Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Warga Tanjung Sengkuang: Kami Butuh Air, Bukan Janji
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun
14/Apr/2026
Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.
12/Apr/2026
Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar
11/Apr/2026
SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam
10/Apr/2026
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Minta Kadis Evaluasi Bazar MTQH
10/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Warga Tanjung Sengkuang: Kami Butuh Air, Bukan Janji

Oleh: Editor Terbit: 23/Jan/2026
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait berbicara kepada warga Tanjung Sengkuang yang berdemonstrasi di luar Kantor BP Batam, Kamis (22/01/2026).

Newsnow.id, Batam – Persoalan krisis air warga di Tanjung Uma, tak mendapat respons baik dari para konsumen SPAM yang berdemo pada hari ini, Kamis (22/01/2026). Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menjawab beberapa rencana (planning).

Selain rencana mengirim armada truk tangki air, ia juga menyampaikan akan mengawal proses tendeer pelaksanaan proyek untuk perbaikan distribusi air perpipaan ke pemukiman warga di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar itu.

“Sebagaimana tadi telah dikemukakan oleh bapak Kepala BP Batam, kami akan mengawal proses tender untuk pelaksanaan proyek ke Sengkuang. Yang kedua, kami akan mengawal juga mengenai truk-truk tangki air yang akan membantu bapak dan ibu,” jelas Ariastuty dari balik pagar kantor BP Batam yang memisahkannya dengan warga di luar.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan RT, RW, dan lurah setempat, untuk memastikan suplai menggunakan truk air dapat terdistribusi merata ke rumah warga Tanjung Sengkuang.

Lihat Juga |  Sambo Ngotot Putri Diperkosa, Ayah Brigadir J: Bukti Visum Tak Ada

“Kami akan melakukan hal-hal tadi dan kami harap bapak dan ibu dapat juga mendukung segala pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk bisa mengalirkan air ke tempat bapak dan ibu yaitu Tanjung Sengguang. Jadi pada saat ini kami persilakan bapak dan ibu untuk meninggalkan tempat,” kata Ariastuty, lalu meninggalkan lokasi.

Hamim Masri, perwakilan warga yang berdiri di atas mobil komando, memberi respons dan meminta Ariastuty tak langsung pergi meninggalkan mereka.

Saya jawab, ibu. ibu, jangan pergi dulu. Ibu, dengarkan kami. Ibu!” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa narasi Ariastuty itu sudah berulang kali disampaikan dan belum menjawab persoalan air untuk warga Tanjung Sengkuang.

“Berulang kali ibu mengatakan seperti itu? Itu bukan suatu solusi. Yang saya tahu adanya, di warga kami malah jadi ribut gara-gara air yang tidak transparan seperti ini. Kami request tiap hari, tapi yang datang cuma berapa. Kemarin datang, akhirnya apa? Mau berkelahi warga kami,” ungkapnya.

Lihat Juga |  Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Ia pun menyayangkan hanya janji ke janji yang disampaikan Ariastuty.

Ibu sudah berapa kali ketemu kami, cuma bisa janji-janji.

“Masalah ibu mau kawal itu masalah lelang, mau apa, bukan urusan kami. Kami butuh air mengalir, karena kami bayar tiap bulan. Itu yang saya harus ibu camkan, bukan bicara seperti itu. Planning kerja silakan ibu lakukan. Kami butuh air, bukan butuh janji,” tegasnya.

“Masjid kami berapa kali beli air. Kami minta untuk ini, untuk request. Punya hati nurani tidak? Jangan cuma bisa planning, datang audiens ke warga cuma untuk laporan ke pusat bahwa sudah melakukan audiens,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi krisis air ini harus segera diselesaikan apalagi sudah mendekati bulan suci Ramadan.

“Bentar lagi bulan puasa, Ramadan. Ada nggak terpikir? Tandon tidak bisa menyelesaikan masalah. Air tangki tidak menyelesaikan masalah. Menambah masalah, jadi rebutan warga. Ibu jangan cuma bicara begitu-begitu saja,” ujarnya.

Lihat Juga |  Pemeriksaan Polisi Terhadap 3 Pokmas dan PPTK Kelurahan Bengkong di Kasus PSPK Kota Batam Berlanjut Hari Ini

Hamim merasa heran karena air perpipaan bisa mengalir di malam hari, namun tidak di siang hari. Dan kondisi ini setelah penyelenggaraan SPAM ditangani BP Batam dengan mitranya.

“Dulu ATB, jalan semua, tidak ada masalah. Pernah mati, tapi bisa terselesaikan. Kami sudah terlalu lama menunggu. Bapak berkunjung, ibu berkunjung, cuma audiens. Jadi difoto, kirim, bahwa sudah audiens dengan warga,” tukasnya.

Sebagai perangkat RW, Hamim khawatir persoalan air yang menjadi kebutuhan vital ini dapat menimbulkan ekses yang lebih ekstrem lagi bagi masyarakat.

“Apa perlu ada nanti sampai mati bunuh-bunuhan gara-gara air? Air ini sangat krusial. Memang bisa dijanjikan akan kami kirim berapa armada per hari. Nyatanya apa? Coba di lapangan. Kalau nggak pak Amsakar, bu Li Claudia, ayo tidur di tempat kami biar bisa merasakan,” terangnya. (D)

Sumber : Batamnow.com

Baca Juga

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.

Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar

SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Minta Kadis Evaluasi Bazar MTQH

Editor 23/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisHukum & KriminalInternasionalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

KPK Ingatkan BP Batam Soal Land Banking, Tanah Cen Sui Lan Kembali Disorot Publik.

Editor Oleh: Editor 10/Apr/2026
Pria Tewas di Tumpukan Sampah Pasar Jodoh
Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.
SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam
43 Anggota DPRD Batam Belum Patuh LHKPN
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?