Newsnow.id, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan agar pelaksanaan bazar dalam Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat memberikan arahan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, dalam sambutannya di pembukaan Bazar PKK Kota Batam dalam rangka MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri.
Ia menekankan pentingnya evaluasi secara berkala terhadap penyelenggaraan bazar, terutama dalam hal transaksi, pendapatan pelaku UMKM, serta peningkatan kualitas produk dari tahun ke tahun.
“Pak Salim harus ada evaluasi dari waktu ke waktu, jangan sekadar event ini menjadi event seremoni saja, tidak berpengaruh terhadap bagaimana transaksinya, bagaimana pendapatannya dari tahun ke tahun, kemudian bagaimana kualitas produknya dari waktu ke waktu,” ujar Amsakar.
Amsakar juga meminta agar setiap pelaksanaan event dilakukan pendataan secara menyeluruh untuk mengukur sejauh mana kontribusi kegiatan tersebut terhadap pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, jika kegiatan bazar tidak memberikan dampak signifikan, maka sebaiknya anggaran dialihkan ke program yang lebih tepat sasaran, seperti pelatihan bagi pelaku usaha.
“Kalau hanya biasa-biasa saja dan begitu-begitu saja, tidak usahlah pakai pameran-pameran menghabiskan duit saja. Lebih baik yang begini bantu pelatihan, misalnya ini ya. Tapi kalau ada peningkatan dari waktu ke waktu maka harus dikemas event ini seyogianya menjadi lebih besar, grafiknya harus naik dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Usai membuka bazar, Amsakar kembali menegaskan kepada awak media bahwa kegiatan bazar harus mampu memberikan dampak langsung terhadap perkembangan UMKM.

Ia menyebutkan, UMKM merupakan sektor penting dalam menggerakkan roda perekonomian dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terutama saat menghadapi krisis.
“UMKM tulang punggung ekonomi nasional, pada saat krisis justru yang tahan bantingnya adalah UMKM,” katanya.
Dalam konteks ketenagakerjaan, Amsakar menambahkan bahwa UMKM menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja informal terbesar, sehingga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.
Untuk mendorong UMKM naik kelas, ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas melalui pelatihan, perbaikan kemasan produk (packaging), kemudahan perizinan, dukungan permodalan, serta perluasan pemasaran.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Batam telah memiliki kebijakan pembiayaan bagi pelaku UMKM, tanpa beban bunga.
“Alhamdulillah Pemerintah Kota Batam sudah punya kebijakan di era kami ini bagaimana sampai dengan Rp 20 juta, pelaku UMKM ini hanya membalikan piutang pokoknya saja,” pungkasnya.

Pembukaan bazar ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Batam bersama Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar.
MTQH Tingkat Kota Batam tahun ini dipusatkan di Dataran Engku Putri, dan akan dibuka nanti malam, dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB.
MTQH tahun ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani, tetapi juga menghadirkan nuansa hiburan religi yang menarik bagi masyarakat.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah kehadiran publik figur religi, Syakir Daulay, yang dijadwalkan turut memeriahkan rangkaian acara MTQH.
Pelaksanaan MTQH dijadwalkan hingga 16 April 2026. (H)

