Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Jokowi: Devisa Hilang Rp 165 Triliun karena 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Jokowi: Devisa Hilang Rp 165 Triliun karena 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri

Oleh: redaksi Terbit: 6/Mar/2023
Presiden Joko Widodo dalam peresmian Mayapada Hospital Bandung, Senin (6/3/2023). [Foto: Kompas.com]

NewsNow.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sekitar Rp 165 triliun devisa hilang karena 2 juta warga negara Indonesia (WNI) pergi berobat ke luar negeri bila sakit.

“Mau kita teruskan? Rp 165 triliun devisa kita hilang karena itu, karena ada modal yang keluar,” ujar Jokowi dalam peresmian Mayapada Hospital Bandung hari ini, Senin (6/3/2023).

Jokowi merincikan, ada 1 juta WNI berobat ke Malaysia, 750 ribu orang ke Singapura, lalu selebihnya ke Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan lainnya.

“Informasi yang saya terima hampir 2 juta masyarakat kita masih pergi berobat ke luar negeri bila sakit. Padahal kita punya rumah sakit seperti Mayapada Hospital Bandung,” katanya.

Lihat Juga |  Kamaruddin Simanjuntak Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Untuk itu, Jokowi mendukung pembangunan rumah sakit di Indonesia seperti Mayapada Hospital di Bandung. Menurutnya, mulai dari ruangan, alat kesehatan, tata ruang hingga green building-nya berkualtias bagus.

Namun harus diakui, Indonesia masih memiliki masalah dalam hal kesehatan. Yakni dokter spesialis dan dokter yang memiliki sub spesialis masih kurang.

“Saya bisik ke Pak Menkes ini harus diurus. Alkes dan ruang fisik sudah banyak yang bagus tapi ada juga yang belum bagus. (Ini harus diperbaiki) sehingga layanan ke masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap dia.

Diberitakan, Presiden Jokowi berkunjung ke Bandung sejak Minggu (5/3). Ia mendatangi sejumlah tempat di antaranya Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. (*)

Baca Juga

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

Sumber: Kompas.com
redaksi 6/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
PeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Editor Oleh: Editor 14/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?