Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Diprediksi Bakal Masuk Kucuran Dana Asing Ilegal di Pemilu 2024
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba
13/Feb/2026
Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD
13/Feb/2026
Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak
13/Feb/2026
Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026
12/Feb/2026
BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?
12/Feb/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Diprediksi Bakal Masuk Kucuran Dana Asing Ilegal di Pemilu 2024

Oleh: redaksi Terbit: 2/Mar/2023
Ilustrasi. [Foto: Antara]

NewsNow.id, Jakarta – Jelang Pemilu 2024 diprediksi akan banyak dana dari luar negeri masuk ke Indonesia, termasuk uang haram atau ilegal.

Hal tersebut diungkapkan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Iman Sugema, dalam diskusi publik Indef secara virtual, Kamis (2/3/2023).

Menurutnya, masuknya aliran dana dari luar negeri untuk biaya politik di Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Hal itu akan berdampak pada meningkatnya penukaran uang kartal rupiah (cash money) secara signifikan.

“Yang tadinya (uang) dikumpulkan oleh politisi akan dibawa masuk ke Indonesia. Entah dari Singapura atau dari mana untuk membiayai aktivitas politik mereka,” terangnya.

Dikatakannya, saat Pemilu hampir semua transaksi politik dilakukan secara cash (tunai). Karenanya dikenal istilah, finance in politic is a part of game.

Diingatkan, konstelasi politik yang memanas juga akan berpengaruh terhadap konfigurasi bisnis. Risiko bisnis pasca-pemilu harus menjadi pertimbangan pemerintah. “Ini merupakan sebuah dilema. Saya kira nantinya bagaimana pemerintah bisa melonggarkan likuiditas (untuk transaksi politik) tanpa harus kemudian menurunkan suku bunga,” ujarnya.

Lihat Juga |  ID FOOD Siapkan 128 Ribu Ton Gula, 3.500 Ton Daging Sapi, dan 22,8 Juta Liter Migor Hingga Lebaran

Pelonggaran likuiditas moneter untuk pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan suku bunga, sambungnya, tidak bisa dilakukan RI secara serta-merta. Pasalnya, inflasi menjadi acuan pemerintah dan banyak negara dalam kebijakan pengetatan likuiditas moneter. Padahal, fasilitas transaksi politik sendiri membutuhkan likuiditas yang lebih longgar.

Bagi Iman, harusnya situasi jelang politik itu sebaiknya bisa membawa keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam mengatasi masalah seperti shortage of financial resources. Kendati, uang-uang tersebut tidak bisa dimanfaatkan langsung oleh sistem keuangan di tanah air.

“Yang bisa dilakukan adalah secara tidak langsung, setelah mereka bertransaksi baru kemudian bisa masuk ke financial system Indonesia,” tukas Iman. (RN)

Baca Juga

Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba

Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026

BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?

redaksi 2/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPilihan RedaksiPolitik

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Editor Oleh: Editor 10/Feb/2026
Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Mengakses Titik Kebakaran di Bukit Hutan Mata Kucing
Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer
Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci, Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri
Terkait Status Lapak Parkir K Square Mall, Kadishub Batam Tidak Merespon Pesan Wali Kota Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?