Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Ketua KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan Kades
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif
19/Okt/2026
Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang
18/Okt/2026
Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali
17/Okt/2026
PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
14/Sep/2026
Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum
11/Sep/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Ketua KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan Kades

Oleh: redaksi Terbit: 21/Mar/2023
Gedung KPK. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Jual beli jabatan Kepala Desa kian marak, tarifnya mencapai Rp 25 juta.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, di Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2023).

“Bupati mematok tarif Rp 25 juta untuk menandatangani surat keputusan (SK) pengangkatan penjabat kepala desa,” ujar Firli.

Menurutnya, uang tersebut harus dibayarkan harus dibayar sebelum SK itu ditandatangani oleh bupati.

“Sampai penjabat kepala desa pun ada nilainya. Sebelum ditandatangani surat keputusan pengangkatan, penjabat kepala desa diwajikan menyetor Rp 25 juta,” kata Firli.

Dijelaskan, dalam suatu wilayah jumlahnya bisa mencapai 364 desa. Artinya, ada 364 penjabat kepala desa yang di SK-kan. “Bisa dibayangkan kalau satu kabupaten desanya lebih dari 364 desa,” tuturnya.

Lihat Juga |  Menkominfo Johnny G Plate Ditahan, Jadi Tersangka Kasus Korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo

Firli menegaskan, tak hanya itu, bupati juga diduga memungut tarif sewa tanah aset desa atau bengkok sebesar Rp 5 juta per hektare.

“Kalau desa itu memiliki 10 hektare, maka penggarap harus menyewa kepada kepala desa Rp 50 juta,” urainya.

KPK pernah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Nasdem. Mereka diduga melakukan jual beli jabatan di Kabupaten Probolinggo pada 2021. (RN)

Baca Juga

Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif

Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang

Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali

PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum

redaksi 21/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali

Editor Oleh: Editor 17/Okt/2026
Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif
Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?