Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri
30/Okt/2026
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT

Oleh: Editor Terbit: 27/Apr/2026
Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar melaksanakan reses bersamawarga RT 03, Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Sei Beduk, Batam.

Newsnow.id, Batam – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Taba Iskandar, menggaungkan perjuangan untuk pembebasan Uang Wajib Tahunan (UWT).

Kali ini disampaikan kembali saat reses kali ini, di hadapan ratusan warga RT 03/ RW 13 Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Sei Beduk, Batam.

Agenda tersebut merupakan bagian dari masa sidang ke II Tahun 2025-2026.

Taba yang menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kepri, menyuarakan perjuangan pembebasan UWT di depan warga yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri 6 yang meliputi Kecamatan Nongsa, Sei Beduk, Bulang, dan Galang.

“Saya lagi berjuang untuk pembebasan UWT, tapi saya tidak bisa sendiri, saya memang ada kemampuan ngomong, kemampuan berpikir, tapi saya tidak bisa apa-apa,” kata Taba saat memberi kata sambutan, Sabtu (25/04/2026).

Lihat Juga |  Surat Dishub Batam untuk Nelayan dan Speedboat Disalahgunakan Beli Pertalite di SPBU Darat

Taba menegaskan, bahwa ia tidak mengajak masyarakat untuk melakukan unjuk rasa dalam perjuangan pembebasan UWT tersebut, namun Taba meminta masyarakat agar berjuang bersama.

“Tidak boleh saya provokator, kembali ke rakyat, masyarakat, jangan bilang diajak pak Taba demo. Kalau mau demo kan harus mempersiapkan nasi uduknya,” ujar Taba.

Selain Anggota DPRD Kepri, Taba juga menjabat Kordinator Kawan Lama (Kalam) kelompok masyarakat yang juga menyuarakan pembebasan UWT.

Makna Reses Antara Masyarakat dan Wakilnya

Menurut Taba selaku wakil rakyat, reses merupakan pertemuan langsung antara Wakil dengan rakyatnya, guna mendengarkan kebutuhan masyarakat atau yang dia sebut sebagai “belanja masalah”.

“Itulah reses, pertemuan seperti ini, agar masyarakat dan wakilnya itu bertemu, wakil ada konstituennya. Tidak ada apa-apanya kalau pemimpin tidak ada rakyatnya, rakyat juga kalau tidak ada pemimpinnya, ‘kocar-kacir’,” kata Taba.

Lihat Juga |  Habib Bahar bin Smith Dilaporkan Ditembak Orang Tak Dikenal

Nantinya, hasil reses akan dilaporkan dalam sidang DPRD Kepri, kemudian disampaikan ke pemerintah provinsi, Pemko Batam, hingga instansi vertikal terkait untuk ditindaklanjuti.

“Meskipun tidak semuanya dapat langsung direalisasikan karena adanya pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, nanti masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang),” ujarnya.

Berbagi Persoalan Disampaikan Warga

Sejumlah aspirasi disampaikan warga dalam acara tersebut.

Salah satunya disampaikan Asian Sinaga yang merupakan perangkat warga di sana.

Masyarakat di sana mengeluhkan kondisi jalan menuju SMA 28 yang dinilai curam dan membahayakan pengguna jalan.

“Meski pernah diperbaiki, kondisi jalan tersebut dinilai belum optimal,” ujarnya dalam sesi dialog.

Lihat Juga |  Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?

Selain itu, persoalan drainase utama di jalan raya menuju Pancur Baru juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kondisi drainase yang tidak diperbaiki selama bertahun-tahun.

Kondisi itu menyebabkan banjir. Bahkan saat tidak turun hujan, genangan air yang disertai jalan berlubang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Warga RW 13 yang berjumlah sekitar 475 kepala keluarga juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas taman bermain anak yang tak pernah dibangun sejak mereka tinggal di sana.

Permintaan tersebut telah lama diajukan kepada pemerintah, namun hingga kini belum terealisasi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Taba kembali menegaskan komitmennya untuk mencatat dan memperjuangkan seluruh usulan masyarakat melalui jalur yang sesuai serta Tupoksi-nya sebagai wakil rakyat. (A)

Baca Juga

Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Editor 27/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?