebut disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Brigjen Pol Agung Yudha Wibowo, dalam audiensi bersama DPRD Kota Batam terkait Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2026.
Kegiatan itu berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Batam, Selasa (07/04/2026).
Menurut Agung, tingginya angka pengaduan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa potensi praktik korupsi di Batam masih cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Kepri.
“Batam ini potensi korupsinya masih tinggi. Data Dumas yang ada di KPK itu paling tinggi sejajaran Provinsi Kepri itu Batam. Sepanjang tahun, mulai 4 tahun berturut-turut jumlahnya banyak, coba dibandingkan dengan provinsi,” ujar Brigjen Agung.
Setelah Batam, Provinsi Kepriberada di urutan kedua terbanyak diadukan ke KPK. Pada tahun 2023 ada 15 Dumas, 2024 lalu 7 Dumas (2024), 9 Dumas (2025), dan 3 Dumas per April 2026. Totalnya 34 Dumas.
Sementara total Dumas untuk kota dan kabaputen lainnya berada di rentang angka 0 hingga 12. (H)

