Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota
8/Mei/2026
Polda Kepri Ungkap Penyelewengan Pertalite Pakai Surat Rekomendasi Dishub Batam: Kapal Diduga Fiktif, Kuota 30 Ribu Liter
8/Mei/2026
Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin
8/Mei/2026
Surat Dishub Batam untuk Nelayan dan Speedboat Disalahgunakan Beli Pertalite di SPBU Darat
8/Mei/2026
Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi
6/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara

Oleh: redaksi Terbit: 18/Agu/2023
Tokoh masyarakat Pulau Rempang-Galang, Gerisman Ahmad (baju lengan panjang biru di tengah), didampingi perwakilan warga Rempang-Galang di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (7/8/2023). [Foto: NewsNow.id]

NewsNow.id Jakarta – Heboh ancaman penggusuran terhadap warga Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, imbas rencana pengembangan kawasan eksklusif Eco-City, sudah sampai ke Istana Negara.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengaku, pihak Istana Negara sudah mengetahui hal tersebut.

“Ya, kami mengikuti perkembangan rencana investasi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau,” kata Theofransus, dikutip dari BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Diakuinya, ada investasi di Rempang yang dilakukan oleh Xinyi International Investments Limited (Xinyi Group) perusahaan asal Cina bersama PT Makmur Elok Graha (MEG). Rencananya, Xinyi Group bakal berinvestasi US$ 11,5 miliar atau Rp 172,5 triliun di kawasan Rempang Eco-City.

Lihat Juga |  Waspada Modus Penipuan Surat Tilang Dikirim via WhatsApp

Kedua perusahaan itu telah meneken kerja sama terkait penggunaan lahan di wilayah Rempang untuk pengembangan Photovoltaic Solar Industrial Park (PSIP).

Soal permintaan warga Rempang yang terhimpun dalam Kerabat Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT), Theo mengatakan, “Saat ini sedang didalami tim terkait”.

Meski begitu, dirinya belum memastikan tim dari mana dan siapa saja yang mendalami persoalan tersebut. “Tunggu saja hasil pendalaman tim terkait. Nanti akan disampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perekonomian Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso belum merespons pertanyaan yang dikirim BatamNow.com, sejak beberapa hari lalu.

Nama Pulau Rempang, Galang, Batam, Kepulauan Riau, akhir-akhir ini, mencuat ke permukaan. Bukan karena keeksotisan pemandangan alam di pinggir pantai berpasir putih tersebut, tapi lantaran wacana penggusuran penduduk asli yang telah mendiami pulau tersebut sejak tahun 1834 silam.

Lihat Juga |  Terjadi Lagi Kebakaran, Ruang Hijau di Tepi Jalan Sudirman Plamo Garden

Ironis memang! Mengatasnamakan investasi, Pemerintah Pusat dan daerah ingin merelokasi sekitar 16 kampung tua berpenduduk sekitar 10.000 jiwa tersebut ke suatu tempat dengan iming-iming bakal dibikinkan rumah tinggal.

Warga Rempang menilai pemerintah seperti tak punya hati, seenaknya saja menggusur wilayah yang sudah mereka diami turun temurun. Bahkan, sejumlah lahan di pulau tersebut telah diolah oleh masyarakat setempat.

Aksi protes warga Rempang mulai bergerak.

Penolakan relokasi disampaikan dalam aksi demo warga berlangsung saat kedatangan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadila ke Rempang pada Minggu, 12 Agustus 2023.

“Kami mendukung pengembangan Pulau Rempang, tapi kami dan 16 kampung tua kami jangan digusur,” protes warga. (*)

Baca Juga

Dugaan Jual-Beli Pertalite Ilegal, LI-Tipikor Minta Atensi Wali Kota

Imigrasi: 210 WNA Diduga Pelaku Scam Trading, Salah Gunakan Izin

Imigrasi Amankan Ratusan WNA dalam Penggerebekan Apartemen di Baloi

Ratusan WNA Diduga Pelaku Scam dan Judol Digerebek di Baloi View Batam

Terminal Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Meski Rampung Sejak 2022

Sumber: BatamNow.com
redaksi 18/Agu/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

BP Batam Jelaskan Alasan Tolak Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar

Editor Oleh: Editor 4/Mei/2026
Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang
Kinerja Dishub Batam Dinilai Sempoyongan, Target Parkir Dipangkas ke Rp 24 Miliar
Perpanjangan UWT Ditolak, Warga Puskopkar Pertanyakan Sikap BP Batam
Terminal Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Meski Rampung Sejak 2022
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?