Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara

Oleh: redaksi Terbit: 18/Agu/2023
Tokoh masyarakat Pulau Rempang-Galang, Gerisman Ahmad (baju lengan panjang biru di tengah), didampingi perwakilan warga Rempang-Galang di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (7/8/2023). [Foto: NewsNow.id]

NewsNow.id Jakarta – Heboh ancaman penggusuran terhadap warga Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, imbas rencana pengembangan kawasan eksklusif Eco-City, sudah sampai ke Istana Negara.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengaku, pihak Istana Negara sudah mengetahui hal tersebut.

“Ya, kami mengikuti perkembangan rencana investasi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau,” kata Theofransus, dikutip dari BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Diakuinya, ada investasi di Rempang yang dilakukan oleh Xinyi International Investments Limited (Xinyi Group) perusahaan asal Cina bersama PT Makmur Elok Graha (MEG). Rencananya, Xinyi Group bakal berinvestasi US$ 11,5 miliar atau Rp 172,5 triliun di kawasan Rempang Eco-City.

Lihat Juga |  UKI Cetak Rekor Dunia Orasi Ilmiah Nonstop 70 Pakar

Kedua perusahaan itu telah meneken kerja sama terkait penggunaan lahan di wilayah Rempang untuk pengembangan Photovoltaic Solar Industrial Park (PSIP).

Soal permintaan warga Rempang yang terhimpun dalam Kerabat Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT), Theo mengatakan, “Saat ini sedang didalami tim terkait”.

Meski begitu, dirinya belum memastikan tim dari mana dan siapa saja yang mendalami persoalan tersebut. “Tunggu saja hasil pendalaman tim terkait. Nanti akan disampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perekonomian Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso belum merespons pertanyaan yang dikirim BatamNow.com, sejak beberapa hari lalu.

Nama Pulau Rempang, Galang, Batam, Kepulauan Riau, akhir-akhir ini, mencuat ke permukaan. Bukan karena keeksotisan pemandangan alam di pinggir pantai berpasir putih tersebut, tapi lantaran wacana penggusuran penduduk asli yang telah mendiami pulau tersebut sejak tahun 1834 silam.

Lihat Juga |  Bom di Polsek Astana Anyar Meledak Saat Polisi Apel

Ironis memang! Mengatasnamakan investasi, Pemerintah Pusat dan daerah ingin merelokasi sekitar 16 kampung tua berpenduduk sekitar 10.000 jiwa tersebut ke suatu tempat dengan iming-iming bakal dibikinkan rumah tinggal.

Warga Rempang menilai pemerintah seperti tak punya hati, seenaknya saja menggusur wilayah yang sudah mereka diami turun temurun. Bahkan, sejumlah lahan di pulau tersebut telah diolah oleh masyarakat setempat.

Aksi protes warga Rempang mulai bergerak.

Penolakan relokasi disampaikan dalam aksi demo warga berlangsung saat kedatangan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadila ke Rempang pada Minggu, 12 Agustus 2023.

“Kami mendukung pengembangan Pulau Rempang, tapi kami dan 16 kampung tua kami jangan digusur,” protes warga. (*)

Baca Juga

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Sumber: BatamNow.com
redaksi 18/Agu/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?