Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kunjungi Indonesia, Delegasi ‘KADIN’ Ukraina Pastikan Bisnis Tetap Jalan Meski Diinvansi
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kunjungi Indonesia, Delegasi ‘KADIN’ Ukraina Pastikan Bisnis Tetap Jalan Meski Diinvansi

Oleh: redaksi Terbit: 9/Feb/2023
Direktur Departemen Kerjasama Internasional Kamar Dagang dan Industri Ukraina (UCCI), Anna Liubyma (tengah). [Foto: Dok. UCCI]

NewsNow.id, Jakarta – Meski invansi Rusia terhadap Ukraina belum usai, namun lebih dari 60% bisnis di negeri yang dipimpin oleh Volodymyr Zelensky tersebut masih berjalan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Departemen Kerjasama Internasional Kamar Dagang dan Industri Ukraina (UCCI), Anna Liubyma dalam kunjungan delegasi Ukraina ke Indonesia, Selasa (7/2/2023).

“Kepada mitra Indonesia kami menjelaskan bahwa di tengah perjuangan mengusir penjajah Rusia, perekonomian Ukraina tetap bergerak aktif. Lebih dari 60% bisnis di Ukraina tetap beroperasi secara aktif,” kata Anna dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (8/2).

Dia mengatakan, kunjungan delegasi Ukraina ke Indonesia merupakan wujud bagaimana Ukraina memandang Indonesia sebagai mitra ekonomi yang strategis.

Lihat Juga |  Hari Ini Batam Dilanda Banjir, Usai Terjadi Kebakaran Beruntun

Di Indonesia, rombongan delegasi bertemu dengan perwakilan perusahaan swasta lokal yakni, Hendra Gunawan, Presiden dan CEO PT Sigma Persada Indonesia, Novika Selvia Hartono, Head of Garuda Food International, dan Ice Kristiana Sitohang, International Sales Coordinator, Garuda Food.

Dalam pertemuan tersebut, Gunawan mengakui perang di Ukraina berimbas pada perdagangan kedua negara. Selama ini, Ukraina mengimpor minyak sawit, cokelat, alas kaki, kertas dan karton dari Indonesia san mengekspor barang-barang pertanian dan metalurgi.

Gunawan juga menyatakan minatnya terhadap produk berteknologi tinggi dari Ukraina, seperti Unmanned Aerial Vehicles (drones) yang sudah pernah didiskusikan untuk melakukan pembelian sebelum perang terjadi.

“Namun sejak invasi Rusia, hal tersebut belum memungkinkan. Selama konflik berlangsung, kami melihat betapa efektifnya drone Ukraina di medan perang. Kami berharap pasca konflik kami dapat memulai impor produk berteknologi tinggi tersebut,” ujarnya.

Lihat Juga |  Menteri PANRB Jamin Tak Ada PHK Meski Honorer Dihapus Sebelum 28 November

Selain berminat terhadap drone, Gunawan membuka kemungkinan memperluas impor produk pertanian dari Ukraina ke Indonesia melalui skema kerjasama antar-perusahaan swasta (B to B).

Gunawan juga menyampaikan peluang ekspor alat-alat keamanan buatan Indonesia ke Ukraina seperti helm, sepatu bot hingga jaket pelindung anti peluru. “Indonesia sudah mampu membuat dan mengekspor alat perlindungan militer,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Novika Selvia Hartono mengutarakan kemungkinan peningkatan ekspor produk-produk Garuda Food melalui bendera PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.

Dia mengaku punya pengalaman di perusahaan sebelumnya mengekspor produk perawatan rambut ke Ukraina dan melihatnya sebagai pasar dengan potensi besar. “Saat ini tidak banyak perusahaan Indonesia yang menjual ke Ukraina, jadi bagi kami ini adalah pasar dengan peluang nyata,” kata Novika.

Lihat Juga |  IZIN PT TPL Resmi Dicabut Permanen, Perusahaan Perusak Lingkungan Sumut Aceh dan Sumbar

Anna menegaskan, UCCI siap membantu perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Ukraina hingga mempertemukan mereka dengan partner termasuk distributor lokal.

Novika berharap invasi Rusia ke Ukraina segera berakhir karena konflik tersebut mengakibatkan kenaikan harga yang besar dan menyebabkan masalah rantai pasokan. “Kami berharap perang berakhir secepat mungkin demi kebaikan seluruh dunia!” tukasnya. (RN)

Baca Juga

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Gadai Emas Jadi Primadona, BRK Syariah Tingkatkan Standar Keahlian Penaksir Jaminan Emas (Rahn)

redaksi 9/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwa

Tragis, Pemuda Tewas Dikeroyok Anggota Ormas di Siantar

Editor Oleh: Editor 22/Jun/2026
PNBP Tertinggi BP Batam dari Usaha Air Minum: Hantarkan BP Batam ‘Mandiri Fiscal’
Sthefani: Anggaran BP Batam Masuk Mekanisme APBN, Meski Pendanaan Berbasis PNBP
Jadi Tersangka Usai Berulang Kali Aniaya Anak
Kebijakan BP Batam di Kenaikan Tarif Layanan Peti Kemas Bingungkan Pengusaha
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?