Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Terdakwa Kera.
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif
19/Okt/2026
Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang
18/Okt/2026
Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali
17/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Terdakwa Kera.

Oleh: Editor Terbit: 22/Okt/2026

Oleh: Dahlan Iskan.

Bersejarah: mati lampu adalah perbuatan pidana. Itu di Batam, Indonesia. Akibat mati listrik total di sana 12 Oktober lalu, polisi setempat menetapkan empat orang jadi tersangka: tiga orang dari PLN, satu orang dari pihak kontraktor.

Tiga orang itu kelihatannya bekerja di Gardu Induk Sei Harapan. Yakni GI yang berada di Sekupang, tidak jauh dari arah ke terminal fery kapal cepat menuju Singapura.

GI Sei Harapan itu tiba-tiba bermasalah. Seekor kera berhasil masuk ke GI. Tentu loncat sana-sini. Terkenalah kabel bertegangan tinggi. Terjadilah korslet. Listrik sepulau Batam dan Bintam padam. Total. Serentak.

Itu pukul 06.00 lebih sedikit. Hari Senin. Semua orang sedang siap berangkat kerja di hari pertama minggu itu. Sebagian sedang mandi pagi. 

Kehidupan ekonomi pun seperti berhenti. Batam terlalu penting bagi ekonomi Indonesia. Pun bagi harga diri bangsa. Utamanya di mata tetangga di seberang mata: Singapura.

Dirut PLN langsung diberhentikan –meski listrik di Batam adalah tanggung jawab dirut dan para direktur PT PLN di Batam. 

Tapi itu memang anak perusahaan PLN –meski konon PLN Pusat tidak punya kuasa mutlak pun untuk sekadar mengangkat direksi anak perusahaan yang itu.

Mengapa monyet bisa masuk GI? Di situlah polisi menganggap terjadi keteledoran petugasnya. Polisi menyinggung kenapa pagarnya tidak dialiri listrik sehingga monyet yang berusaha masuk GI sudah tewas ketika masih di pagar.

Saya agak ragu benarkah polisi mengatakan itu –seperti ditulis banyak media. Kan tidak ada kebijakan agar pagar GI harus dialiri listrik. Itu sangat membahayakan kera –ups manusia.

Lihat Juga |  Soroti Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan, LI Tipikor Minta Verifikasi KPK

Sebenarnya tidak aneh monyet bisa masuk ke GI Sei Harapan. GI itu di dekat hutan. Tidak sampai 1 km dari GI adalah hutan lindung.

Saya pun mengontak sahabat Disway di Batam: Marganas Nainggolan. Saya minta tolong agar ada wartawan yang pergi ke lokasi. Marganas menugaskan wartawan muda, Panahatan Nainggolan, dari BatamNow.com. Ia alumnus Unrika (Universitas Riau Kepulauan) dari fakultas hukum

Menurut pandangan Panahatan, di dekat GI itu ada pohon rindang. “Menurut warga setempat di pohon itulah setiap malam terlihat banyak monyet,” ujar Panahatan. “Saya sudah mewawancarai warga yang menyaksikannya sendiri,” ujarnya.

Dari hasil liputan Panahatan itu saya jadi tahu bahwa GI Sei Harapan adalah GI yang masih baru. Ada dua trafo besar di situ. Yang satu sudah terpasang sekitar tiga bulan lalu. Yang satu lagi baru terpasang satu bulan lalu.

“Senin pagi itu terdengar suara ledakan yang keras dari GI itu,” ujar seorang warga kepada Panahatan.

Kawasan sekitar GI ternyata perumahan liar yang padat. Sekitar 200 ruli memenuhi dua sisi GI. Satu sisinya lagi empang. Sisi satu lagi jalan raya.

Ia belum dapat info: apakah kera itu datang ke GI seorang diri atau bergerombol seperti kebiasaan di komunitas monyet. Sayang kera tersebut ditemukan tewas mengering sehingga tidak bisa ditanya apakah ia datang ke situ dengan maksud sengaja ingin bunuh diri: misalnya karena stres akibat hutan habitat mereka kian sempit di Batam.

Lihat Juga |  Amsakar Achmad Menyusun Efisiensi Anggaran Belanja Pegawai Pemerintah Kota Batam

Persoalannya bukan hanya mengapa kera bisa sampai di situ. Yang lebih penting: mengapa sistem pengaman otomatisnya tidak berfungsi.

Setiap GI dilengkapi CB –circuit breaker. Di rumah Anda CB itu biasa Anda sebut dengan nama sekring. Bentuknya tidak sama tapi fungsinya serupa. Di gardu induk ada CB di lapisan pertama, ada beberapa CB di lapisan kedua.

Seharusnya begitu si kera mengenai jaringan –dan korslet– CB lapisan pertama itu ”jatuh”. Maka terputuslah hubungan antara jaringan yang terkena kera dengan keseluruhan jaringan di GI. Aman. Tidak merembet ke mana-mana. Hanya yang terganggu itu yang putus.

Ternyata sekring pertama itu tidak ”jatuh”. Mengapa tidak ”jatuh” tidak bisa dijawab sekarang. Harus diteliti tim ahli sistem kelistrikan. Bisa. Ada recording-nya. Lengkap. Bisa dianalisis dari recording system di GI.

Akibat sekring pertama tidak “jatuh” maka gangguan diteruskan ke sistem berikutnya. Maka sekring-sekring di lapisan pengaman kedua “berjatuhan”. Putuslah semua jaringan. 

Keseimbangan sistem pun terganggu. Tegangan pun mendadak berubah –”menghantam” pembangkit listrik di tempat yang jauh sana: mati!

Ada setidaknya delapan GI 150 kV tersebar di seluruh pulau Batam. Salah satunya yang dimasuki kera itu.

Saya pernah dapat pelajaran listrik bagi pemula, termasuk bagaimana cara menuliskan kV –huruf V-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak Volt: fisikawan Italia, Alessandro Volta, si penemu baterai listrik. Pun kalau menulis kWh –hurur W-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak James Watt yang Anda sudah tahu siapa beliau.

Lihat Juga |  Erick Thohir Tunjuk Buwas Kembali Jadi Dirut Bulog

Sekitar 17 tahun lalu, yang mengajari saya dasar-dasar kelistrikan itu seorang engineer muda yang sangat pintar. Kelak di pertengahan Oktober 2026 anak muda itu menjadi orang terpenting di PLN.

Di Batam ada dua pembangkit listrik: tenaga gas dan tenaga batu bara. Lokasinya berjauhan. Satu di Tanjung Uncang, satunya di Nongsa. Tenaga gasnya sangat besar: 220 mW. Tenaga batu baranya 2×50 mW –sedang ditambah dengan 2×100 mW.

Bahwa listrik di pulau Bintan juga ikut padam itu karena dua pulau itu sudah berada dalam satu sistem –lewat jaringan kabel listrik bawah laut.

Saya belum pernah mendengar ada mati lampu yang sampai menjadi perkara pidana. Mungkin karena mati lampu yang di Batam ini telah membuat kemarahan yang hebat.

Pernah terjadi mati lampu hampir se-Jawa tapi tidak sampai jadi perkara pidana. Mungkin karena calon tersangkanya adalah sebatang pohon. Yakni pohon besar di dekat transmisi yang di tengah angin ribut mengenai jaringan 500kV trans Jawa. 

Pernah juga mati lampu akibat pasokan batu baranya terganggu. Juga tidak jadi perkara pidana –mungkin karena calon tersangkanya tidak punya lidah: batu bara.

Untung kera di Batam itu tewas. Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka. 

Sumber:Disway.Id

Baca Juga

Terdakwa Kera

Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif

Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang

Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali

PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

Editor 22/Okt/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Perayaan HUT AKP2I Ke-11 Berlangsung Di Prama Hotel Sanur Bali

Editor Oleh: Editor 17/Okt/2026
Yusril Koto Ditangkap di Batam, Polisi Ungkap Dugaan Ancaman di Balik Berita Negatif
Batik Air Malaysia Layani Penerbangan Perdana, Batam- Penang
Terdakwa Kera
Terdakwa Kera.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?