Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Menkominfo Diduga Minta Setoran Rp 500 Juta Per Bulan. Benarkah?
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Menkominfo Diduga Minta Setoran Rp 500 Juta Per Bulan. Benarkah?

Oleh: redaksi Terbit: 31/Mar/2023
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate. [Foto: ANTARA]

NewsNow.id, Jakarta – Dengan dalih untuk dana operasional tim pendukung menteri, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate diduga meminta setoran Rp 500 juta per bulan kepada Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kominfo Anang Achmad Latif dalam proyek pembangunan base transceiver station (BTS).

Hal tersebut terungkap dari dokumen pemeriksaan kasus korupsi BTS Bakti oleh Kejaksaan Agung.

Permintaan setoran itu disampaikan Menkominfo saat Anang menemuinya di ruang kerja menteri di lantai 7 Gedung Kementerian Komunikasi, sekitar Januari dan Februari 2021.

Di akhir pertemuan, Johnny menanyakan apakah Happy Endah Palupy, Kepala Bagian Tata Usaha Kominfo yang merangkap sebagai asisten Plate, sudah menyampaikan sesuatu kepada Anang. “Tentang dana operasional tim pendukung menteri sebesar Rp 500 juta per bulan untuk anak-anak kantor. Nanti Happy akan ngomong sama kamu,” kata Anang menyitir ucapan Johnny Plate.

Lihat Juga |  Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Anang pun menemui Irwan Hermawan untuk dicarikan solusi sekaligus memberikan informasi kepada siapa duit disetorkan. “Saya tidak tahu apakah permintaan dana operasional tersebut akhirnya dipenuhi atau tidak. Namun pada Februari 2021, Pak Menteri sempat bertanya mengenai duit operasional tersebut,” ujarnya.

Ketika itu, kata Anang, Johnny mengatakan, “Ini penting untuk kerja anak-anak”. Tapi sejak itu, Johnny tidak pernah bertanya lagi tentang uang setoran untuk operasional tersebut.

Pada sejumlah kesempatan Johnny Plate enggan banyak berkomentar. “Saya sudah memberi keterangan sebagai saksi. Terkait substansi, itu wewenang Kejaksaan Agung,” kata Johnny usai diperiksa Kejaksaan Agung, 15 Maret lalu.

Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah dua kali memeriksa Johnny Plate terkait kasus dugaan korupsi pembangunan menara BTS Bakti. Selain itu, adik kandung Johnny Plate, Gregorius Alex Plate, juga sempat diperiksa.

Lihat Juga |  Pemerintah Dorong Masyarakat Vaksin Booster Kedua Mulai Hari Ini

Saat ini Kejaksaan Agung sudah menetapkan lima tersangka yakni, Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Achmad Latif, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak Simanjuntak, Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia (2020) Yohan Suryanto, Account Director of Integrated PT Huawei Investment Mukti Ali, dan Komisaris PT Solitechmedia Synergy Irwan Hermawan. (RN)

Baca Juga

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Terdakwa Kera.

redaksi 31/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Editor Oleh: Editor 22/Okt/2026
Terdakwa Kera
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
Terdakwa Kera.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?