Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Warga Rempang Lanjutkan Perjuangan di Aksi Kamisan di Depan Istana
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Warga Rempang Lanjutkan Perjuangan di Aksi Kamisan di Depan Istana

Oleh: redaksi Terbit: 16/Agu/2024
Siti Hawa warga Pulau Rempang berfoto bersama Maria Catarina Sumarsih (kiri) dalam Aksi Kamisan, di Jakarta, Kamis (15/8/2024) sore. [Foto: Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang]
Warga Rempang ikut dalam Aksi Kamisan, di Jakarta, Kamis (15/8/2024). [Foto: Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang]
Geser ke Samping 1/5

NewsNow.id, Jakarta – Perjuangan warga Pulau Rempang melawan ancaman penggusuran terus berlanjut dengan partisipasi mereka dalam Aksi Kamisan edisi ke-827 di depan Istana Negara pada Kamis (15/8/2024) petang.

Sebelum ini, warga Rempang telah melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok dan Kantor Kementerian Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu (14/8). Mereka menyuarakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City yang berencana merelokasi komunitas lokal dari kampung halaman mereka.

Keikutsertaan dalam Aksi Kamisan ini merupakan salah satu dari banyak langkah yang diambil oleh warga Pulau Rempang yang telah hampir satu tahun terlibat dalam konflik agraria dengan pemerintah. Konflik ini dipicu oleh rencana pembangunan PSN Rempang Eco-City di wilayah mereka.

Dalam aksi tersebut, warga mengenakan pakaian serba hitam dan membawa poster-poster dengan pesan perjuangan.

Lihat Juga |  50 Tahun, HKTI Dorong Modernisasi Alsintan Menuju Kemandirian Pangan

Sani Rio, salah satu warga Rempang yang ikut dalam aksi ini, merasa tergerak untuk hadir dan berbagi cerita tentang perjuangan mereka.

Dengan memegang poster bertuliskan “Hentikan Intimidasi Kepada Masyarakat Rempang”, ia menyampaikan bahwa dirinya dan warga lainnya terus berjuang demi mempertahankan hak untuk hidup di tanah leluhur mereka.

“Dengan niat hati untuk membela nenek saya, mamak saya dan saudara-saudara saya, maka saya berani untuk berdiri di sini,” ungkap Sani Rio.

Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah terhadap mereka semakin berkurang. Hak-hak yang seharusnya mereka terima hilang begitu saja karena menolak rencana PSN Rempang Eco-City yang akan menggusur kampung mereka yang telah dihuni turun-temurun selama ratusan tahun.

Lihat Juga |  Demi Kemajuan Dunia Konstruksi Indonesia, Fandy Iood Ciptakan Mars APPEKNAS

“Pembangunan yang seharusnya untuk kami, seharusnya mereka tahu berapa banyak yang harus diperhatikan, ternyata tidak,” katanya.

Yani, seorang warga Pulau Rempang lainnya, juga menyampaikan refleksi tentang makna kemerdekaan bagi mereka yang kini terancam penggusuran oleh pemerintah.

“Bagi kami, merdeka itu ketika kampung kami dibebaskan dari ancaman pemerintah,” ujarnya.

Yani menjelaskan bahwa kampung di Pulau Rempang bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga identitas mereka sebagai Bangsa Melayu. Upaya mereka mempertahankan kampung adalah bagian dari menjaga eksistensi sebagai orang Melayu di pesisir Batam.

“Kampung kami bukan hanyalah tempat tinggal, tetapi identitas kami sebagai warga Melayu. Kalau kami tidak punya kampung, kami bukanlah Orang Melayu,” tegasnya.

Di tengah aksi, peserta Aksi Kamisan edisi ke-827 menggemakan dukungan untuk warga Pulau Rempang dengan teriakan “Rempang Melawan” yang disambut dengan “Tolak Relokasi” berulang-ulang.

Lihat Juga |  Waspada! Gelombang Baru Covid Hantam Tetangga RI, RS Penuh

Warga Pulau Rempang juga berkesempatan bertemu langsung dengan Maria Catarina Sumarsih, pegiat Aksi Kamisan yang menginisiasi aksi ini sejak 2007. Mereka saling berbagi dukungan dan doa untuk perjuangan konstitusional yang sedang mereka jalani, meskipun baru pertama kali bertemu.

Selain warga Rempang, refleksi dalam Aksi Kamisan kali ini juga disampaikan oleh perwakilan dari Bali dan Jakarta. Acara ditutup dengan puisi, nyanyian, dan doa.

Sebagai informasi, Aksi Kamisan telah berlangsung selama 17 tahun, sejak pertama kali digelar pada 18 Januari 2007, sebagai bentuk tuntutan terhadap keadilan hak asasi manusia (HAM) di depan Istana Merdeka, Jakarta. (*)

Baca Juga

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

redaksi 16/Agu/2024
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
PeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Editor Oleh: Editor 14/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?