Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Ngeri! Warga Terpaksa Tampung Air Hujan, Bukti BP Batam Tak Becus Kelola SPAM
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali
17/Okt/2026
PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
14/Sep/2026
Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum
11/Sep/2026
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Ngeri! Warga Terpaksa Tampung Air Hujan, Bukti BP Batam Tak Becus Kelola SPAM

Oleh: redaksi Terbit: 23/Jan/2023
Warga di Kota Batam, Kepulauan Riau, terpaksa menampung air hujan sebab air dari SPAM tak mengalir, Senin (23/1/2023). [Foto: Facebook]

Persoalan SPAM di Batam, mencuat tajam akhir-akhir ini. Bahkan, sejumlah warga di Kecamatan Nongsa, mereka terpaksa mengambil air dari kubangan untuk kebutuhan sehari-hari sebab air tak mengalir sejak Sabtu (21/1).

Pantauan BatamNow.com yang turun ke lokasi, Minggu (22/1), kubangan itu adalah bekas galian yang menampung air hujan, terletak di tepi Jalan Hang Tuah dari arah bandara menuju simpang Batu Besar di Nongsa.

Ada 3 kubangan berisi air di areal tanah bauksit itu. Warga hilir mudik mengendarai sepeda motor maupun mobil membawa galon, jeriken atau wadah kosong lainnya.

“Terpaksa, sudah dua hari air mati. Ini dipakai buat mandi, cuci piring, kebutuhan sehari-hari. Kalau untuk minum nggak berani, pakai air galon isi ulang,” kata Maemunnah, warga Perumahan Permata Bandara ke BatamNow.com, Minggu sore.

Lihat Juga |  Yulce Tuding KPK Penyebab Menurunnya Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

Ketidakbecusan pengelolaan SPAM di Batam mengundang reaksi keras dari warga, ditambah lagi keinginan Rudi menaikkan tarif air minum. Warga begitu marah dan menduga ada sesuatu di balik keinginan Rudi menaikkan tarif air minum. Apalagi, ada rencana Rudi maju sebagai Calon Gubernur Kepri pada Pilkada 2024 nanti dan istrinya Marlin Agustina kabarnya mau maju sebagai Anggota DPR RI atau Wali Kota Batam. Diduga, upaya menaikan tarif air minum ada kaitannya dengan kumpul-kumpul cuan.

Merujuk pada PP 125/2015, BP Batam diduga telah melanggar hak asasi manusia akan pemenuhan kebutuhan dasar manusia yakni, air bersih dan atau air minum.

Gangguan suplai air menjadi salah satu contoh ketidakberesan BP Batam mengelola SPAM. Di wilayah lain, warga harus menunggu jam 01.00 WIB – 04.00 WIB, dini hari, untuk mendapat air minum. Setelah itu, mati total. Kabarnya, itu berlangsung sejak 2017 silam. Setiap harinya, sementara para petinggi BP Batam maupun mitranya PT Air Batam Hilit tidur nyenyak sembari bermimpi indah, sebagian warga Batam harus menunggu air mengalir. (RN)

Sebelumnya12

Baca Juga

Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali

PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

redaksi 23/Jan/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?