Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Ngeri! Warga Terpaksa Tampung Air Hujan, Bukti BP Batam Tak Becus Kelola SPAM
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Ngeri! Warga Terpaksa Tampung Air Hujan, Bukti BP Batam Tak Becus Kelola SPAM

Oleh: redaksi Terbit: 23/Jan/2023
Warga di Kota Batam, Kepulauan Riau, terpaksa menampung air hujan sebab air dari SPAM tak mengalir, Senin (23/1/2023). [Foto: Facebook]

Persoalan SPAM di Batam, mencuat tajam akhir-akhir ini. Bahkan, sejumlah warga di Kecamatan Nongsa, mereka terpaksa mengambil air dari kubangan untuk kebutuhan sehari-hari sebab air tak mengalir sejak Sabtu (21/1).

Pantauan BatamNow.com yang turun ke lokasi, Minggu (22/1), kubangan itu adalah bekas galian yang menampung air hujan, terletak di tepi Jalan Hang Tuah dari arah bandara menuju simpang Batu Besar di Nongsa.

Ada 3 kubangan berisi air di areal tanah bauksit itu. Warga hilir mudik mengendarai sepeda motor maupun mobil membawa galon, jeriken atau wadah kosong lainnya.

“Terpaksa, sudah dua hari air mati. Ini dipakai buat mandi, cuci piring, kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk minum nggak berani, pakai air galon isi ulang,” kata Maemunnah, warga Perumahan Permata Bandara ke BatamNow.com, Minggu sore.

Lihat Juga |  Jokowi: Larangan Buka Puasa Bersama Hanya untuk Internal Pemerintah, Bukan Masyarakat Umum

Ketidakbecusan pengelolaan SPAM di Batam mengundang reaksi keras dari warga, ditambah lagi keinginan Rudi menaikkan tarif air minum. Warga begitu marah dan menduga ada sesuatu di balik keinginan Rudi menaikkan tarif air minum. Apalagi, ada rencana Rudi maju sebagai Calon Gubernur Kepri pada Pilkada 2024 nanti dan istrinya Marlin Agustina kabarnya mau maju sebagai Anggota DPR RI atau Wali Kota Batam. Diduga, upaya menaikan tarif air minum ada kaitannya dengan kumpul-kumpul cuan.

Merujuk pada PP 125/2015, BP Batam diduga telah melanggar hak asasi manusia akan pemenuhan kebutuhan dasar manusia yakni, air bersih dan atau air minum.

Gangguan suplai air menjadi salah satu contoh ketidakberesan BP Batam mengelola SPAM. Di wilayah lain, warga harus menunggu jam 01.00 WIB – 04.00 WIB, dini hari, untuk mendapat air minum. Setelah itu, mati total. Kabarnya, itu berlangsung sejak 2017 silam. Setiap harinya, sementara para petinggi BP Batam maupun mitranya PT Air Batam Hilit tidur nyenyak sembari bermimpi indah, sebagian warga Batam harus menunggu air mengalir. (RN)

Sebelumnya12

Baca Juga

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Tanah di Batam Capai Rp 8 Juta per M²

redaksi 23/Jan/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?