Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pantas Jokowi Sedih, RI Kehilangan Rp 161 Triliun Gegara Ini!
Notifikasi Lainnya
Terbaru
PNBP Tertinggi BP Batam dari Usaha Air Minum: Hantarkan BP Batam ‘Mandiri Fiscal’
22/Jun/2026
Sthefani: Anggaran BP Batam Masuk Mekanisme APBN, Meski Pendanaan Berbasis PNBP
22/Jun/2026
Jadi Tersangka Usai Berulang Kali Aniaya Anak
22/Jun/2026
Tragis, Pemuda Tewas Dikeroyok Anggota Ormas di Siantar
22/Jun/2026
Di Balik Penundaan Tarif Baru Layanan Peti Kemas, Muncul Isu Pengusaha Berniat Pindah ke LN, BP Batam Membantah
19/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pantas Jokowi Sedih, RI Kehilangan Rp 161 Triliun Gegara Ini!

Oleh: redaksi Terbit: 2/Nov/2022
Presiden Joko Widodo (Jokowi). [Foto: Reuters]

NewsNow.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak dapat menutupi rasa kesedihannya setelah mengetahui banyak segelintir orang kaya dan mampu yang memilih berobat ke luar negeri ketimbang di dalam negeri.

Bepergian ke luar negeri, apalagi plesiran memang menjadi hak semua orang. Namun tak disangka, hal tersebut justru membuat Jokowi sedikit gusar, lantaran devisa yang keluar dari negara jumlahnya tak sedikit.

“Saya tuh paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri,” kata Jokowi, seperti dikutip pada Rabu (2/11/2022).

Jokowi lantas merinci negara-negara yang kerap didatangi orang kaya berobat ke luar negeri. Mulai dari Amerika Serikat (AS), Singapura, Jepang, bahkan negara tetangga yang jaraknya begitu dekat dari Indonesia seperti Malaysia.

Lihat Juga |  Ketua DPD Partai Hanura Kepri: Tak Ada Penambahan Rekomendasi Calon Ketua DPC Batam

“Berapa capital outflow kita, uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan keluar negeri? Lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya,” tukas Jokowi.

Kesedihan Jokowi bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, fasilitas kesehatan di dalam negeri sejatinya sudah cukup mumpuni, dan tak kalah dibandingkan fasilitas kesehatan yang ada di luar negeri.

Harus diakui, Isu maraknya pasien yang berobat ke luar negeri sudah muncul sejak bertahun-tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan nilai uang yang keluar lebih besar lagi, total pengeluaran pasien RI mencapai Rp161 triliun/tahun (US$11,5 miliar/tahun) .

Hingga 80% kunjungan pasien yang bertolak ke luar negeri tujuannya adalah ke Malaysia. Jumlah pasien yang pergi ke luar negeri pun tidak sedikit, mencapai 1 juta orang per tahun.

Lihat Juga |  Romo Paschal Tepis Isu Bargaining di Balik Pencabutan Laporan Wakabinda Kepri

Gambarannya, di tahun 2006 terdapat 350 ribu orang pasien, tahun 2015 melonjak menjadi 600 ribu pasien, kini mencapai 1 juta. Artinya, jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri mengalami peningkatan sekitar 200% selama 50 tahun terakhir.

Rumah sakit di dalam negeri pun mulai bergerak dengan menawarkan fasilitas yang bisa menangani pasien.

Memang tidak mudah karena harus mengeluarkan biaya yang juga tidak sedikit. Seperti salah satu rumah sakit di Bintaro yang mendatangkan alat kesehatan dengan biaya mencapai Rp69 miliar, alkes ini pun menjadi salah satu termahal yang ada di RI.

“Saya ngotot untuk mendatangkan alat ini supaya orang tidak perlu lagi ke luar negeri, Eropa atau Amerika karena di Indonesia sudah ada. Bahkan ini pertama di Asia Tenggara, di Penang sama Singapura aja belum ada. Jadi mendukung program pemerintah,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Premier Bintaro dr. Martha ML Siahaan. (*)

sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga

PNBP Tertinggi BP Batam dari Usaha Air Minum: Hantarkan BP Batam ‘Mandiri Fiscal’

Sthefani: Anggaran BP Batam Masuk Mekanisme APBN, Meski Pendanaan Berbasis PNBP

Jadi Tersangka Usai Berulang Kali Aniaya Anak

Tragis, Pemuda Tewas Dikeroyok Anggota Ormas di Siantar

Di Balik Penundaan Tarif Baru Layanan Peti Kemas, Muncul Isu Pengusaha Berniat Pindah ke LN, BP Batam Membantah

redaksi 2/Nov/2022
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisHukum & KriminalInternasionalPeristiwaPolitik

Demo Mahasiswa Batam Memanas Usai Oknum Polisi Diduga Memaki

Editor Oleh: Editor 19/Jun/2026
Empat WNA dan Tiga WNI Jadi Terdakwa Kasus Kebakaran Kapal Federal II Jilid Dua
Rikson: Batam adalah Kota Perantau, Persoalan Kriminalitas Tak Selesai Hanya dengan Pendekatan Administratif
Tragis, Pemuda Tewas Dikeroyok Anggota Ormas di Siantar
Di Balik Penundaan Tarif Baru Layanan Peti Kemas, Muncul Isu Pengusaha Berniat Pindah ke LN, BP Batam Membantah
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?