Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: PUPR: RPP SPAM Finalisasi, Pemda yang Abaikan Penyediaan Air Minum Bisa Dilaporkan ke Kemendagri
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wanita di Batam Mengaku Kavelingnya Dicaplok dan Diintimidasi
21/Apr/2026
Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?
21/Apr/2026
Meteran Air Warga Punggur, Kecamatan Nongsa Hilang
21/Apr/2026
Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan
20/Apr/2026
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
20/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

PUPR: RPP SPAM Finalisasi, Pemda yang Abaikan Penyediaan Air Minum Bisa Dilaporkan ke Kemendagri

Oleh: redaksi Terbit: 13/Jul/2023
Direktur Air Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir Anang Muchlis Sp.PSDA. [Foto NewsNow.id]

NewsNow.id, Jakarta – Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang merupakan turunan dari UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, saat ini tengah masuk tahap finalisasi.

Di dalamnya dengan tegas mengatur bahwa air minum merupakan hak asasi manusia (HAM). Karena itu, akses masyarakat untuk mendapatkan air minum harus disediakan seluas-luasnya. Yang bertanggung jawab menyediakan akses air minum adalah pemerintah pusat dan daerah.

“Itu menjadi amanat dari UUD 1945, di mana Pasal 33 ayat (3) menyebutkan, ‘Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat’. Itu diperkuat dengan Pasal 28A yang isinya, ‘Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya’. Jadi jelas, air minum pun menjadi hak dari setiap orang tanpa terkecuali,” ungkap Direktur Air Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Ir Anang Muchlis Sp.PSDA, di ruang kerjanya, di Jakarta, dilansir dari BatamNow.com, Rabu (12/7/2023).

Lihat Juga |  Ngeri! Menkes Gandeng KPK Ungkap Ada Praktik Jual Beli Rekomendasi Praktik Dokter

Diakuinya, PP SPAM ini agak telat keluarnya karena memang pembahasannya cukup panjang dan lintas kementerian. “Kami harus sampaikan ke Kemenkumham dan Kemendagri, supaya bisa ditelaah. Baru dirampungkan. Ditargetkan tahun ini juga PP SPAM akan diteken oleh Presiden RI,” imbuhnya.

Anang menjelaskan, tidak bisa ditawar lagi, negara harus hadir dalam penyediaan air minum kepada warganya. Negara di sini, tentu Pemerintah Pusat dan daerah, baik yang dilakukan oleh BUMN maupun BUMD. Di luar jangkauan BUMN atau BUMD, penyediaan air minum bisa dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), masyarakat, dan Badan Usaha Kepentingan Sendiri (BUKS).

“Ini dimungkinkan mengingat kemampuan pemerintah juga terbatas sehingga membutuhkan pihak-pihak lain untuk berkolaborasi. Meski begitu, pihak-pihak lain yang berkolaborasi tersebut tetap harus dikendalikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, semisal soal penentuan tarif dan lainnya,” urai Anang.

Lihat Juga |  KADIN DKI Dukung Penuh Apresiasi Kreasi Indonesia 2023

Dikatakannya, sebaiknya pengelolaan air di daerah ditangani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga benar-benar bisa terkontrol, daripada diserahkan kepada swasta. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Meski bisa juga dikerjasamakan dengan sistem Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pemkot Batam Jadi Pengawas

Terkait pengelolaan air minum di Batam, Kepulauan Riau, Anang menduga masuk pada BUKS, yang dimungkinkan secara aturan. Meski begitu, tetap harus seizin Pemerintah Kota Batam. Jadi, pengawasannya ada di Pemkot Batam. “Tetap harusnya yang bertanggung jawab ya Pemkot Batam selaku pemerintah di wilayah tersebut,” serunya.

Dia menyarankan agar membentuk PDAM. Kata Anang, tidak masalah kalau sekarang ditangani oleh swasta, tapi begitu habis kontraknya, diambil alih oleh PDAM atau BUMD.

Tapi nampaknya sulit bagi warga Batam mengadukan persoalan air minum yang kerap mati dan tersendat ke Pemkot Batam. Bisa dipastikan bila ada aduan masyarakat yang masuk langsung dipetieskan. Pasalnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga merangkap Kepala BP Batam ex-officio. Diduga ini juga yang menyulitkan warga Batam dan tak tahu mau mengadu ke mana lagi.

Lihat Juga |  Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Pengunjung Sidang Soraki Jaksa

Ditanya soal sanksi dalam RPP SPAM, Anang mengatakan, memang tidak ada sanksi khusus dalam RPP SPAM tersebut. Namun, bila penyelenggaraan air minum tidak sesuai dengan PP ini, biasanya langsung dipanggil oleh aparat penegak hukum (APH), seperti kepolisian dan kejaksaan, yang dalam hal ini juga berperan sebagai pengontrol. “APH juga punya peran besar memantau dan memastikan masyarakat menerima air minum dengan baik dan lancar atau tidak. Kalau tidak, ya harus dipanggil operatornya untuk diperiksa,” tandasnya.

Dia menegaskan, bila Pemkab/Pemkot lalai dalam menyediakan air minum di suatu daerah, maka bisa diadukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bisa saja diberi sanksi karena dianggap mengabaikan hak-hak dasar manusia yang menjadi tanggung jawab pemerintah. (RN)

Baca Juga

Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan

Azhari Hamid Kritisi SPPB Bea Cukai Batam atas Kontainer Limbah Elektronik Asal AS

Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Sumber: BatamNow.com
redaksi 13/Jul/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan Redaksi

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Editor Oleh: Editor 17/Apr/2026
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?