Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: LI-Tipikor Desak Mayapada Healthcare Prioritaskan “Emergency” Hemodialisa di RSBP Batam
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

LI-Tipikor Desak Mayapada Healthcare Prioritaskan “Emergency” Hemodialisa di RSBP Batam

Oleh: redaksi Terbit: 23/Jan/2025
Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. [Foto: Dok. BP Batam]

NewsNow.id, Batam – Rumah Sakit (RS) BP Batam, kini “emergency” mesin cuci darah atau hemodialisa.

“Banyak pasien yang antre,” kata sumber terpercaya di kantor BP Batam di Batam Center dalam satu penelusuran, sebagaimana dilansir BatamNow.com.

Dan disebut, tak sedikit yang terpaksa dirujuk ke RS lain karena daftar antrean yang panjang.

Data diperoleh media ini lebih kurang 14 sampai dengan 16 persen dari kunjungan rawat jalan pasien BPJS yang cuci darah di RSBP Batam.

RSBP ternyata hanya memiliki 10 unit mesin sarana cuci darah.

BP Batam sudah mengupayakan menambah pengadaan 32 unit sarana hemodialisa.

Tapi proses pengadaannya dikabarkan dihentikan meski sudah ada tiga perusahaan calon mitra yang sempat lolos prakualifikasi pada 1 Desember 2023.

Lihat Juga |  Presiden Prabowo: Tindak Tegas Pelanggar Aturan Tanah dan Hutan Lindung, Kasus Cut and Fill BP Batam Apa Kabar?

Alasan BP Batam menghentikan pengadaan alat cuci darah itu disebut terbentur pada proses akan masuknya PT Karunia Praja Pesona (KPP), grup Mayapada Healthcare, menjadi pengelola baru RSBP Batam, meski perjanjian kerja sama pengembangan operasional (KSPO) tak kunjung ditandatangani yang seyogianya pada 15 Januari 2025.

Untuk itu Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara meminta owner Grup Mayapada Healthcare, Dato’ Sri Tahir dapat memberi perhatian untuk berkontribusi dengan cepat dalam mengatasi penambahan alat cuci darah di RSBP itu.

“Apakah nanti Mayapada lewat anak perusahaannya akan menjadi pengelola RSBP lewat satu kerja sama pengembangan operasional, atau tidak, kesampingkan dulu, tapi yang kondisi emergency alat cuci darah di RSBP Batam, diutamakan dulu,” kata Panahatan.

Lihat Juga |  Janjikan Pemulihan Bertahap dan Kirim Tangki Air untuk Warga Tiban yang Kesulitan Air

Diberitakan, terjadi peningkatan penderita hemodialisa atau orang yang harus cuci darah yang datang ke RSBP Batam dengan fasilitas BPJS.

Media ini belum dapat data pasti di pusaran kondisi emergency itu karena baik Kabiro Humas BP Batam, Ariastuty sebagai juru bicara atau spokesman gedung “Elang Emas” kantor BP Batam di Batam Center, selalu tertutup ke media ini.

Demikian juga para pejabat kesehatan di manajemen RSBP, belum menjawab konfirmasi BatamNow.com.

Tapi sumber terpercaya meyakinkan kondisi dipaparkan tadi. “Udah deh nggak usah kita berdebat soal data, itu fakta, kalau tidak, mengapa BP Batam berencana mengadakan 32 unit mesin cuci darah itu, artinya penambahan itu mencapai 320 persen dari yang existing 10 unit, kan karena sangat mendesak baik kuantitas tingkat penderita meningkat,” katanya.

Lihat Juga |  Uang Seorang Pengusaha Rp4,38 Miliar Raib dalam 40 Menit

Jadi, ujar Panahatan, Mayapada mesti ikut memberi tanggung jawab dengan dalam misi kemanusiaan itu.

Jika Mayapada Healthcare sampai tak care, lanjutnya lagi, bisa ditebak kecenderungan ekspansi investasinya ke Batam lebih pada berorientasi bisnis.

Panahatan juga mengajak semua pihak di Batam untuk mempertahankan RSBP yang adalah milik Pemerintah itu lebih mengedepankan fungsi sosialnya menyelamatkan kesehatan masyarakat kecil daripada mengedepankan visi bisnisnya. (*)

Baca Juga

Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

redaksi 23/Jan/2025
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?