Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Bharada Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara, Hakim Tetapkan sebagai Justice Collaborator
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Bharada Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara, Hakim Tetapkan sebagai Justice Collaborator

Satu-satunya Terdakwa yang Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa di Kasus Brigadir J

Oleh: redaksi Terbit: 15/Feb/2023
Terdakwa Richard Eliezer menangis saat mendengar vonis 1 tahun 6 bulan penjara yang dijatuhkan hakim di PN Jakarta Selaran, Rabu (15/2/2023). Ini lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa. [Foto: Kompas TV]

NewsNow.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara terhadap terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

“Menyatakan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” ujar ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (15/2/2023).

Sontak, Richard menangis mendengar putusan hakim yang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa 12 tahun penjara. Pengunjung di ruangan sidang ikut bersorak mendengar vonis tersebut.

Lihat Juga |  Peneliti dan Koalisi Sipil: Selama Ini Indonesia Termakan Propaganda Rusia

Hakim mengabulkan status justice collaborator yang dimohon Richard bersama advokatnya Ronny Talapessy. “Menetapkan terdakwa sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator,” ucap hakim Wahyu.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Richard Eliezer dihukum 12 tahun penjara. Lebih berat dibanding tuntutan terhadap terdakwa Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Sontak tuntutan itu menuai perdebatan. Di satu sisi Richard adalah pelaku penembakan terhadap Yosua atas perintah Ferdy Sambo. Namun sisi lainnya, Richard adalah orang yang mengungkap kebenaran atas skenario tembak-menembak yang sempat digaungkan di awal kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Setelah 2 kali berganti kuasa hukum, Richard bersama advokat Ronny Talapessy kemudian mengajukan permohonan perlindungan sebagai saksi pelaku atau justice collaborator kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan dikabulkan.

Lihat Juga |  OTT Bertubi-tubi, Indeks Korupsi Indonesia Tetap Anjlok

Dalam perkara Brigadir J ini, hanya Richard terdakwa yang mengajukan status justice collaborator dan dilindungi LPSK.

Sebagai informasi, saksi pelaku atau justice collaborator adalah sebutan bagi pelaku kejahatan yang bekerjasama dalam memberikan keterangan dan bantuan bagi penegak hukum. Status tersebut diberikan jika pemohon bersedia membuka pengetahuannya tentang sebuah kejahatan di mana dia juga terlibat.

Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo nomor 46 di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam kasus tindak pidana pembunuhan berencana itu, Ferdy Sambo dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati. Sementara istri Sambo, yakni Putri Candrawathi dengan hukuman 20 tahun penjara.

Lihat Juga |  Peresmian Gerai Ke-9, Toko Daging Nusantara Usung Konsep 'Gokil'

Selain itu, Kuat Ma’ruf sopir keluarga Sambo divonis 15 tahun penjara dan Ricky Rizal selaku ajudan dengan hukuman 13 tahun penjara.

Keempat terdakwa tersebut, divonis hukuman lebih berat dibanding tuntutan jaksa. Hanya Richard terdakwa yang divonis lebih rendah dalam kasus Brigadir J. (*)

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

Empat Kali Rapat Digelar, Kenaikan Tarif Peti Kemas Masih Diberlakukan BP Batam

redaksi 15/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?