Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Waspada! Gelombang Baru Covid Hantam Tetangga RI, RS Penuh
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Waspada! Gelombang Baru Covid Hantam Tetangga RI, RS Penuh

Oleh: redaksi Terbit: 4/Mei/2023
Ilustrasi. [FOTO REUTERS]

NewsNow.id, Jakarta – Gelombang Covid-19 baru dilaporkan mulai menghantam Malaysia. Kasus ini membuat alat tes Covid dan oksimeter habis terjual serta lebih banyak orang dirawat di rumah sakit di negara tersebut.

Beberapa bulan lalu, alat tes Covid-19 sudah tersedia, tetapi kini beberapa apotek di Kuala Lumpur dan Selangor kehabisan stok karena kasus infeksi terus meningkat setelah perayaan Hari Raya Idulfitri akhir bulan lalu.

Melansir CNBC Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus naik tipis 0,6% menjadi 9.780, namun rawat inap naik 9,2% menjadi 3.381 dalam 14 hari hingga 29 April. Kasus yang dikonfirmasi setiap hari pada 29 April berjumlah 1.050.

Sementara itu, kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 telah meningkat sebesar 2%.

Lihat Juga |  Kapten Sea Dragon Menangis Peluk Putrinya

Para ahli percaya mungkin ada kasus yang belum dilaporkan. Mereka yang tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan mungkin tidak memberi tahu pihak berwenang melalui aplikasi pelacakan MySejahtera.

Rumah sakit pemerintah juga melaporkan tingkat hunian rumah sakit saat ini sebesar 70,3%, dibandingkan dengan 50% pada 22 April. Tempat tidur di unit perawatan intensif terisi 67%.

Beberapa rumah sakit swasta, termasuk Rumah Sakit Gleneagles Kuala Lumpur dan Pusat Medis Prince Court, penuh pada Rabu dan sudah tidak bisa menerima lebih banyak pasien Covid-19.

Profesor Awang Bulgiba Awang Mahmud, ketua Satuan Tugas Analisis dan Strategi Epidemiologi Covid-19 pemerintah Malaysia, mengatakan tingkat di mana tes Covid-19 kembali positif “sangat tinggi”, berdasarkan data tes yang dilakukan pada 22 April.

Lihat Juga |  Peresmian Kantor PT CPN di Batam Diiringi Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

“Ada 562 kasus dari 2.503 tes yang dilakukan pada hari itu saja. Itu terlihat seperti tingkat kepositifan tes 22,4 persen. Saya menduga bahwa 562 kasus adalah perkiraan yang terlalu rendah,” katanya, dikutip The Straits Times, Kamis (4/5/2023).

Awang menambahkan data terbaru kasus baru adalah dari 29 April, namun belum ada data uji yang sesuai. Kementerian Kesehatan merilis data hanya seminggu sekali, tetapi meskipun tampaknya ada data infeksi baru, belum ada data tes sejak 22 April.

“Jadi saya bertanya-tanya seperti apa tingkat tes positif dan seberapa banyak kita meremehkan jumlah infeksi baru,” kata Awang.

Kementerian Kesehatan mencuit pengingat pada Rabu bahwa mereka yang dites positif wajib mengkarantina diri mereka sendiri di rumah selama tujuh hari. Bebas karantina awal dapat dilakukan jika hasil tes negatif sejak hari keempat infeksi.

Lihat Juga |  PP Kesehatan Mengatur Aborsi Bersyarat dan Pengendalian Iklan Rokok

Negeri Jiran menghadapi gelombang mematikan pada pertengahan 2021 yang dipicu oleh varian Delta dari virus corona yang membuat banyak rumah sakit kehabisan persediaan oksigen dan tempat tidur.

Pada Agustus 2021, terlihat 632.982 infeksi, dengan kasus harian secara teratur mencapai di atas 20.000. Negara itu melaporkan 7.640 kematian terkait Covid-19 pada bulan yang sama, hampir dua kali lipat dari 3.854 yang tercatat pada Juli. (*)

Baca Juga

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Tanah di Batam Capai Rp 8 Juta per M²

redaksi 4/Mei/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?