Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: PT Makmur Elok Graha Sebut Tak Akan Gusur Warga dan Kampung di Pulau Rempang
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
2/Jun/2026
PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor
2/Jun/2026
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
2/Jun/2026
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

PT Makmur Elok Graha Sebut Tak Akan Gusur Warga dan Kampung di Pulau Rempang

KERAMAT: Kampung Tidak Boleh Diubah

Oleh: redaksi Terbit: 28/Apr/2023

NewsNow.id, Batam – Pihak PT Makmur Elok Graha (MEG) menyebut tidak akan menggusur warga maupun kampung di Rempang bila mengembangkan pulau tersebut.

Melansir BatamNow.com, hal itu disampaikan oleh perwakilan PT MEG, Hadi yang hadir dalam satu pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan warga Rempang-Galang di Simpang Pantai Melayu, pada Rabu (26/04/2023).

“Kita adanya penataan, yang disebut penggusuran itu tidak ada. Penataan itu pun kita diskusi duduk bareng dengan warga-warga setempat,” ujar Hadi ketika diwawancarai BatamNow.com bersama beberapa tokoh masyarakat Rempang.

PT MEG, lanjut Hadi, akan mengakomodir juga warga yang berprofesi di bidang perkebunan dan terdampak pengembangan Rempang.

“Kita akan coba juga bantu mereka buat kawasan perkebunan dan aqua culture-nya untuk di lautnya,” jelasnya.

Perwakilan PT Makmur Elok Graha (MEG), Hadi. (F: BatamNow)

Dijelaskan, PT MEG akan mengembangkan 17.000 hektare lahan di Rempang-Galang dan sedang fokus untuk Pulau Rempang yang berada di antara Jembatan IV dan Jembatan V Barelang ini.

“Cuma kita sekarang fokus di Jembatan IV sampai Jembatan V. Kita penginnya sesegara mungkin untuk melaksanakan pembangunan di Rempang ini,” tukasnya.

Perwakilan PT Makmur Elok Graha (MEG), Hadi (pojok kiri) menemui tokoh masyarakat dan perwakilan warga Pulau Rempang, Kota Batam pada Rabu (26/04/2023). (F: BatamNow)

Sebelumnya, dalam diskusi yang sama, perwakilan warga Rempang yakni Gerisman Achmad menyampaikan bahwa mereka bersikukuh tidak mau bila kampung, penduduk juga lokasi pemakaman leluhur di sana digusur maupun direlokasi.

Lihat Juga |  Menkeu Purbaya Sebut Transfer ke Daerah Naik: Kepri Justru Turun Rp 536 Miliar

Bagi para warga Rempang, merelokasi sama saja dengan menggusur.

Intinya, kata Gerisman, tata letak rumah dan kampung mereka tidak boleh diubah.

“Yang kami minta, kampung sejarah kami tetap ada apalagi tadi dari pihak PT MEG mengatakan akan mereka tata. Tetapi tidak berubah dari situ,” tegas Gerisman yang juga Ketua Kekerabatan Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT).

Di Pulau Rempang terdapat 16 kampung tua yang dihuni warga Melayu sejak 1834. Gerisman menegaskan, warga menolak keras dipindah (direlokasi) dari kampung leluhur mereka yang telah menetap dan dimakamkan di sana, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia apalagi pembentukan Otorita Batam yang kini menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Lihat Juga |  Putusan MK: Belum 40 Tahun Asal Pernah Kepala Daerah Bisa Ikut Pilpres

Gerisman juga meminta BP Batam, Pemerintah Kota Batam maupun PT MEG turut melibatkan warga dalam perencanaan pengembangan Rempang. “Bukan kemauan sepihak dari BP Batam, dibuat masterplan terus kami semua dicampak ke Rempang Cate, itu kami menolak,” tegasnya.

Selain soal kampung, Gerisman meminta PT MEG juga nantinya memberikan solusi atas lahan-lahan perkebunan di Rempang maupun warga yang menggarapnya. “Karena sampai hari ini, penyuplai sayur-mayur ke Batam itu 60 persen ke Batam,” pintanya.

Ketua Kekerabatan Masyarakat Adat Tempatan (Keramat), Gerisman Achmad. (F: BatamNow)

Ia berkilas balik, keberadaan lahan perkebunan di Rempang tak lepas dari kelalaian pihak pemerintah yang tidak sedari awal memberitahu areal-areal hutan di pulau tersebut. Padahal, aku Gerisman, hal itu sudah pernah dia minta kepada kementerian terkait.

“Tolong dipasang tandanya apakah ini hutan buruh, hutan lindung, hutan sosial, hutan produksi, hutan konservasi, tapi tidak mereka lakukan. Yang anehnya lagi, ketika orang sudah panen, baru mereka datang pasang di atasnya kalau tidak salah saya baca ‘Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan’ umpama ‘dilarang membuat aktivitas ini dan begini dan melanggar ini begini. Kan cari penyakit namanya,” ujar Gerisman.

Lihat Juga |  Arab Saudi Buka Kasino, 2 Pulau Ini Jadi Tempat Para Turis Berjudi

Sebagaimana ramai diberitakan, peluncuran program Pulau Rempang sebagai pengembahan perekonomian baru di Batam digelar di Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/04).

PT MEG anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata itu kembali ke Rempang setelah hampir 18 tahun sempat tertunda.

Peluncuran (Launching) Program Pengembangan Pulau Rempang di Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/04/2023). (F: Dok. BP Batam)

Peluncuran program itu sekaligus penyerahan SK HPL kawasan Rempang oleh Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni kepada Kepala BP Batam Muhammad Rudi, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.

Menurut Rudi, BP Batam bakal menjadikan Pulau Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep “Green and Sustainable City”. Katanya, target investasi di pulau itu mencapai Rp 381 triliun dan akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 306 ribu orang. (*)

Baca Juga

Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700

Raja Situmorang Ditangkap Polisi

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

redaksi 28/Apr/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalInternasionalPeristiwaPilihan Redaksi

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Editor Oleh: Editor 2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?