Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos
Notifikasi Lainnya
Terbaru
PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
14/Sep/2026
Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum
11/Sep/2026
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pesan Kepala Densus 88: Waspada, ISIS Rekrut Target Lewat Medsos

Oleh: redaksi Terbit: 20/Mar/2023
Ilustrasi. [Foto: net]

NewsNow.id, Jakarta – Sistem algoritma di media sosial (medsos) dimanfaatkan kelompok teroris untuk menyebarkan paham radikalisme dan juga merekrut target mereka.

Dilansir dari kumparan.com, Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Irjen Pol Marthinus Hukom mengatakan Twitter dan Facebook menjadi medsos yang sering digunakan kelompok teror untuk menyebarkan propagandanya.

“Ini adalah cerdasnya ISIS memanfaatkan medsos, terutama Facebook dan Twitter, dipakai untuk merekrut target-target yang rentan. Medsos adalah alat perang di era kemajuan informasi teknologi,” ujar Marthinus saat mengisi Kuliah Umum Kebangsaan di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Senin (20/3/2023).

Ia menjelaskan, terorisme bukan monopoli satu aliran tertentu. Menurutnya, teroris bisa muncul dalam banyak aliran atau agama. Bahkan, di individu yang tidak beragama sekali pun.

Lihat Juga |  Dulu Tak Lulus Prakualifikasi, Tetiba PT Metro Nusantara Bahari Terpilih untuk Kerja Sama Pelabuhan Batam Center

“Sebetulnya radikalisme itu ada dalam agama apa pun, tidak hanya terkait dengan satu agama tertentu,” jelas dia.

Dalam acara bertajuk “Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial” itu, Marthinus meminta agar para mahasiswa membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.

“Ini sebagai cara untuk merawat kebinekaan yang ada di Indonesia, agar bangsa dan negara ini tetap kuat dan utuh. Jangan sampai kita bisa hindari perang tradisional, tetapi perang medsos tidak bisa kita hindari,” tegas dia.

Di sisi lain, Munir Kartono mantan narapidana terorisme mengatakan seorang teroris tidak bisa dilihat dari ciri-ciri fisik atau gaya berpakaiannya. Menurutnya, paham terorisme muncul karena kesalahan dari cara berpikir.

Lihat Juga |  Laporan Ketua P3SRS Apartemen Delta Cakung Mandek, Penyidik Masuk Angin?

“Ada konsep dan cara berpikir yang salah dalam kepalanya,” ungkap mantan anggota kelompok JAD itu.

Munir sendiri terlibat dalam pendanaan ISIS, ia bahkan dikenal dekat dengan pentolan ISIS, Bahrunnaim. Munir menggalang dana lewat media sosial dan internet.

Munir-lah yang menyiapkan pendanaan bagi pengeboman di Mapolresta Surakarta Juli 2016.

Mantan napi teroris lain, Hadi Masykur, mengaku dirinya aktif di organisasi Neo Jamaah Islamiyah (JI) selama 20 tahun. Akibat keterlibatannya itu, ia pun harus mendekam di balik jeruji besi.

Pikirannya terbuka saat ia menerima pesan dari sang ibu. Pesan dari ibundanya itulah yang membuatnya sadar akan langkah dan cara pandangnya selama ini tidaklah benar.

Lihat Juga |  Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.

“Saya berpesan pada mahasiswa untuk memberikan ruang toleransi diri kita atas apa yang dilakukan orang lain, sehingga tidak muncul anggapan diri kita yang paling benar, yang lain salah,” kata Masykur. (*)

Baca Juga

PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang

Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

redaksi 20/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisHukum & KriminalInternasionalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Dakwaan Dinilai Kabur dan Tak Ada Saksi Melihat Dugaan Pencabulan, PH Minta Perkara MI Batal Demi Hukum

Editor Oleh: Editor 11/Sep/2026
PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?