Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Beras Ilegal Banjiri Batam, DPR: Pemerintah Harus Bisa Tuntaskan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Beras Ilegal Banjiri Batam, DPR: Pemerintah Harus Bisa Tuntaskan

Oleh: redaksi Terbit: 23/Jan/2023
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dari Fraksi PKB. [Foto: Dok. PKB]

NewsNow.id, Jakarta – Ditengah upaya pemerintah mencukupi kebutuhan beras nasional dengan cara mengimpor dari sejumlah negara, faktanya beras ilegal masih terus masuk ke Indonesia. Salah satu daerah yang diduga menjadi surga penyelundupan beras adalah Batam, Kepulauan Riau.

Ironisnya, pemerintah sepertinya tutup mata terhadap persoalan itu. Kalaupun ada yang ditindak itu hanya sebagian kecil saja. “Batam 90% beras selundupan dari Vietnam. Saya sendiri juga ikut, kalau ga ikut saya mati. Di Batam untuk pulau-pulau sekitar,” kata pengusaha beras Bily Haryanto.

Kepala Sub Direktorat Penindakan, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Agung Widodo mengakui, penyelundupan di Kepulauan Riau lebih mudah dilakukan karena banyaknya pelabuhan tradisional yang tersebar di sana. “Diharapkan adanya sinergi antarlembaga pemerintah untuk menjaga pelabuhan tradisional dan daerah perbatasan. Ini sangat penting karena minimnya jumlah anggota Bea Cukai,” kata Agung, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

Lihat Juga |  Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dari Fraksi PKB mengakui, sulit sekali memberantas beras ilegal. Salah satunya lantaran pemerintah kurang cepat menutup jalur-jalur tikus yang digunakan oleh para penyelundup. “Kerja pemerintah tidak taktis dan berkesinambungan untuk menutup tempat-tempat (umumnya pelabuhan laut) yang digunakan untuk menyelundupkan beras ilegal,” ujarnya kepada NewsNow.id, di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Dia mengatakan, sebagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, tentu beras sangat dibutuhkan. Apalagi kalau dibanding harga beras yang dihasilkan petani Indonesia, beras ilegal biasanya lebih murah. Ini juga yang memicu banyak spekulan mengorder beras ilegal dan dipasarkan di Indonesia.

“Itu menjadi tanggung jawab pemerintah, baik Kementerian Pertanian maupun aparat penegak hukum untuk bagaimana menutup akses atau pintu masuk yang selama ini kerap digunakan para penyelundup. Kalau itu bisa ditutup, tentu bisa mendorong harga jual petani jadi lebih murah,” tukasnya.

Daniel melihat Kepri sebagai wilayah kepulauan memang rentan sebagai pintu masuk, tidak hanya beras, tapi juga barang-barang ilegal lainnya. “Pemerintah harus memperkuat pengamanan wilayah pelabuhan hingga laut di Kepri. Kalau memang ada pelabuhan-pelabuhan tikus, harus segera ditutup atau diamankan dengan ketat,” sarannya.

Baginya, maraknya penyelundupan juga lantaran permainan dari para mafia beras. “Harusnya pemerintah bisa melakukan upaya antisipasi, bukan melakukan pembiaran terhadap hal tersebut,” tukasnya. (RN)

Baca Juga

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

redaksi 23/Jan/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
PeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Editor Oleh: Editor 14/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?