Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.
12/Apr/2026
Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar
11/Apr/2026
SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam
10/Apr/2026
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Minta Kadis Evaluasi Bazar MTQH
10/Apr/2026
KPK Ingatkan BP Batam Soal Land Banking, Tanah Cen Sui Lan Kembali Disorot Publik.
10/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter

Oleh: Editor Terbit: 31/Mar/2026
Kondisi Waduk Muka Kuning pada Senin (30/03/2026), di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Batam. (F: BatamNow)

Newsnow.id, Batam – Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan kondisi tiga waduk penyuplai air baku yang mengalami penurunan tinggi muka air (TMA) secara signifikan.

Data yang dikirimkan Iyus kepada Newsnow.id, Waduk Muka Kuning yang mengalami penurunan signifikan. Per 30 Maret 2026, permukaan air waduk di Kecamatan Sei Beduk itu turun 2,5 meter dari top spill (batas tinggi maksimum) 25 meter.

Lalu permukaan air Waduk Nongsa turun 2,01 meter dari top spill 10 meter.

Sementara Waduk Sei Harapan, permukaan airnya turun 0,63 meter dari top spill 9,50 meter.

Iyus mengungkapkan, BP Batam juga tengah menjajaki koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk modifikasi cuaca bila TMA waduk terus menurun.

Lihat Juga |  Pejabat Publik Rangkap Jabatan, ICW: Potensi Korupsi Besar

“BP Batam saat ini sedang melakukan koordinasi dengan BMKG Batam dan pusat khususnya deputi bidang modifikasi cuaca untuk penjajakan melakukan modifikasi cuaca jika tidak terjadi hujan atau TMA mendekati minimum operasional waduk,” jelas Iyus kepada Newsnow.id, Selasa (31/03/2026).

Catatan Newsnow.id, hujan merata dengan intensitas tinggi di Batam terakhir kali pada 19 Februari, atau sudah hampir satu setengah bulan yang lalu. Hujan saat itu bahkan menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Kemarin, Senin (30/03), Pemko Batam menggelar salat istisqa yang mendoakan agar hujan turun.

Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata baru terjadi pada awal April.

Lihat Juga |  KPK Cegah Febri Diansyah, Rasamala, dan Donal Fariz Keluar Negeri

Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang.

“Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan.

Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau (Kepri) perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur.

Iyus: Rationing Jalan Terakhir
Bila kemarau panjang tetap terjadi dan kapasitas air baku terus menurun di waduk-waduk milik BP Batam, Iyus mengungkapkan tak menutup kemungkinan akan diberlakukan penjatahan (rationing) aliran air minum perpipaan.

Namun, lanjutnya, rationing adalah langkah terakhir bila waduk sudah mencapai minimum level operasional dan teknologi modifikasi cuaca sudah ditempuh.

Lihat Juga |  Pantas Jokowi Sedih, RI Kehilangan Rp 161 Triliun Gegara Ini!

“Rationing merupakan jalan terakhir ketika ketersediaan air waduk sudah mencapai minimum level operasional waduk, namun sebelum langkah itu dilakukan BP Batam bekerjasama dengan BMKG melakukan modifikasi cuaca,” kata Iyus.

Sebagai informasi, rencana rationing distribusi air di Batam juga pernah mencuat kala kemarau panjang melanda di tahun 2020.

Saat itu, pengelola air minum sebelumnya yakni PT Adhya Tirta Batam menyebut kondisi Waduk Duriangkang yang permukaan airnya menurun 3,2 meter dari top spill. Waduk itu menyusut 2 centimeter per hari.

Rationing yang direncanakan kala itu dengan skenario lima hari menyala dan dua hari mati (5:2). Namun akhirnya, rencana itu urung dilakukan. (D)

Sumber; Batamnow.com

Baca Juga

Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.

Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar

SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Minta Kadis Evaluasi Bazar MTQH

KPK Ingatkan BP Batam Soal Land Banking, Tanah Cen Sui Lan Kembali Disorot Publik.

Editor 31/Mar/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisPeristiwaPolitik

Belanja Pemko Batam dan Pegawai Naik, Setahun setelah Amsakar Achmad dan Li Claudia Memimpin

Editor Oleh: Editor 8/Apr/2026
KPK Ingatkan BP Batam Soal Land Banking, Tanah Cen Sui Lan Kembali Disorot Publik.
KPK Sebut Batam Potensi Tinggi Korupsi: 99 Pengaduan Sejak 2023
KPK Peringatkan Pejabat Negara Patuh Laporkan Kekayaan: Ini LHKPN Pejabat BP Batam
SMN: Waketum DPP PKB Hanif Dakhiri Akan Buka Muscab PKB Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?