Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Waspada! Gelombang Baru Covid Hantam Tetangga RI, RS Penuh
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota
8/Mei/2026
Polda Kepri Ungkap Penyelewengan Pertalite Pakai Surat Rekomendasi Dishub Batam: Kapal Diduga Fiktif, Kuota 30 Ribu Liter
8/Mei/2026
Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin
8/Mei/2026
Surat Dishub Batam untuk Nelayan dan Speedboat Disalahgunakan Beli Pertalite di SPBU Darat
8/Mei/2026
Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi
6/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Waspada! Gelombang Baru Covid Hantam Tetangga RI, RS Penuh

Oleh: redaksi Terbit: 4/Mei/2023
Ilustrasi. [FOTO REUTERS]

NewsNow.id, Jakarta – Gelombang Covid-19 baru dilaporkan mulai menghantam Malaysia. Kasus ini membuat alat tes Covid dan oksimeter habis terjual serta lebih banyak orang dirawat di rumah sakit di negara tersebut.

Beberapa bulan lalu, alat tes Covid-19 sudah tersedia, tetapi kini beberapa apotek di Kuala Lumpur dan Selangor kehabisan stok karena kasus infeksi terus meningkat setelah perayaan Hari Raya Idulfitri akhir bulan lalu.

Melansir CNBC Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kasus naik tipis 0,6% menjadi 9.780, namun rawat inap naik 9,2% menjadi 3.381 dalam 14 hari hingga 29 April. Kasus yang dikonfirmasi setiap hari pada 29 April berjumlah 1.050.

Sementara itu, kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 telah meningkat sebesar 2%.

Lihat Juga |  KIARA Kritik Gagasan Menteri Iftitah tentang Transmigrasi Lokal bagi Warga Rempang

Para ahli percaya mungkin ada kasus yang belum dilaporkan. Mereka yang tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan mungkin tidak memberi tahu pihak berwenang melalui aplikasi pelacakan MySejahtera.

Rumah sakit pemerintah juga melaporkan tingkat hunian rumah sakit saat ini sebesar 70,3%, dibandingkan dengan 50% pada 22 April. Tempat tidur di unit perawatan intensif terisi 67%.

Beberapa rumah sakit swasta, termasuk Rumah Sakit Gleneagles Kuala Lumpur dan Pusat Medis Prince Court, penuh pada Rabu dan sudah tidak bisa menerima lebih banyak pasien Covid-19.

Profesor Awang Bulgiba Awang Mahmud, ketua Satuan Tugas Analisis dan Strategi Epidemiologi Covid-19 pemerintah Malaysia, mengatakan tingkat di mana tes Covid-19 kembali positif “sangat tinggi”, berdasarkan data tes yang dilakukan pada 22 April.

Lihat Juga |  Bulog Siap Pasok, Distributor Menutup Pintu

“Ada 562 kasus dari 2.503 tes yang dilakukan pada hari itu saja. Itu terlihat seperti tingkat kepositifan tes 22,4 persen. Saya menduga bahwa 562 kasus adalah perkiraan yang terlalu rendah,” katanya, dikutip The Straits Times, Kamis (4/5/2023).

Awang menambahkan data terbaru kasus baru adalah dari 29 April, namun belum ada data uji yang sesuai. Kementerian Kesehatan merilis data hanya seminggu sekali, tetapi meskipun tampaknya ada data infeksi baru, belum ada data tes sejak 22 April.

“Jadi saya bertanya-tanya seperti apa tingkat tes positif dan seberapa banyak kita meremehkan jumlah infeksi baru,” kata Awang.

Kementerian Kesehatan mencuit pengingat pada Rabu bahwa mereka yang dites positif wajib mengkarantina diri mereka sendiri di rumah selama tujuh hari. Bebas karantina awal dapat dilakukan jika hasil tes negatif sejak hari keempat infeksi.

Lihat Juga |  Komisi Kejaksaan: Terdakwa Banding, JPU pun Wajib Banding

Negeri Jiran menghadapi gelombang mematikan pada pertengahan 2021 yang dipicu oleh varian Delta dari virus corona yang membuat banyak rumah sakit kehabisan persediaan oksigen dan tempat tidur.

Pada Agustus 2021, terlihat 632.982 infeksi, dengan kasus harian secara teratur mencapai di atas 20.000. Negara itu melaporkan 7.640 kematian terkait Covid-19 pada bulan yang sama, hampir dua kali lipat dari 3.854 yang tercatat pada Juli. (*)

Baca Juga

Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota

Polda Kepri Ungkap Penyelewengan Pertalite Pakai Surat Rekomendasi Dishub Batam: Kapal Diduga Fiktif, Kuota 30 Ribu Liter

Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin

Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi

Ratusan WNA Diduga Pelaku Scam dan Judol Digerebek di Baloi View Batam

redaksi 4/Mei/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

BP Batam Jelaskan Alasan Tolak Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar

Editor Oleh: Editor 4/Mei/2026
Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang
Kinerja Dishub Batam Dinilai Sempoyongan, Target Parkir Dipangkas ke Rp 24 Miliar
Perpanjangan UWT Ditolak, Warga Puskopkar Pertanyakan Sikap BP Batam
Terminal Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Meski Rampung Sejak 2022
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?