Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: CSIS: Pembangunan BTS di Wilayah 3T Harus Dilanjutkan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

CSIS: Pembangunan BTS di Wilayah 3T Harus Dilanjutkan

Oleh: redaksi Terbit: 9/Feb/2023
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. [Foto Dok. CSIS]

NewsNow.id, Jakarta – Kasus dugaan korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung, seharusnya tidak menghalangi pembangunan infrastruktur digital, khususnya di wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. “Digitalisasi merupakan salah satu aspek penting dalam pemulihan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah 3T. Karenanya, pembangunan infrastruktur ini jangan sampai berhenti hanya karena tengah dalam proses kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah ditangani pihak Kejagung,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima NewsNow.id, di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Yose menilai, infrastruktur adalah salah satu hal yang sangat penting untuk menunjang ekonomi digital. Menurutnya, guna mendorong digitalisasi setidaknya dibutuhkan berbagai hal, seperti infrastruktur digital, sumber daya manusia yang mumpuni, dan regulasi.

Lihat Juga |  4 Calon Kuat Jadi Menpora, Aktivis Muda Papua Dukung Ini

Dikatakannya, infrastruktur seluler sudah cukup baik, meskipun ada sejumlah masalah terhadap adaptasi pada teknologi lebih canggih. “Berbagai negara sudah menggunakan teknologi generasi kelima (5G), tetapi banyak daerah di Indonesia masih menggunakan jaringan teknologi generasi ketiga (3G),” urainya.

Untuk itu, sambungnya, pemerintah harus lebih memperhatikan potensi teknologi dan jaringan seluler.

Diakuinya, banyak ganjalan dalam proses pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital di Indonesia. Namun, program pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan transformasi digital harus tetap dijalankan. Jika mandek, justru akan merugikan masyarakat.

“Pemerintah pun perlu meningkatkan pembangunan BTS di tempat-tempat yang belum banyak memiliki jaringan tersebut, seperti di wilayah 3T. Sudah seharusnya diberikan support dan disubsidi pembangunannya, jika dibangun di tempat yang sulit seperti wilayah 3T,” seru Yose.

Lihat Juga |  Turis India Kehilangan Barang di Feri Malaysia Tujuan Batam, Dideportasi Sebelum Bisa Melapor

Saat ini, khususnya di masa periode kedua pemerintahan Jokowi 2019-2024, pemerintah memang sedang berupaya mempercepat pembangunan konektivitas digital hingga pelosok Nusantara.

Data menunjukkan, terdapat 83.218 desa di seluruh Indonesia. Sebanyak 84,9% desa sudah tersambung internet, tapi 15,1% desa atau 12.548 desa belum. Mayoritas desa yang belum tersebut berada di wilayah 3T, yaitu sebanyak 73%. Hanya 27% desa berada di daerah non-3T.

BTS merupakan suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator.

Sejak 2021, Presiden Joko Widodo sudah meminta agar pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dipercepat. Tujuannya agar terjadi pemerataan digital di seluruh wilayah Indonesia.

Lihat Juga |  Polemik Dana Haji, Pemerintah Patok Rp69 Juta Pakar Bilang Cukup Rp40 Juta

Untuk meminimalkan kesenjangan digital tersebut, terutama di wilayah 3T, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki program strategis percepatan pembangunan BTS 4G. Program tersebut merupakan satu dari empat Proyek Strategis Nasional (PSN) dan infrastruktur prioritas. Tiga program lainnya adalah Palapa Ring, Satelit Multifungsi dan Akses Internet.

Belakangan, industri telekomunikasi tersentak seiring langkah Kejagung gencar menyidik dugaan kasus korupsi penyediaan BTS 4G tahap I periode 2020-2021. Hingga awal Februari ini sudah ada puluhan saksi diperiksa dan Kejagung telah menetapkan lima tersangka yang berasal dari kalangan pemerintah, swasta dan akademisi.

Intensifnya penyidikan oleh Kejagung tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kelanjutan proyek pembangunan infrastruktur digital yang dibutuhkan masyarakat di wilayah 3T tersebut. (RN)

Baca Juga

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Terdakwa Kera.

redaksi 9/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Editor Oleh: Editor 22/Okt/2026
Terdakwa Kera
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
Terdakwa Kera.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?