Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri
30/Okt/2026
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos

Oleh: redaksi Terbit: 20/Mar/2023
Ilustrasi. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Sistem algoritma di media sosial (medsos) dimanfaatkan kelompok teroris untuk menyebarkan paham radikalisme dan juga merekrut target mereka.

Dilansir dari kumparan.com, Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Pol Marthinus Hukom mengatakan Twitter dan Facebook menjadi medsos yang sering digunakan kelompok teror untuk menyebarkan propagandanya.

“Ini adalah cerdasnya ISIS memanfaatkan medsos, terutama Facebook dan Twitter, dipakai untuk merekrut target-target yang rentan. Medsos adalah alat perang di era kemajuan informasi teknologi,” ujar Marthinus saat mengisi Kuliah Umum Kebangsaan di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Senin (20/3/2023).

Ia menjelaskan, terorisme bukan monopoli satu aliran tertentu. Menurutnya, teroris bisa muncul dalam banyak aliran atau agama. Bahkan, di individu yang tidak beragama sekali pun.

Lihat Juga |  PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

“Sebetulnya radikalisme itu ada dalam agama apa pun, tidak hanya terkait dengan satu agama tertentu,” jelas dia.

Dalam acara bertajuk “Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial” itu, Marthinus meminta agar para mahasiswa membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.

“Ini sebagai cara untuk merawat kebinekaan yang ada di Indonesia, agar bangsa dan negara ini tetap kuat dan utuh. Jangan sampai kita bisa hindari perang tradisional, tetapi perang medsos tidak bisa kita hindari,” tegas dia.

Di sisi lain, Munir Kartono mantan narapidana terorisme mengatakan seorang teroris tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisik atau gaya berpakaiannya. Menurutnya, paham terorisme muncul karena kesalahan dari cara berpikir.

Lihat Juga |  Cara Mendapatkan Sertifikat Haji Online Pakai Aplikasi Nusuk

“Ada konsep dan cara berpikir yang salah dalam kepalanya,” ungkap mantan anggota kelompok JAD itu.

Munir sendiri terlibat dalam pendanaan ISIS, ia bahkan dikenal dekat dengan pentolan ISIS, Bahrunnaim. Munir menggalang dana lewat media sosial dan internet.

Munir-lah yang menyiapkan pendanaan bagi pengeboman di Mapolresta Surakarta Juli 2016.

Mantan napi teroris lain, Hadi Masykur, mengaku dirinya aktif di organisasi Neo Jamaah Islamiyah (JI) selama 20 tahun. Akibat keterlibatannya itu, ia pun harus mendekam di balik jeruji besi.

Pikirannya terbuka saat ia menerima pesan dari sang ibu. Pesan dari ibundanya itulah yang membuatnya sadar akan langkah dan cara pandangnya selama ini tidaklah benar.

Lihat Juga |  Narkotika Raksasa dari Myanmar–Thailand, Ditangkap di Laut yang Sama, Disidang Terpisah

“Saya berpesan pada mahasiswa untuk memberikan ruang toleransi diri kita atas apa yang dilakukan orang lain, sehingga tidak muncul anggapan diri kita yang paling benar, yang lain salah,” kata Masykur. (*)

Baca Juga

Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

redaksi 20/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?