Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kunjungi Indonesia, Delegasi ‘KADIN’ Ukraina Pastikan Bisnis Tetap Jalan Meski Diinvansi
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
2/Jun/2026
PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor
2/Jun/2026
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
2/Jun/2026
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kunjungi Indonesia, Delegasi ‘KADIN’ Ukraina Pastikan Bisnis Tetap Jalan Meski Diinvansi

Oleh: redaksi Terbit: 9/Feb/2023
Direktur Departemen Kerjasama Internasional Kamar Dagang dan Industri Ukraina (UCCI), Anna Liubyma (tengah). [Foto: Dok. UCCI]

NewsNow.id, Jakarta – Meski invansi Rusia terhadap Ukraina belum usai, namun lebih dari 60% bisnis di negeri yang dipimpin oleh Volodymyr Zelensky tersebut masih berjalan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Departemen Kerjasama Internasional Kamar Dagang dan Industri Ukraina (UCCI), Anna Liubyma dalam kunjungan delegasi Ukraina ke Indonesia, Selasa (7/2/2023).

“Kepada mitra Indonesia kami menjelaskan bahwa di tengah perjuangan mengusir penjajah Rusia, perekonomian Ukraina tetap bergerak aktif. Lebih dari 60% bisnis di Ukraina tetap beroperasi secara aktif,” kata Anna dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (8/2).

Dia mengatakan, kunjungan delegasi Ukraina ke Indonesia merupakan wujud bagaimana Ukraina memandang Indonesia sebagai mitra ekonomi yang strategis.

Lihat Juga |  Silakan Daftarkan Lewat Sidia; Anggaran Kerja Sama Media-Pemko Batam Tahun 2026 Rp 4 Miliar

Di Indonesia, rombongan delegasi bertemu dengan perwakilan perusahaan swasta lokal yakni, Hendra Gunawan, Presiden dan CEO PT Sigma Persada Indonesia, Novika Selvia Hartono, Head of Garuda Food International, dan Ice Kristiana Sitohang, International Sales Coordinator, Garuda Food.

Dalam pertemuan tersebut, Gunawan mengakui perang di Ukraina berimbas pada perdagangan kedua negara. Selama ini, Ukraina mengimpor minyak sawit, cokelat, alas kaki, kertas dan karton dari Indonesia san mengekspor barang-barang pertanian dan metalurgi.

Gunawan juga menyatakan minatnya terhadap produk berteknologi tinggi dari Ukraina, seperti Unmanned Aerial Vehicles (drones) yang sudah pernah didiskusikan untuk melakukan pembelian sebelum perang terjadi.

“Namun sejak invasi Rusia, hal tersebut belum memungkinkan. Selama konflik berlangsung, kami melihat betapa efektifnya drone Ukraina di medan perang. Kami berharap pasca konflik kami dapat memulai impor produk berteknologi tinggi tersebut,” ujarnya.

Lihat Juga |  Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo, Wamenkumham: Percobaan 10 Tahun Penjara Belum Berlaku

Selain berminat terhadap drone, Gunawan membuka kemungkinan memperluas impor produk pertanian dari Ukraina ke Indonesia melalui skema kerjasama antar-perusahaan swasta (B to B).

Gunawan juga menyampaikan peluang ekspor alat-alat keamanan buatan Indonesia ke Ukraina seperti helm, sepatu bot hingga jaket pelindung anti peluru. “Indonesia sudah mampu membuat dan mengekspor alat perlindungan militer,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Novika Selvia Hartono mengutarakan kemungkinan peningkatan ekspor produk-produk Garuda Food melalui bendera PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.

Dia mengaku punya pengalaman di perusahaan sebelumnya mengekspor produk perawatan rambut ke Ukraina dan melihatnya sebagai pasar dengan potensi besar. “Saat ini tidak banyak perusahaan Indonesia yang menjual ke Ukraina, jadi bagi kami ini adalah pasar dengan peluang nyata,” kata Novika.

Lihat Juga |  Vonis Hakim Timpang, Dua Kasus Narkotika di Kepri: Barbuk Masing-masing ±2 Ton

Anna menegaskan, UCCI siap membantu perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Ukraina hingga mempertemukan mereka dengan partner termasuk distributor lokal.

Novika berharap invasi Rusia ke Ukraina segera berakhir karena konflik tersebut mengakibatkan kenaikan harga yang besar dan menyebabkan masalah rantai pasokan. “Kami berharap perang berakhir secepat mungkin demi kebaikan seluruh dunia!” tukasnya. (RN)

Baca Juga

Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700

Raja Situmorang Ditangkap Polisi

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

redaksi 9/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalInternasionalPeristiwaPilihan Redaksi

PT PMM Bantah 15 Kontainer Berisi Mineral Radioaktif: Ilmenit Sesuai Dokumen Ekspor

Editor Oleh: Editor 2/Jun/2026
Raja Situmorang Ditangkap Polisi
Selama Libur Panjang Idul Adha, Polresta Barelang Gagalkan Peredaran 2.672 Vape Etomidate dan 2 Kg Ganja
Harga Pertamax Turbo di Batam Jadi Rp 19.700
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?