Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
2/Jun/2026
PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor
2/Jun/2026
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
2/Jun/2026
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Oleh: Editor Terbit: 17/Apr/2026
Jonathan Tahrir (kelima dari kiri) dalam acara peletakan batu pertama rumah sakit Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang

Newsnow.id, Batam – Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional oleh Mayapada Healthcare di kawasan KEK Sekupang, Batam, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pantauan Newsnow.id di Sekupang, tepatnya di sudut jalan menuju Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam), lahan seluas 2,9 hektare yang direncanakan menjadi lokasi proyek masih dalam kondisi kosong.

Area tersebut dipagari seng setinggi sekitar dua meter dengan pintu yang selalu tertutup. Saat dikonfirmasi di lokasi, tidak tampak aktivitas maupun petugas yang berjaga.

Di dalam area hanya terlihat sebuah bangunan sementara berupa direksi keet, tanpa tanda-tanda kegiatan konstruksi.

Kondisi ini kontras dengan ambisi besar proyek Mayapada Apollo Batam International Hospital yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon wisata kesehatan di Batam.

Lihat Juga |  Habib Bahar bin Smith Dilaporkan Ditembak Orang Tak Dikenal

Rumah sakit ini direncanakan berdiri di atas lahan 2,9 hektare, dengan tahap awal pembangunan seluas 1,68 hektare dan target penyelesaian pada 2027.

Proyek yang ditaksir menelan investasi sekitar Rp 2 triliun ini merupakan kolaborasi antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals, dengan fokus layanan pada kardiologi, onkologi, dan ortopedi.

Selain itu, rumah sakit ini dirancang mengusung konsep green hospital, terdiri dari 11 lantai, satu semi-basement, serta kapasitas hingga 250 tempat tidur.

Fasilitas ini ditargetkan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di kawasan KEK, mengikuti pengembangan rumah sakit serupa di KEK Sanur, Bali.

Namun demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan pembangunan belum berjalan akibat sejumlah kendala. Salah satu sumber menyebut adanya keterbatasan pendanaan di internal Mayapada Group.

Lihat Juga |  Lucu! Kasus 303, Hakim Vonis Kasir Judi 16 Bulan Penjara Tapi Pemiliknya Cuma 12 Bulan

Sementara sumber lain mengungkap persoalan legalitas lahan yang belum sepenuhnya tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mayapada Hospital yang dikonfirmasi melalui email [email protected] belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi itu dikirimkan melalui email dikarenakan kantor Mayapada Hospital belum ada di Batam.

Hal serupa juga terjadi pada Direktur Pengolahan Lahan BP Batam, Harlas Buana, yang belum merespons konfirmasi terkait status lahan.

Sebelumnya, Mayapada juga sempat merencanakan pengambilalihan operasional RSBP Batam yang lokasinya tidak jauh dari area proyek.

Proyek ini sejak awal dipromosikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian layanan kesehatan sekaligus menekan arus pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Kehadiran rumah sakit internasional di KEK pariwisata dan kesehatan Batam bahkan disebut mampu menahan potensi kebocoran devisa hingga ratusan triliun rupiah.

Lihat Juga |  DPD RI Bakal Panggil Wali Kota dan BP Batam Tuntaskan Masalah Warga Rempang

Seremoni peletakan batu pertama pada akhir Agustus 2025 dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan perwakilan Dewan Nasional KEK.

Saat itu, proyek ini disebut sebagai langkah strategis menjadikan Batam sebagai pusat investasi sekaligus destinasi wisata kesehatan.

Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum berbanding lurus dengan besarnya rencana yang telah diumumkan. (A/Red)

Baca Juga

Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700

Raja Situmorang Ditangkap Polisi

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

Editor 17/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalInternasionalPeristiwaPilihan Redaksi

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Editor Oleh: Editor 2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?