Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur

Oleh: redaksi Terbit: 23/Apr/2023
Ilustrasi. Gugusan Pulau Batam-Rempang-Galang. [Foto: Google Earth/ Diolah]

NewsNow.id, Batam – Warga Pulau Rempang, Kota Batam, kini seperti gusar ihwal PT Makmur Elok Graha (MEG) akan mengelola pulau itu.

Dilansir dari BatamNow.com, hal itu disampaikan Gerisman Ahmad, tatkala ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (21/04/2023). Ia adalah salah satu tokoh masyarakat Rempang.

Dari penjelasan mantan Kepala Desa Sijantung, Galang, Kota Batam tahun 1999 – 2003 itu sepertinya warga di Pulau Rempang, kini, “dihantui” isu relokasi di balik rencana anak perusahaan grup Artha Graha itu mengembangkan pulau tersebut.

“Pada prinsipnya, warga tidak keberatan dengan rencana PT MEG mengembangkan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru di Kota Batam,” kata Gerisman di awal penjelasannya.

Lihat Juga |  Kuasa Hukum Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK

Namun satu hal, katanya, jangan sampai terjadi relokasi terhadap warga dan kampung tempat lahir mereka yang dihuni turun temurun. “Penghinaan sangat besar jika kampung dan warga kami sampai digusur,” katanya.

Ia pun menjelaskan beberapa isyarat saat ditanya kemungkinan relokasi itu.

Jauh hari, ujar Gerisman, tanda-tanda akan relokasi itu sudah tercium sebelum peluncuran program pengembangan Pulau Rempang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta. Pihak BP Batam dalam beberapa momen telah menyampaikan ke warga akan kehadiran PT MEG di Pulau Rempang.

Bahkan Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) telah mewanti-wanti warga akan masuknya PT MEG.

Lihat Juga |  Kisah Pilu, Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Peluncuran (Launching) Program Pengembangan Pulau Rempang di Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/04/2023). [Foto: Dok. BP Batam]

Namun dalam setiap forum pertemuan, katanya, narasi atau pesan yang digambarkan pihak BP Batam tak begitu konkret tentang kepastian nasib warga, kelak, begitu PT MEG mengelola pulau itu.

“Intinya, kami warga tempatan di sini keberatan jika sampai ada niat melakukan penggusuran kampung kami,” Gerisman Ahmad menegaskan.

Syamsul Rizal dipanggil Rizal yang ditemui ditempat terpisah, pun senada dengan Gerisman.

Diwawancarai wartawan media ini di kediamannya di Kertang dekat Jembatan IV, Rempang pada Jumat (21/04).

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rempang Cate itu secara tegas menolak keras jika ada rencana merelokasi warga dan kampungnya atas hadirnya PT MEG.

Ia mendukung jika Pulau Rempang dikembangkan oleh BP Batam maupun PT MEG menjadi kawasan kekuatan ekonomi baru di Batam.

Lihat Juga |  BPOM Rilis 8 Daftar Obat Ilegal Berbahaya bagi Ginjal dan Hati yang Beredar Luas

Sebab, menurutnya, akan memberi dampak positif akan kemajuan warga di sana.

Namun ia mengingatkan, kehadiran PT MEG di Rempang jangan sampai mengusik keberadaan warga dengan kampungnya yang sudah dimukimi turun-temurun. “Kami dukung lahan-lahan kosong dikembangkan, asal bukan kampung kami,” ucapnya seperti mengingatkan dini.

123Selanjutnya

Baca Juga

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

Pemberlakuan Kenaikan Tarif Baru Jasa Layanan Terminal Peti Kemas Akhirnya di Tunda

Kebijakan BP Batam di Kenaikan Tarif Layanan Peti Kemas Bingungkan Pengusaha

redaksi 23/Apr/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?