Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Romo Paschal Tepis Isu Bargaining di Balik Pencabutan Laporan Wakabinda Kepri
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Rakyat Batam Butuh Solusi, Bukan Ancaman Pulang Kampung
1/Mei/2026
Korek Pasir Disikat, 914 Kontainer Limbah Amerika ke Batam Diduga Langgar UU
1/Mei/2026
Proyek Pagar DPRD Batam Rp 2,6 Miliar untuk Keamanan-Citra Lembaga
1/Mei/2026
Ombudsman Kepri: Miris, Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Sejak 2022
27/Apr/2026
Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT
27/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Romo Paschal Tepis Isu Bargaining di Balik Pencabutan Laporan Wakabinda Kepri

Kuasa Hukum: Laporan Kami Jalan Terus Menunggu BIN

Oleh: redaksi Terbit: 26/Mar/2023
Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus alias Romo Paschal. [Foto: Instagram/ @romo_paschal]

NewsNow.id, Jakarta – Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus atau akrab dikenal Romo Paschal menepis isu adanya bargaining (tawar-menawar) di balik pencabutan laporan polisi (LP) oleh Wakil Kepala BIN Daerah (Wakabinda) Kepulauan Riau (Kepri) Bambang Panji Priyanggodo terhadap aktivis HAM Batam itu.

“Isu itu tidak benar dan terlalu mengada-ngada. Hanya cari sensasi murahan dari orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Kuasa Hukum Romo Paschal dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Batam, Bambang Yulianto, dikutip dari BatamNow.com, Minggu (26/3/2023).

Dia melanjutkan, sejujurnya tidak pernah Romo Paschal menyampaikan tentang adanya bargaining ataupun negosiasi terkait laporan dibuat Wakabinda ke Ditreskrimum Polda Kepri yang katanya telah dicabut.

Lihat Juga |  Putri Candrawathi Divonis 20 Tahun Penjara

“Dari awal klien saya telah menyakini bahwa laporan ke Polda Kepri itu hanya langkah yang sia-sia dan buang waktu, karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas terkait tuduhan pelanggaran Pasal 310 dan 311 KUHP,” ujar Yulianto lagi.

Meski Bambang Panji telah mencabut laporan polisi yang dibuatnya ke Ditreskrimum Polda Kepri, kuasa hukum Romo Paschal memastikan hal itu tak mempengaruhi laporan yang dilayangkan ke BIN terkait dugaan peran Wakabinda Kepri ikut membeking pengiriman PMI nonprosedural alias ilegal.

“Kami masih konsisten bahwa surat itu akan mendapatkan jawaban dan penjelasan proporsional dan profesional prosedural dari BIN RI,” imbuhnya.

Kuasa Hukum Romo Paschal dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Batam, Bambang Yulianto (kanan). [Foto: Dok. Pribadi]

Terkait pembuktian perihal keterlibatan yang bersangkutan, kata Yulianto, biarlah BIN memutuskan tentang adanya pelanggaran kode etik sebagaimana yang dilaporkan oleh Romo Paschal. Karena itu hanya bentuk kewajiban sebagai warga negara jika mengetahui adanya dugaan pelanggaran oleh pejabat.

Lihat Juga |  Kamaruddin soal Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Dirut Taspen: Tidak Tepat

Ditanya soal langkah-langkah hukum yang akan ditempuh terkait laporan Romo Paschal ke BIN, Yulianto menegaskan, “Klien saya akan mensikapi dengan seksama dan serius terkait langkah-langkah kedepan, baik terkait langkah pidana maupun upaya lainnya”.

Dirinya berharap ke depan tidak boleh ada pembungkaman terhadap sikap kritis warga negara sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.

Soal dicabutnya LP di Polda Kepri, Yulianto mengaku pihaknya telah menyampaikan surat permintaan informasi terkait kebenarannya ke Ditreskrimum. “Saya dapat info dari Subdit 1 Ditreskrimun Polda Kepri, sedang dalam proses,” tukasnya.

Diberitakan, pencabutan LP tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum Bambang Panji Priyanggodo, Ade Darmawan, Minggu (19/3). “Kami sudah mengajukan pencabutan laporan ini sejak 17 Maret 2022 lalu dan baru dapat dicabut pada Sabtu (18/3) kemarin,” kata Ade.

Lihat Juga |  Pengelola SPAM Batam Diduga 'Curangi' Tender Kena Denda Miliaran Rupiah

Ade mengatakan, keputusan kliennya mencabut LP tersebut diambil usai melakukan salat tahajud. Ia memastikan tidak ada intervensi dalam pencabutan laporan kliennya. Pencabutan itu disebutnya murni dari inisiatif Bambang. (RN)

Baca Juga

Korek Pasir Disikat, 914 Kontainer Limbah Amerika ke Batam Diduga Langgar UU

Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT

“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”

Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114

Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai

redaksi 26/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwa

BNI Pematangsiantar Didemo, Warga Tuntut Dana Rp 4,2 Miliar

Editor Oleh: Editor 27/Apr/2026
Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT
Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114
Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai
“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?