Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Upaya ‘Bersih-bersih’ Erick Thohir Bisa Ambyar Gegara Dugaan Penggelapan Dirut Anak Usaha Holding BUMN Kesehatan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Ombudsman Kepri: Miris, Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Sejak 2022
27/Apr/2026
Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT
27/Apr/2026
“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”
27/Apr/2026
Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114
27/Apr/2026
Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai
27/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Upaya ‘Bersih-bersih’ Erick Thohir Bisa Ambyar Gegara Dugaan Penggelapan Dirut Anak Usaha Holding BUMN Kesehatan

Oleh: redaksi Terbit: 10/Mar/2023
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Upaya ‘bersih-bersih’ bagi semua perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir bisa ambyar gegara kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan Direktur Utama PT Farmalab Indoutama, anak perusahaan salah satu anggota Holding BUMN Kesehatan, Arie Genipa Suhendi.

Saat ini perkara tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan diregister dengan nomor: LP/B/946/II/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 20 Februari 2023.

Laporan polisi dilayangkan oleh Adhyatama Pradana Direktur Utama PT Joy Indo Medika, terkait utang pembelian alat-alat kesehatan senilai Rp390 juta. Barang-barang permintaan sudah dikirim, namun sudah berbulan-bulan tak kunjung dibayar oleh PT Farmalab.

Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penyelidikan polisi. Diduga Dirut PT Farmalab tersebut telah melanggar Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP.

“Kami sudah coba menagih kepada Farmalab Indoutama, namun tak kunjung dibayar juga sampai sekarang,” aku Adhyatama Pradana, ketika dikonfirmasi, Kamis (9/3/2023).

Lihat Juga |  Dua Bidang Tanah Cen Sui Lan di Batam Rp96 Miliar dari Rp 950 Juta: Dilapor ke KPK

Melihat gelagat tidak baik, PT Joy Indo Medika pun melaporkan Arie Genipa Suhendi dkk selaku Direksi PT Farmalab Indoutama ke polisi. “Ada dugaan terjadi penipuan dan/atau penggelapan yang dilakukan PT Farmalab Indoutama,” tambah Adhyatama.

Ketika dikonfirmasi, penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan Brigadir Andhika Prabowo membenarkan laporan polisi tersebut. Menurutnya, pemeriksaan pelapor baru akan dilakukan minggu depan.

“Laporan polisi baru kita terima limpahannya dari Polda Metro Jaya. Laporan tersebut baru dilengkapi administrasinya untuk dilakukan undangan klarifikasi ke pelapornya dulu,” aku Andhika di Polres Metro Jaksel, Kamis (9/3).

Tak hanya itu, sejumlah karyawan PT Farmalab Indoutama melalui suratnya yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir, menjelaskan, bahwa saat ini kondisi perusahaan sedang dalam situasi kritis dan siap-siap ditutup karena pengelolaan yang terkesan asal-asalan, tidak profesional, dan keuangan minus, berdasarkan hasil pemeriksaan auditor independen.

Lihat Juga |  Guru PNS dan PPPK Diizinkan Mengajar di Sekolah Swasta, Diatur Permendikdasmen Tahun 2025

Disampaikan pula bahwa PT Farmalab memiliki utang Rp24 miliar kepada rekanan/vendor yang belum terbayarkan hingga kini. Bahkan, ada dugaan Arie Genipa telah menjuat aset perusahaan sebesar Rp5,5 miliar tanpa seizin direksi lainnya dan komisaris, baik di PT Farmalab, PT Indo Global Medika, maupun PT Indofarma Tbk, selaku induk perusahaan.

Dari bocoran surat pemberitahuan opini audit PT Farmalab Indoutama oleh auditor independen diketahui, per 31 Desember 2022, perusahaan tersebut mengalami defisiensi modal sebesar Rp2,8 miliar lebih. Juga perusahaan memiliki liabilitas signifikan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga (utang usaha dan utang lain-lain) masing-masing sebesar Rp9.376.475.602 dan Rp13.455.038.109. Sedangkan saldo kas dan setara kas perusahaan hanya sebesar Rp24 juta lebih.

Untuk laporan keuangan PT Farmalab tahun buku 31 Desember 2022, pihak auditor dan Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo memberikan opini tidak menyatakan pendapat.

Lihat Juga |  Peneliti dan Koalisi Sipil: Selama Ini Indonesia Termakan Propaganda Rusia

Dirut Bio Farma selaku Induk Holding BUMN Kesehatan Honesti Basyir, enggan mengomentari jauh kasus tersebut. Ia masih mau melihat dulu duduk persoalannya secara jelas.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Industri Kesehatan Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara ketika ditanya mengaku, belum terinfo adanya kasus tersebut. “Saya akan cek ke Direksi PT Indofarma Tbk, yang menangani langsung,” ujarnya.

Dia menambahkan, bila memang terjadi tindakan yang melanggar hukum, tentunya Kementerian BUMN mendukung proses penyelesaiannya secara tuntas melewati proses hukum yang berlaku. “Kami selama ini juga sudah berulang kali meminta kepada seluruh jajaran BUMN untuk senantiasa menerapkan Good Corporate Governance (GCG) serta berintegritas,” tukasnya.

Hingga berita ini dinaikkan Arie Genipa Suhendi belum memberikan klarifikasi resmi. (RN)

Baca Juga

Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT

“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”

Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114

Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai

Royal Bintan Heritage Terkendala, Direktur PT ANP Harap Dukungan Pemkab untuk Kawasan Strategis Nasional

redaksi 10/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisInternasionalPilihan RedaksiPolitik

Royal Bintan Heritage Terkendala, Direktur PT ANP Harap Dukungan Pemkab untuk Kawasan Strategis Nasional

Editor Oleh: Editor 22/Apr/2026
Demi Percepatan Investasi Kawasan Strategis Nasional, Royal Bintan Heritage Sempat Beroperasi Sebelum Dihentikan Sementara
Batam Perkuat Citra Ramah Investasi, Kanwil Imigrasi Komitmen Benahi Layanan TPI, SMSI Kepri Siap Dukung
Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai
BNI Pematangsiantar Didemo, Warga Tuntut Dana Rp 4,2 Miliar
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?