Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: IKI Merosot, Dunia Usaha Minta Pemerintah Ambil Langkah Strategis
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba
13/Feb/2026
Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD
13/Feb/2026
Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak
13/Feb/2026
Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026
12/Feb/2026
BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?
12/Feb/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

IKI Merosot, Dunia Usaha Minta Pemerintah Ambil Langkah Strategis

Oleh: redaksi Terbit: 3/Nov/2023
Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi. [Foto: Dok. Pribadi]

NewsNow.id, Jakarta – Merosotnya Indeks Kepercayaan Industri (IKI), hingga ke level 50,70 pada Oktober 2023 ini membuat para pengusaha ketar-ketir. Penurunan IKI sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, namun di Oktober 2023 mencapai titik terendah dibanding sebelumnya.

“Terjadi penurunan IKI pada Oktober 2023 ini sebesar 1,81 persen, dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (31/10/2023) kemarin.

Kendati mengalami perlambatan, kata Febri, IKI Oktober 2023 masih berada dalam fase ekspansi. Adapun, share subsektor IKI yang mengalami ekspansi terhadap PDB industri pengolahan nonmigas triwulan II/2023 sebesar 78%. Variabel pesanan baru dan produksi mengalami ekspansi sebesar 51,72 dan 50,83. Sedangkan, variabel persediaan produk masih kontraksi menjadi sebesar 47,95 pada Oktober dari 47,40 pada September 2023.

Lihat Juga |  Warga Rempang Lanjutkan Perjuangan di Aksi Kamisan di Depan Istana

Menanggapi kondisi demikian, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, mengaku, para pengusaha mengkhawatirkan kondisi ini. “Pasti para pengusaha akan khawatir,” ungkap Diana kepada NewsNow.id, di Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Diana mengatakan, fluktuasi IKI disebabkan oleh banyak faktor, baik dalam maupun luar negeri. “Melemahnya IKI ini bisa dikarenakan saat ini kita sudah masuk tahapan-tahapan Pemilu 2024. Pada proses ini, ada kecenderungan para pengusaha menahan diri dan memilih bersikap wait and see. Demikian juga terjadi penurunan daya beli masyarakat yang lebih diakibatkan naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok. Ini juga diakibatkan ketersediaan stok dalam negeri menipis,” jelas Bendahara Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) DKI Jakarta ini.

Lihat Juga |  Ketua DPD Partai Hanura Kepri: Tak Ada Penambahan Rekomendasi Calon Ketua DPC Batam

Dia menilai, melemahnya rupiah juga menjadi faktor pemicu lainnya, disamping kondisi global yang belum stabil.

Tetap Optimis

Dikatakannya, sebagai pengusaha tentu tetap optimis kondisi ini akan membaik. Namun, optimisme itu harus dibarengi dengan ketegasan dan langkah-langkah konkrit dari pemerintah, baik dalam menyiapkan kecukupan stok kebutuhan dalam negeri maupun melakukan intervensi pasar yang berdampak pada terkereknya nilai tukar rupiah. Juga memangkas aturan-aturan yang sekiranya berpotensi melemahkan gerak laju pengusaha.

“Pemerintah harus bergerak cepat dan tepat sasaran umtuk menyelamatkan ketidakstabilan ini. Sebab, bila terus dibiarkan akan berdampak meningginya inflasi,” serunya.

Hal lain yang tak kalah penting, masih kata Diana, adalah bagaimana pemerintah memberikan jaminan keamanan berusaha di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi. Jadi, secara politik pesta demokrasi bisa berjalan aman, tanpa berdampak besar pada sektor ekonomi dan bisnis.

Lihat Juga |  Histeris Ibu di PN Batam: Kejam Sekali Jaksa Menuntut Mati Anakku

Kepada para pengusaha, Diana mendorong efisiensi produksi serta upaya-upaya riil untuk menggunakan produk-produk lokal sebagai bahan baku produksinya. ‘Bila perlu melakukan penjadwalan kembali impor bahan baku atau barang jadi. Paling tidak sampai kondisi stabil secara umum. Dalam kondisi seperti ini, pengusaha kembali diminta untuk lebih kreatif dan inovatif sehingga lini bisnisnya tetap berjalan,” tukasnya. (RN)

Baca Juga

Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba

Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026

BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?

redaksi 3/Nov/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPilihan RedaksiPolitik

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Editor Oleh: Editor 10/Feb/2026
Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer
Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Mengakses Titik Kebakaran di Bukit Hutan Mata Kucing
Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci, Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri
Terkait Status Lapak Parkir K Square Mall, Kadishub Batam Tidak Merespon Pesan Wali Kota Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?