Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Dampak Pandemi, Ada 14 Hotel di Batam Dilego Lewat Situs Online
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Dampak Pandemi, Ada 14 Hotel di Batam Dilego Lewat Situs Online

Oleh: redaksi Terbit: 17/Feb/2023
Ilustrasi. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap bisnis perhotelan di Tanah Air. Meski kini telah melandai, nampaknya masih sulit untuk bangkit, terutama bila minimnya terobosan dan inovasi dari pemimpin daerah guna mendorong keberlangsungan bisnis tersebut.

Ini dibuktikan dengan banyaknya hotel dan penginapan yang dijual oleh pemiliknya karena merasa begitu sulit untuk membangkitkan kembali. Di Batam, tercatat ada sekitar 14 hotel berbagai kelas yang dilego secara daring.

Dari penelusuran BatamNow.com di situs jual beli www.lamudi.co.id, ada sederet hotel yang terpaksa mengalihkan kepemilikannya. Ada hotel bintang 4 di daerah Sukajadi, Batam Center, yang dijual dengan penawaran Rp 1,1 triliun. Masih di Batam Center, ada lagi hotel bintang 4 yang dilego beserta golf area-nya senilai Rp 1 triliun.

Beberapa hotel di Kota Batam dijual di salah satu situs jual-beli real estate. [Foto: Tangkapan layar laman Lamudi]

Berikut ini datar hotel yang ditawarkan di laman Lamudi dan telah terverifikasi oleh pasar real estate online yang beroperasi di 34 negara itu:

  1. Hotel Bintang 4 di Sukajadi + Clubhouse dan Lapangan Golf, dijual Rp 1,1 triliun
  2. Hotel Bintang 4 + Golf Area di Batam Center, Rp 1 triliun
  3. Hotel Harmoni One, Rp 400 miliar
  4. Three Star Hotel di Nagoya, Rp 155 miliar
  5. Hotel Aston City di Nagoya, Rp 150 miliar
  6. Hotel Nagoya Thamrin City, Rp 140 miliar
  7. Resort di Barelang, Rp 80 miliar
  8. 3.5 Star Hotel di Batu Ampar, Rp 65 miliar
  9. Hotel & KTV di Nagoya, Rp 19 miliar
  10. Hotel 7 lantai di Nagoya, Rp 12,8 miliar
  11. Hotel Orchid Two Pelita, Rp 12 miliar
  12. BL Boutique Hotel Nagoya, Rp 12 miliar
  13. Hotel di Kawasan Pelita, Rp 4,8 miliar
  14.  Hotel 4 lantai di Jodoh, Rp 4,6 miliar
Lihat Juga |  Di Balik Kebakaran Depo Plumpang, Buah dari 'Politik Maut' Anies Baswedan?

Nampaknya Kepala Daerah di Batam kurang memiliki terobosan jitu untuk membangkitkan bisnis perhotelan yang erat hubungannya dengan dunia pariwisata. Mungkin Muhammad Rudi sebagai Wali Kota Batam lebih sibuk mengurus BP Batam yang lebih berprospek mendatangkan cuan baginya, guna memenuhi kebutuhan ‘amunisinya’ jelang Pilkada Serentak 2024, di mana dirinya berniat mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepulauan Riau.

Fenomena jual hotel tidak hanya terjadi di Batam, tapi juga di hampir seluruh Indonesia. Tercatat ada 3.336 hotel di seluruh Indonesia yang tengah di pasarkan secara daring. Seperti di laman jual beli properti www.rumah123.com, juga memuat demikian.

Menurut Country Manager Rumah123.com, Maria Manik, tren penjualan hotel mulai meningkat pada tahun 2020, tepatnya ketika Indonesia mulai dilanda Covid-19. “Kami melihat lonjakan sebesar 9,2 ribu jumlah listing hotel di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni tahun 2019,” ungkap Maria, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (17/02/2023).

Lihat Juga |  BSI Disebut Kena Serangan Ransomware, Ini Cara Aman yang Harus Dilakukan Nasabah

Hingga kini, ujarnya fenomena listing hotel yang dijual pun masih marak. Salah satu penyebabnya lantaran jumlah wisatawan domestik dan mancanegara di Indonesia yang belum seramai sebelum pandemi.

“Berakhirnya situasi pandemi, tak lantas memulihkan bisnis perhotelan. Proses pemulihan membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali seperti kondisi semula,” terangnya.

Nampaknya, harus dipertanyakan gembar-gembor Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengatakan wisatawan di Indonesia pada 2022 mencapai 5,2 juta orang. Sebab, kalau benar sebanyak itu, rasanya tidak akan banyak hotel dijual.

Dikatakannya, banyak pemilik hotel seperti hopeless akan bisnisnya dan memutuskan menjual properti hotelnya. (RN)

Baca Juga

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

redaksi 17/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
PeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Editor Oleh: Editor 14/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?