Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: KPK Minta Erick Thohir Evaluasi Anak Perusahaan BUMN, Buntut Kasus Dirut Farmalab?
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

KPK Minta Erick Thohir Evaluasi Anak Perusahaan BUMN, Buntut Kasus Dirut Farmalab?

Oleh: redaksi Terbit: 12/Mar/2023
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. [Foto: Kompas.com]

NewsNow.id, Jakarta – Buntut serangkaian persoalan, termasuk kasus korupsi yang membelit sejumlah perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bereaksi keras.

Dengan tegas, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata meminta Menteri BUMN Erick Thohir melakukan evaluasi menyeluruh terhadap BUMN, termasuk anak dan cucu perusahaan yang tidak sehat. Bahkan, ia mendorong anak-cucu perusahaan pelat merah yang tidak sehat itu untuk dibubarkan.

“Tak ada gunanya kalau dipertahankan. Bagus ditutup, dibubarkan saja kalau keberadaannya tidak beri manfaat bagi pemerintah,” kata Alex, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/03/2023).

Dia mengaku, KPK telah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Dalam Negeri dalam menyikapi persoalan tersebut. “Harusnya BUMN dan BUMD itu sehat agar bisa menopang APBN dan APBD. Sayangnya, di banyak kasus justru keberadaan BUMN maupun anak dan cucunya serta BUMD itu malah membebani anggaran dalam berbagai bentuk, seperti bill out utang, atau penyertaan modal yang bersangkutan. Benar-benar tidak sehat,” tutur Alex.

Lihat Juga |  Kominfo 'Main Pingpong' Take Down Konten Judi Online

Kasus terbaru, Adhyatama Direktur Utama PT Joy Indo Medika melaporkan Direktur Utama PT Farmalab Indoutama, cucu perusahaan PT Bio Farma induk Holding BUMN Kesehatan, Arie Genapi Suhendi, ke polisi dengan kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Laporan teregister dengan nomor LP/B/946/II/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 20 Februari 2023. “Benar, kami sudah menerima laporan tersebut. Pemeriksaan pelapor akan dilakukan minggu depan,” ujar Brigadir Andhika Prabowo penyidik di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (10/03).

Menurut Adhyatama, Arie dilaporkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas belum dibayarnya barang-barang yang dikirim pihaknya sesuai permintaan Farmalab senilai Rp 390 juta. “Sudah berbulan-bulan tidak juga dibayar,” akunya.

Kondisi ini diperparah dengan laporan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik Kresno Indonesia yang menyatakan, per 31 Desember 2022, PT Farmalab Indoutama memiliki hutang sebesar Rp 22,8 miliar lebih dan saldo kas perusahaan hanya Rp 24 juta saja.

Lihat Juga |  Kemenag Rilis Jadwal Imsakiah Ramadan 1444 H/2023 M, Begini Cara Ceknya

Dalam opininya, auditor pun tidak menyatakan pendapat. Sebagai catatan auditor dituliskan, “Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian signifikan mengenai kemampuan perusahaan untuk mempertahankan hidupnya untuk jangka waktu yang pantas”.

Tak hanya itu, karyawan Farmalab pun mulai resah dan menyurati Dirut PT Bio Farma. Mereka menyatakan, bahwa Farmalab sedang dalam situasi kritis dan siap-siap ditutup. Diduga karena pengelolaan asal-asalan, tidak profesional, dan keuangan minus, hasil pemeriksaan auditor. Selain itu, para karyawan juga menduga Arie telah menjuat aset perusahaan senilai Rp 5,5 miliar tanpa seijin direksi/komisaris perusahaan maupun induk holding BUMN Kesehatan.

Terkait kasus dugaan penggelapan di Farmalab, dengan tegas Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN Carlo Brix Tewu mendukung penanganan kasus tersebut sampai tuntas.

“Terkait kasus ini kita mendukung penanganan dari Polda Metro,” ujar lulusan Akpol tahun 1985 dan Kapolda Sulawesi Utara periode 2010-2012 ini di Jakarta, Jumat (10/03).

Lihat Juga |  Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Carlo menegaskan, Kementerian BUMN tidak memberikan toleransi terhadap pengelolaan BUMN yang tidak sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). “Kami tidak toleransi. Akan kita usut tuntas dan telusuri kasus tersebut,” tegasnya.

Sementara Aditya Dhanwantara Asisten Deputi Bidang Industri Kesehatan Kementerian BUMN pun menyatakan hal yang sama. “Bila memang terjadi tindakan yang melanggar hukum, tentunya Kementerian BUMN mendukung proses penyelesaiannya secara tuntas melewati proses hukum yang berlaku,” tukasnya.

Sempat beredar isu, Arie mau dipromosikan menjadi Dirut PT Indofarma Global Medika (IGM), induk usaha PT Farmalab. Bahkan, konon dirinya didukung oleh salah seorang petinggi induk Holding BUMN Kesehatan. Ketika coba dikonfirmasi, Honesti Basyir tak kunjung menjawab pesan singkat yang dikirimkan.

Namun, dengan tegas karyawan Farmalab meminta Dirut PT Bio Farma mempertimbangkan kembali, bahkan membatalkan pencalonan tersebut demi kebaikan bersama. (RN)

Baca Juga

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

redaksi 12/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?