Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Oleh: Editor Terbit: 17/Apr/2026
Jonathan Tahrir (kelima dari kiri) dalam acara peletakan batu pertama rumah sakit Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang

Newsnow.id, Batam – Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional oleh Mayapada Healthcare di kawasan KEK Sekupang, Batam, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pantauan Newsnow.id di Sekupang, tepatnya di sudut jalan menuju Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam), lahan seluas 2,9 hektare yang direncanakan menjadi lokasi proyek masih dalam kondisi kosong.

Area tersebut dipagari seng setinggi sekitar dua meter dengan pintu yang selalu tertutup. Saat dikonfirmasi di lokasi, tidak tampak aktivitas maupun petugas yang berjaga.

Di dalam area hanya terlihat sebuah bangunan sementara berupa direksi keet, tanpa tanda-tanda kegiatan konstruksi.

Kondisi ini kontras dengan ambisi besar proyek Mayapada Apollo Batam International Hospital yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon wisata kesehatan di Batam.

Lihat Juga |  Beras Bansos 10 Kg Segera Disalurkan, Ini Syarat Penerimanya

Rumah sakit ini direncanakan berdiri di atas lahan 2,9 hektare, dengan tahap awal pembangunan seluas 1,68 hektare dan target penyelesaian pada 2027.

Proyek yang ditaksir menelan investasi sekitar Rp 2 triliun ini merupakan kolaborasi antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals, dengan fokus layanan pada kardiologi, onkologi, dan ortopedi.

Selain itu, rumah sakit ini dirancang mengusung konsep green hospital, terdiri dari 11 lantai, satu semi-basement, serta kapasitas hingga 250 tempat tidur.

Fasilitas ini ditargetkan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di kawasan KEK, mengikuti pengembangan rumah sakit serupa di KEK Sanur, Bali.

Namun demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan pembangunan belum berjalan akibat sejumlah kendala. Salah satu sumber menyebut adanya keterbatasan pendanaan di internal Mayapada Group.

Lihat Juga |  Penambang Nikel Dorong Integrasi Ekonomi Indonesia di ASEAN

Sementara sumber lain mengungkap persoalan legalitas lahan yang belum sepenuhnya tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mayapada Hospital yang dikonfirmasi melalui email [email protected] belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi itu dikirimkan melalui email dikarenakan kantor Mayapada Hospital belum ada di Batam.

Hal serupa juga terjadi pada Direktur Pengolahan Lahan BP Batam, Harlas Buana, yang belum merespons konfirmasi terkait status lahan.

Sebelumnya, Mayapada juga sempat merencanakan pengambilalihan operasional RSBP Batam yang lokasinya tidak jauh dari area proyek.

Proyek ini sejak awal dipromosikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian layanan kesehatan sekaligus menekan arus pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Kehadiran rumah sakit internasional di KEK pariwisata dan kesehatan Batam bahkan disebut mampu menahan potensi kebocoran devisa hingga ratusan triliun rupiah.

Lihat Juga |  Korlantas Polri Pastikan BPKB Elektronik Pakai Chip Meluncur Tahun Ini

Seremoni peletakan batu pertama pada akhir Agustus 2025 dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan perwakilan Dewan Nasional KEK.

Saat itu, proyek ini disebut sebagai langkah strategis menjadikan Batam sebagai pusat investasi sekaligus destinasi wisata kesehatan.

Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum berbanding lurus dengan besarnya rencana yang telah diumumkan. (A/Red)

Baca Juga

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

Editor 17/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisInternasionalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.

Editor Oleh: Editor 12/Apr/2026
Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar
Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?