Newsnow.id, Batam – Kesabaran warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 1 dan 2, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam telah memuncak akibat persoalan air minum jaringan perpipaan yang tak kunjung teratasi.
Perwakilan warga berencana mendatangi kantor PT Air Batam Hilir (PT ABHi) pada Rabu (13/05/2026) esok, untuk memprotes langsung terkait distribusi air yang sering mati, tidak lancar, hingga kualitas yang keruh bila mengalir.
Selama bertahun-tahun, warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air dari jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Berbagai keluhan disebut telah disampaikan, termasuk melalui surat resmi kepada PT ABHi, namun hingga kini belum ada perubahan signifikan.
Ketua RT 04, Putra Kelana membenarkan rencana warga mendatangi kantor PT ABHi besok.
“Kami akan ke kantor PT ABHi besok, karena sudah tidak tahan dengan penderitaan selama ini, janji ke janji perbaikan saja yang kami terima,” kata Putra kepada Newsnow.id.

Menurutnya, warga ingin meminta kepastian terkait pasokan air minum perpipaan yang normal dan layak digunakan di lingkungan mereka.
“Setelah dua bulan lamanya, surat pengaduan kami tidak digubris, kami akan melaporkan kesusahan air yang kami terima selama ini,” ujarnya.
Sebelumnya PT ABHi Sebut Akan Evaluasi
Sebelumnya, Humas PT ABHi, Ginda Alamsyah, pada 28 April 2026 menyampaikan bahwa pihaknya bersama BP Batam telah melakukan evaluasi terhadap jaringan distribusi air serta upaya peningkatan suplai ke wilayah Bukit Laguna 2.
Namun warga menilai pernyataan tersebut belum dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan.
“Hingga kini tidak ada yang datang ke perumahan kami ini untuk sekedar ngecek,” kata Putra.
Warga Khawatir Air Keruh dan Diduga Berminyak
Selain pasokan air yang sering mati, warga juga mengeluhkan kondisi air yang terkadang berwarna kecoklatan, keruh, dan diduga sedikit berminyak.
Air tersebut, menurut warga, kerap ditampung di ember maupun bak penampungan rumah tangga dan menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil.
“Umpamanya hari ini sedikit bersih, besok kotor lagi, itulah yang kami alami selama ini. Warga di sini sudah mulai khawatir untuk menggunakannya apalagi ada anak bayi di rumahnya,” ujar Putra.
Air Sering Mati, Tagihan Justru Membengkak
Keluhan lain yang turut disoroti warga adalah lonjakan tagihan air meski distribusi air dinilai tidak lancar.
Menurut Putra, sejumlah warga tetap menerima tagihan hingga ratusan ribu rupiah per bulan meski air sering tidak mengalir.
“Warga yang mengalami air yang sering mati, namun tagihan melonjak hingga Rp 200 ribu/bulan, akan ikut juga besok,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi lanjutan yang dikirim BatamNow.com kepada Humas PT ABHi maupun Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum dan Fasilitas Lingkungan (BU SPAM dan Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana belum direspons. (A)

