Newsnow.id, Batam – Seorang pemuda ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos di kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sebilah pisau tertancap di bagian kepala.
Peristiwa tersebut sontak menggegerkan penghuni kos dan warga sekitar. Dari informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria yang merupakan temannya sendiri.
Keduanya diketahui sama-sama berasal dari kawasan Batu Besar. Dugaan sementara, aksi penyerangan tersebut dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara.
Insiden bermula ketika salah seorang penghuni kos yang bekerja di hanggar bandara sedang membereskan barang-barangnya karena hendak pindah tempat tinggal. Saat itu, terduga pelaku yang diketahui bernama Muhammad Yusuf turut membantu membereskan barang di kamar tersebut.
Sementara korban sedang tertidur di atas kasur di dalam kamar. Secara tiba-tiba pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam secara berulang kali.
Serangan tersebut sempat dilerai penghuni kos yang berada di lokasi. Namun kejadian berlangsung cepat sehingga korban akhirnya terkapar bersimbah darah.
Setelah kejadian, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Tidak lama kemudian ia menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Rahmad Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk dilakukan visum,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
Polisi Periksa Pelaku dan Saksi
Polisi masih mendalami motif pembunuhan terhadap seorang pemuda berinisial A yang ditemukan tewas di kamar kos kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tusuk dan sebilah pisau tertancap di bagian kepala.
Terduga pelaku yang diketahui bernama Muhammad Yusuf kini telah diamankan di Polsek Nongsa untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolsek Nongsa, Eriman, mengatakan penyidik masih mendalami kronologi serta motif pasti di balik peristiwa tersebut.
“Pelaku sudah berada di Polsek Nongsa dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujarnya.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di salah satu kamar kos di Perumahan Family Dream. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Kami sudah memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Untuk motifnya masih kami kembangkan,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka tusuk di tubuh korban, di antaranya dua luka tusukan di bagian punggung.
“Untuk pisau menancap di kepala korban. Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik Polda Kepulauan Riau,”
Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kos dengan sebilah pisau tertancap di bagian kepala. Penemuan tersebut menggegerkan penghuni kos dan warga sekitar.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, sebelum peristiwa terjadi salah satu penghuni kos yang bekerja di hanggar bandara sedang membereskan barang karena hendak pindah tempat tinggal. Saat itu terduga pelaku turut membantu membereskan barang di kamar tersebut.
Sementara korban diketahui sedang tertidur di atas kasur di dalam kamar. Secara tiba-tiba pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam secara berulang kali. (Int)

