Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pengadilan Agraria Bakal Selesaikan Urusan Mafia Tanah, Yakin?
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri
30/Okt/2026
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pengadilan Agraria Bakal Selesaikan Urusan Mafia Tanah, Yakin?

Oleh: redaksi Terbit: 13/Feb/2023
Ilustrasi. [Foto: detikcom]

NewsNow.id, Jakarta – Wacana pembentukan pengadilan agraria yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, kian santer. Namun, pro kontra mulai bermunculan.

Bagi Muhammad Rizaldi Peneliti Indonesia Judicial Research Society (IJRS), pembentukan pengadilan tanah bukan solusi untuk menyelesaikan masalah mafia tanah.

“Kita harus jujur melihat bahwa pengadilan masih dipenuhi oleh oknum yang memperjualbelikan perkara. Lain hal jika hakim-hakim yang ada kemudian dipilih dan dilatih untuk mendapatkan sertifikasi hakim agraria seperti sertifikasi hakim lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/2/2023).

Menurutnya, tidak perlu secara spesifik membentuk pengadilan agraria. Cukup memberi pelatihan kepada hakim-hakim yang ada sehingga bisa mendapatkan sertifikasi hakim agraria. “Membuka suatu pengadilan, tentu butuh anggaran yang tidak kecil. Jauh lebih baik melatih para hakim, membekali dengan pengetahuan agraria,” ujarnya.

Lihat Juga |  Muhammad Rudi Sebut BP Batam Dulu Hanya Dapat Rp 28 Miliar dari Air, Presdir ATB: Ceritakan Juga yang Rp 2 Triliun

Rizaldi menilai, kompartementasi pengadilan hanya akan mempersulit akses keadilan. Sebab, banyak perkara tanah justru dihadapi oleh orang miskin yang awam hukum. “Jadi bukan pengadilannya yang dibikin khusus, melainkan hakimnya yang dilatih dan aksesnya dibuka ke masyarakat,” tukasnya.

Pendapat berbeda diberikan oleh Mahkamah Agung. “Kami menyambut baik usulan pembentukan pengadilan pertanahan tersebut, misalnya dengan sertifikasi hakim pertanahan seperti pada pengadilan niaga dan pengadilan tindak pidana korupsi,” ujar Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Sobandi Sobandi, di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, pemerintah dalam beberapa rapat kabinet telah membahas pengadilan tanah yang berbeda dari pengadilan biasa guna menyelesaikan permainan mafia tanah. (RN)

Baca Juga

Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

redaksi 13/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?