Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos

Oleh: redaksi Terbit: 20/Mar/2023
Ilustrasi. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Sistem algoritma di media sosial (medsos) dimanfaatkan kelompok teroris untuk menyebarkan paham radikalisme dan juga merekrut target mereka.

Dilansir dari kumparan.com, Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Pol Marthinus Hukom mengatakan Twitter dan Facebook menjadi medsos yang sering digunakan kelompok teror untuk menyebarkan propagandanya.

“Ini adalah cerdasnya ISIS memanfaatkan medsos, terutama Facebook dan Twitter, dipakai untuk merekrut target-target yang rentan. Medsos adalah alat perang di era kemajuan informasi teknologi,” ujar Marthinus saat mengisi Kuliah Umum Kebangsaan di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Senin (20/3/2023).

Ia menjelaskan, terorisme bukan monopoli satu aliran tertentu. Menurutnya, teroris bisa muncul dalam banyak aliran atau agama. Bahkan, di individu yang tidak beragama sekali pun.

Lihat Juga |  Oknum Eks Kepala Desa di Karimun Diduga Tilep Dana Desa Rp 1,1 Miliar

“Sebetulnya radikalisme itu ada dalam agama apa pun, tidak hanya terkait dengan satu agama tertentu,” jelas dia.

Dalam acara bertajuk “Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial” itu, Marthinus meminta agar para mahasiswa membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.

“Ini sebagai cara untuk merawat kebinekaan yang ada di Indonesia, agar bangsa dan negara ini tetap kuat dan utuh. Jangan sampai kita bisa hindari perang tradisional, tetapi perang medsos tidak bisa kita hindari,” tegas dia.

Di sisi lain, Munir Kartono mantan narapidana terorisme mengatakan seorang teroris tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisik atau gaya berpakaiannya. Menurutnya, paham terorisme muncul karena kesalahan dari cara berpikir.

Lihat Juga |  Putusan MK: Eks Napi Boleh Jadi Caleg DPD RI Usai 5 Tahun Keluar Bui

“Ada konsep dan cara berpikir yang salah dalam kepalanya,” ungkap mantan anggota kelompok JAD itu.

Munir sendiri terlibat dalam pendanaan ISIS, ia bahkan dikenal dekat dengan pentolan ISIS, Bahrunnaim. Munir menggalang dana lewat media sosial dan internet.

Munir-lah yang menyiapkan pendanaan bagi pengeboman di Mapolresta Surakarta Juli 2016.

Mantan napi teroris lain, Hadi Masykur, mengaku dirinya aktif di organisasi Neo Jamaah Islamiyah (JI) selama 20 tahun. Akibat keterlibatannya itu, ia pun harus mendekam di balik jeruji besi.

Pikirannya terbuka saat ia menerima pesan dari sang ibu. Pesan dari ibundanya itulah yang membuatnya sadar akan langkah dan cara pandangnya selama ini tidaklah benar.

Lihat Juga |  Kapolri Tunjuk Kabareskrim Komjen Agus Andrianto Jadi Wakapolri

“Saya berpesan pada mahasiswa untuk memberikan ruang toleransi diri kita atas apa yang dilakukan orang lain, sehingga tidak muncul anggapan diri kita yang paling benar, yang lain salah,” kata Masykur. (*)

Baca Juga

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

redaksi 20/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?