Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Buaya Lepas dari Penangkaran di Kota Batam, dan Tim Gercep
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba
13/Feb/2026
Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD
13/Feb/2026
Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak
13/Feb/2026
Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026
12/Feb/2026
BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?
12/Feb/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Buaya Lepas dari Penangkaran di Kota Batam, dan Tim Gercep

Oleh: redaksi Terbit: 18/Jan/2025
Kolase foto. Rapat pembentukan Tim Terpadu penanganan buaya yang lepas dari penangkaran (pojok kiri atas), dan tim warga yang sudah bergerak menangkapi buaya. [Foto: Dok BP Batam & Dok. Warga]

NewsNow.id, Batam – Sejumlah buaya lepas dari penangkarannya di Pulau Bulan, Kota Batam, pada Minggu (12/1/2025).

Menggegerkan publik lalu memicu keresahan warga nelayan di beberapa pulau di sekitar Pulau Bulan.

Dilansir BatamNow.com, penyebabnya tanggul penangkaran ratusan buaya jebol. Penangkaran adalah milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK), di pulau dekat Pulau Buluh itu, Kecamatan Bulang.

@batamnow Sejumlah buaya dikabarkan terlepas dari penangkarannya di Pulau Bulan Kota Batam, akibat hujan pada Senin (13/0/2025). Baca beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypage ♬ Dino Song (Cover) – Irwan Mix

Meski sudah masuk hari keenam, Wali Kota Batam sekaligus Kepala, BP Muhammad Rudi baru membentuk tim terpadu yang disebut tim gerak cepat (Gercep), begitu publikasi Biro Humas BP Batam pada Jumat (17/1/2025).

Lihat Juga |  RI Waspada Flu Burung 'Jenis Baru', Bisa Menular!

Dibentuk dalam satu rapat bersama Forkopimda, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam dan PT Perkasa Jagat Karunia (PJK), Rudi menyebut jika pembentukan tim ini merupakan gerak cepat pemerintah dalam merespons kekhawatiran masyarakat Batam.

Tim Terpadu Gercep dari personel TNI, Kepolisian, serta gabungan perangkat lainnya.

Peristiwa buaya lepas, disebut Rudi, satu peristiwa force majeure jadi harus diatensi.

Diharapkan keterlibatan tim dapat memudahkan pencarian buaya penangkaran yang lepas di perairan sekitar Pulau Bulan. Targetnya seminggu.

Sementara, Pimpinan PT PJK, Toni Budiharjo mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk 17 tim untuk menangkap buaya penangkaran yang lepas dan diklaim dibantu masyarakat.

Banyak mempertanyakan mengapa Tim Gercep baru dibentuk setelah enam hari sejak lepasnya sejumlah buaya yang kemudian berkeliaran di sekitar pulau-pulau dekat Pulau Bulan, kandang penangkaran.

Lihat Juga |  Jepang Setarakan Covid-19 dengan Flu Biasa

Pertanyaan spekulatif bermunculan. Apakah jumlah buaya yang lepas cukup banyak dan sangat perlu diwaspadai meski belum pernah ada penjelasan dari manajemen PT PJK itu?

Poster dipasang di Pelabuhan Rakyat Sagulung, berisi imbauan pasca lepasnya sejumlahnbuaya dari penangkaran ratusan buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia di Pulau Bulan. (F: BatamNow)

Pantauan BatamNow.com, warga pulau dikabarkan berhasil menangkap 19 ekor buaya yang lepas dan sudah diserahkan ke penangkaran.

Dan diberitakan media pers, ada buaya tertangkap di laut Tanjung Uban. Apakah sejumlah buaya yang berkeliran sudah menyebar ke pulau lainnnya di Batam-Bintan?

Hal lain yang membuat warga penasaran dan kesal, hingga kini pihak PT PJK belum pernah mempublikasi jumlah buaya yang lepas dari populasi ratusan buaya yang ada di penangkaran.

Demikian juga jumlah buaya yang ditangkap oleh 17 tim bentukan pihak perusahaan penangkaran, belum ada penjelasan.

Lihat Juga |  Kadin Batam Minta Presiden Terpilih Hapuskan Sistem KPBPB

Pihak perusahaan penangkaran disebut seperti kurang transparan sejak lepasnya sejumlah buaya yang sudah meresahkan manusia itu.

Sementara atas swadaya di tengah kewaspadaannya, warga nelayan di pulau dikabarkan telah menangkap 19 ekor buaya pasca jebolnya tanggul penangkaran PT PJK.

Sebelumnya Kapolsek Bulang Iptu Adyanto Syofyan menyebut jumlah buaya yang lepas saat tanggul penangkaran jebol, hanya 5 ekor saja.

Warga membeber, terdapat 2 penangkaran di Pulau Bulan. Penangkaran pertama dengan populasi 800 buaya dan di penangkaran kedua dihuni 200 ekor buaya. Semuanya buaya dewasa.

Kala Muhammad Rudi baru membentuk Tim Terpadu Gercep, warga nelayan sudah 6 hari lebih cepat melakukannya. (Red)

Baca Juga

Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba

Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026

BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?

redaksi 18/Jan/2025
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPilihan RedaksiPolitik

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Editor Oleh: Editor 10/Feb/2026
Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer
Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Mengakses Titik Kebakaran di Bukit Hutan Mata Kucing
Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci, Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri
Terkait Status Lapak Parkir K Square Mall, Kadishub Batam Tidak Merespon Pesan Wali Kota Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?