Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Mabes Polri dan Kompolnas Sepakat: DPO Thedy Johanis Harus Jadi Perhatian Ekstra Polisi
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Batam Perkuat Citra Ramah Investasi, Kanwil Imigrasi Komitmen Benahi Layanan TPI, SMSI Kepri Siap Dukung
22/Apr/2026
Royal Bintan Heritage Terkendala, Direktur PT ANP Harap Dukungan Pemkab untuk Kawasan Strategis Nasional
22/Apr/2026
Demi Percepatan Investasi Kawasan Strategis Nasional, Royal Bintan Heritage Sempat Beroperasi Sebelum Dihentikan Sementara
22/Apr/2026
Wanita di Batam Mengaku Kavelingnya Dicaplok dan Diintimidasi
21/Apr/2026
Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?
21/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Mabes Polri dan Kompolnas Sepakat: DPO Thedy Johanis Harus Jadi Perhatian Ekstra Polisi

Oleh: redaksi Terbit: 1/Jul/2024
DPO atas nama Thedy Johanis (kiri) dan Johanis (kanan), dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Kepri. [Foto: ist]

NewsNow.id, Batam – Mabes Polri lewat Karopenmas dan Kadiv Humas-nya merespons konfirmasi media ini terkait keberadaan dua DPO pengusaha properti yang kini tetiba bebas berkeliaran di Batam dari pelariannya sejak setahun lalu.

Dilansir BatamNow.com, Thedy Johanis dan ayahnya Johanis, keduanya buronan alias masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Kepri pada pertengahan 2023.

Bukan saja hanya masuk DPO, namun Mabes Polri sampai meminta penerbitan red notice interpol atas pelarian dua buronan warga Batam tersebut.

Selain buron dalam kasus dugaan penggelapan hak konsumen pada jual-beli ruko di Batam, sejumlah amunisi senjata api ditemukan di kantor Thedy, tatkala jajaran Mapolresta Barelang melakukan penggeledahan. Kejadian itu juga pada medio tahun 2023.

Setelah Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko merespons, hal yang sama juga datang dari Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Dr Sandi Nugroho.

Ditemui wartawan BatamNow.com di Jakarta, Sandi Nugroho mengatakan akan mengecek kasus dua buron itu.

“Masih harus kami cek dulu, apakah status DPO dan Red Notice tersangka masih berjalan. Saya tidak tahu pasti,” kata Irjen Sandi Nugroho, di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (01/07/2024).

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Dr Sandi Nugroho. [Foto: polri.go.id]

Kalau statusnya masih DPO, lanjutnya, maka pihak kepolisian harus memberi perhatian ekstra.

Lihat Juga |  Soroti Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan, LI Tipikor Minta Verifikasi KPK

“Tidak saja aktif mencari, tapi juga menggali informasi dari masyarakat, termasuk media, terkait keberadaan DPO tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, kalau memang benar DPO dikatakan sudah bebas berkeliaran di Batam, aparat harus segera mengejar di lapangan.

Sandi Nugroho meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang untuk lebih serius lagi menangani kasus tersebut.

Sandi Nugroho mengaku tak tahu hal ihwal di balik langgengnya DPO itu kembali ke Batam.

“Saya tidak tahu kalau begitu. Namun, aparat pun kan juga punya keterbatasan. Karenanya, informasi dari masyarakat dan media menjadi sangat penting untuk ditindaklanjuti,” serunya singkat sembari berlalu.

Sebelumnya, Brigjen Trunoyudo meminta Polresta Barelang menindaklanjuti temuan tersebut dan memeriksa Thedy Johanis terkait dugaan kepemilikan senjata api.

“Bila sudah ditemukan amunisi senjata api, aparat harus menindaklanjuti pemeriksaan dugaan kepemilikan senjata api dari yang bersangkutan,” seru Trunoyudo.

Bahkan dugaan kepemilikan senjata api juga sempat disinggung Trunoyudo.

“Kalau tidak ditemukan (senjata api), patut dipertanyakan untuk apa yang bersangkutan menyimpan amunisi senjata api begitu banyaknya,” tegasnya.

Warga sipil, katanya, tak bisa memiliki senjata api atau menyimpan amunisi senjata api secara ilegal.

“Warga harus mengajukan izin kepemilikan senjata api non organik yang biasa disebut dengan Izin Khusus Senjata Api (IKSHA). Harus memenuhi ketentuan dan sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Republik IndonesiaNo.Pol: Skep/82/II/2004,” kata Trunoyudo, Rabu (26/06/2024).

Lihat Juga |  KPK Bakal Usut Dugaan Aliran Uang Korupsi Lukas Enembe ke OPM

Polresta Barelang dan Polda Kepulauan Riau, menetapkan Thedy Johanis, Direktur PT Jaya Putra Kundur (JPK) bersama ayahnya Johanis masuk DPO sejak pertengahan tahun 2023.

Tapi, setahun sejak pelarian keduanya, kini buronan itu berkeliaran di Batam yang diperkirkan sejak enam bulan lalu.

Thedy Johanis (kaos hitam) bersama dua temannya saat di salah satu foodcourt di Batam, tiga hari lalu. [Foto: BatamNow]

Terkait keberadan Thedy dan Johanis belum ada penjelasan konkret dari Polresta Barelang dan Polda Kepri saat dikonfirmasi wartawan media ini.

Kepolisian di sini seperti senyap terkait munculnya dua buronan itu. Tak sekasak-kusuk dan seriuh kala Thedy dan Johanis kabur dari Batam.

Kala riuh pelarian dua buronan itu, tak hanya kepolisian yang kasak-kusuk.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam pun ikutan sempat bereaksi. Thedy dan Johanis masuk dalam sistem pengawasan imigrasi dan dicekal atas permintaan Polda Kepri.

Namun pencekalan Thedy dan Johanis hanya berlaku selama 20 hari terhitung sejak 15 Mei hingga 3 Juni 2023.

Dari referensi yang ditelusuri BatamNow.com, penetapan seseorang menjadi DPO, sesuai dengan Perkap 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana dan Perkaba No 3 Tahun 2014 tentang SOP.

Lihat Juga |  Kemenkeu Pecat Rafael Alun dan Copot Jabatan Eko Darmanto

Benny J Mamoto: Kalau Sudah di Batam Harusnya Ditangkap

Sementara itu, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny J Mamoto mengingatkan, seseorang yang ditetapkan sebagai DPO artinya, sudah memenuhi unsur-unsur. Setidaknya, tersangka benar-benar terlibat dalam suatu tindak pidana berdasarkan bukti-bukti yang cukup.

“Polisi, bahkan bekerja sama dengan interpol harus terus berupaya mendeteksi keberadaan tersangka. Demikian juga pihak keimigrasian tentu sudah diberi informasi terkait status seseorang sebagai buruan polisi dan interpol,” ungkap Benny, di Jakarta, hari ini, Senin (01/07/2024).

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny J Mamoto. [Foto: net]

Diakuinya, memang tidak mudah menangkap karena ada kecenderungan seorang tersangka yang masuk DPO dan Red Notice, sudah kabur ke luar negeri.

“Tapi kalau tersangka masih bolak-balik ke Batam, ya harusnya bisa ditangkap ya. Minimal dicegat saat pemeriksaan di imigrasi pelabuhan atau bandara. Patut diduga, tersangka menggunakan identitas palsu agar bisa keluar-masuk Batam dengan bebas,” tandasnya.

Dirinya meminta agar masyarakat proaktif menginformasikan ke polisi bilamana mungkin menemui tersangka atau mengetahui di mana yang bersangkutan tinggal ketika kembali di Batam. “Untuk menangkap tersangka, bisa saja Polda Kepri meminta bantuan Mabes Polri,” tukasnya. (*)

Baca Juga

Royal Bintan Heritage Terkendala, Direktur PT ANP Harap Dukungan Pemkab untuk Kawasan Strategis Nasional

Demi Percepatan Investasi Kawasan Strategis Nasional, Royal Bintan Heritage Sempat Beroperasi Sebelum Dihentikan Sementara

Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan

Azhari Hamid Kritisi SPPB Bea Cukai Batam atas Kontainer Limbah Elektronik Asal AS

Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor

redaksi 1/Jul/2024
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan Redaksi

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Editor Oleh: Editor 17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?