Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara

Oleh: redaksi Terbit: 18/Agu/2023
Tokoh masyarakat Pulau Rempang-Galang, Gerisman Ahmad (baju lengan panjang biru di tengah), didampingi perwakilan warga Rempang-Galang di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (7/8/2023). [Foto: NewsNow.id]

NewsNow.id Jakarta – Heboh ancaman penggusuran terhadap warga Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, imbas rencana pengembangan kawasan eksklusif Eco-City, sudah sampai ke Istana Negara.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengaku, pihak Istana Negara sudah mengetahui hal tersebut.

“Ya, kami mengikuti perkembangan rencana investasi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau,” kata Theofransus, dikutip dari BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Diakuinya, ada investasi di Rempang yang dilakukan oleh Xinyi International Investments Limited (Xinyi Group) perusahaan asal Cina bersama PT Makmur Elok Graha (MEG). Rencananya, Xinyi Group bakal berinvestasi US$ 11,5 miliar atau Rp 172,5 triliun di kawasan Rempang Eco-City.

Lihat Juga |  Kematian Bendahara RSBP Batam, Polisi Menduga karena Bunuh Diri

Kedua perusahaan itu telah meneken kerja sama terkait penggunaan lahan di wilayah Rempang untuk pengembangan Photovoltaic Solar Industrial Park (PSIP).

Soal permintaan warga Rempang yang terhimpun dalam Kerabat Masyarakat Adat Tempatan (KERAMAT), Theo mengatakan, “Saat ini sedang didalami tim terkait”.

Meski begitu, dirinya belum memastikan tim dari mana dan siapa saja yang mendalami persoalan tersebut. “Tunggu saja hasil pendalaman tim terkait. Nanti akan disampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perekonomian Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso belum merespons pertanyaan yang dikirim BatamNow.com, sejak beberapa hari lalu.

Nama Pulau Rempang, Galang, Batam, Kepulauan Riau, akhir-akhir ini, mencuat ke permukaan. Bukan karena keeksotisan pemandangan alam di pinggir pantai berpasir putih tersebut, tapi lantaran wacana penggusuran penduduk asli yang telah mendiami pulau tersebut sejak tahun 1834 silam.

Lihat Juga |  Pertumbuhan Ekonomi Anambas Tertinggi di Kepri, Batam Lokomotif Ekonomi Nasional

Ironis memang! Mengatasnamakan investasi, Pemerintah Pusat dan daerah ingin merelokasi sekitar 16 kampung tua berpenduduk sekitar 10.000 jiwa tersebut ke suatu tempat dengan iming-iming bakal dibikinkan rumah tinggal.

Warga Rempang menilai pemerintah seperti tak punya hati, seenaknya saja menggusur wilayah yang sudah mereka diami turun temurun. Bahkan, sejumlah lahan di pulau tersebut telah diolah oleh masyarakat setempat.

Aksi protes warga Rempang mulai bergerak.

Penolakan relokasi disampaikan dalam aksi demo warga berlangsung saat kedatangan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadila ke Rempang pada Minggu, 12 Agustus 2023.

“Kami mendukung pengembangan Pulau Rempang, tapi kami dan 16 kampung tua kami jangan digusur,” protes warga. (*)

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

Pemberlakuan Kenaikan Tarif Baru Jasa Layanan Terminal Peti Kemas Akhirnya di Tunda

Sumber: BatamNow.com
redaksi 18/Agu/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?