Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Jokowi: Devisa Hilang Rp 165 Triliun karena 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Jokowi: Devisa Hilang Rp 165 Triliun karena 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri

Oleh: redaksi Terbit: 6/Mar/2023
Presiden Joko Widodo dalam peresmian Mayapada Hospital Bandung, Senin (6/3/2023). [Foto: Kompas.com]

NewsNow.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sekitar Rp 165 triliun devisa hilang karena 2 juta warga negara Indonesia (WNI) pergi berobat ke luar negeri bila sakit.

“Mau kita teruskan? Rp 165 triliun devisa kita hilang karena itu, karena ada modal yang keluar,” ujar Jokowi dalam peresmian Mayapada Hospital Bandung hari ini, Senin (6/3/2023).

Jokowi merincikan, ada 1 juta WNI berobat ke Malaysia, 750 ribu orang ke Singapura, lalu selebihnya ke Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan lainnya.

“Informasi yang saya terima hampir 2 juta masyarakat kita masih pergi berobat ke luar negeri bila sakit. Padahal kita punya rumah sakit seperti Mayapada Hospital Bandung,” katanya.

Lihat Juga |  IPW Sebut Ada Bargaining di Balik Vonis Sambo

Untuk itu, Jokowi mendukung pembangunan rumah sakit di Indonesia seperti Mayapada Hospital di Bandung. Menurutnya, mulai dari ruangan, alat kesehatan, tata ruang hingga green building-nya berkualtias bagus.

Namun harus diakui, Indonesia masih memiliki masalah dalam hal kesehatan. Yakni dokter spesialis dan dokter yang memiliki sub spesialis masih kurang.

“Saya bisik ke Pak Menkes ini harus diurus. Alkes dan ruang fisik sudah banyak yang bagus tapi ada juga yang belum bagus. (Ini harus diperbaiki) sehingga layanan ke masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap dia.

Diberitakan, Presiden Jokowi berkunjung ke Bandung sejak Minggu (5/3). Ia mendatangi sejumlah tempat di antaranya Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. (*)

Baca Juga

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

Sumber: Kompas.com
redaksi 6/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?