Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Beras Ilegal Banjiri Batam, DPR: Pemerintah Harus Bisa Tuntaskan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba
13/Feb/2026
Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD
13/Feb/2026
Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak
13/Feb/2026
Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026
12/Feb/2026
BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?
12/Feb/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Beras Ilegal Banjiri Batam, DPR: Pemerintah Harus Bisa Tuntaskan

Oleh: redaksi Terbit: 23/Jan/2023
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dari Fraksi PKB. [Foto: Dok. PKB]

NewsNow.id, Jakarta – Ditengah upaya pemerintah mencukupi kebutuhan beras nasional dengan cara mengimpor dari sejumlah negara, faktanya beras ilegal masih terus masuk ke Indonesia. Salah satu daerah yang diduga menjadi surga penyelundupan beras adalah Batam, Kepulauan Riau.

Ironisnya, pemerintah sepertinya tutup mata terhadap persoalan itu. Kalaupun ada yang ditindak itu hanya sebagian kecil saja. “Batam 90% beras selundupan dari Vietnam. Saya sendiri juga ikut, kalau ga ikut saya mati. Di Batam untuk pulau-pulau sekitar,” kata pengusaha beras Bily Haryanto.

Kepala Sub Direktorat Penindakan, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Agung Widodo mengakui, penyelundupan di Kepulauan Riau lebih mudah dilakukan karena banyaknya pelabuhan tradisional yang tersebar di sana. “Diharapkan adanya sinergi antarlembaga pemerintah untuk menjaga pelabuhan tradisional dan daerah perbatasan. Ini sangat penting karena minimnya jumlah anggota Bea Cukai,” kata Agung, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023).

Lihat Juga |  Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dari Fraksi PKB mengakui, sulit sekali memberantas beras ilegal. Salah satunya lantaran pemerintah kurang cepat menutup jalur-jalur tikus yang digunakan oleh para penyelundup. “Kerja pemerintah tidak taktis dan berkesinambungan untuk menutup tempat-tempat (umumnya pelabuhan laut) yang digunakan untuk menyelundupkan beras ilegal,” ujarnya kepada NewsNow.id, di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Dia mengatakan, sebagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, tentu beras sangat dibutuhkan. Apalagi kalau dibanding harga beras yang dihasilkan petani Indonesia, beras ilegal biasanya lebih murah. Ini juga yang memicu banyak spekulan mengorder beras ilegal dan dipasarkan di Indonesia.

“Itu menjadi tanggung jawab pemerintah, baik Kementerian Pertanian maupun aparat penegak hukum untuk bagaimana menutup akses atau pintu masuk yang selama ini kerap digunakan para penyelundup. Kalau itu bisa ditutup, tentu bisa mendorong harga jual petani jadi lebih murah,” tukasnya.

Daniel melihat Kepri sebagai wilayah kepulauan memang rentan sebagai pintu masuk, tidak hanya beras, tapi juga barang-barang ilegal lainnya. “Pemerintah harus memperkuat pengamanan wilayah pelabuhan hingga laut di Kepri. Kalau memang ada pelabuhan-pelabuhan tikus, harus segera ditutup atau diamankan dengan ketat,” sarannya.

Baginya, maraknya penyelundupan juga lantaran permainan dari para mafia beras. “Harusnya pemerintah bisa melakukan upaya antisipasi, bukan melakukan pembiaran terhadap hal tersebut,” tukasnya. (RN)

Baca Juga

Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba

Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026

BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?

redaksi 23/Jan/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPilihan RedaksiPolitik

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Editor Oleh: Editor 10/Feb/2026
Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Mengakses Titik Kebakaran di Bukit Hutan Mata Kucing
Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer
Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci, Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri
Terkait Status Lapak Parkir K Square Mall, Kadishub Batam Tidak Merespon Pesan Wali Kota Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?