Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: 50 Tahun, HKTI Dorong Modernisasi Alsintan Menuju Kemandirian Pangan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba
13/Feb/2026
Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD
13/Feb/2026
Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak
13/Feb/2026
Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026
12/Feb/2026
BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?
12/Feb/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

50 Tahun, HKTI Dorong Modernisasi Alsintan Menuju Kemandirian Pangan

Oleh: redaksi Terbit: 4/Mei/2023
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP., M.AP. [Foto: NewsNow.id]

NewsNow.id, Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) terus mendorong perannya sentral, tidak saja dalam memberi pendampingan bagi para petani, tapi juga mempersiapkan cetak biru (blue print) pertanian modern dari hulu ke hilir yang bisa dikembangkan di Indonesia sehingga tercipta kemandirian pangan. Hal tersebut juga perlu dilengkapi dengan memodernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani.

“Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, HKTI terus menunjukkan karya-karyanya, utamanya dalam melakukan pendampingan kepada para petani dan mendukung upaya pemerintah menciptakan kemandirian pangan di Indonesia,” kata Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI Mayjen TNI (Purn) Dr Bachtiar Utomo SIP MAP dalam perbincangan, di Jakarta, Rabu (3/5/2023).

Menurutnya, kemandirian pangan sudah pernah terjadi di Indonesia. Ini harus didorong terus dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan kemampuan teknologi pertanian yang mumpuni dan pengetahuan para petani yang baik.

“Pembenahan pertanian di Indonesia harus dimulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari pemilihan benih unggul yang dibibitkan dengan baik, lalu persemaian dengan memperhatikan aspek klimatologi, hingga panen dengan memanfaatkan alsintan yang modern. Ini tentu akan mendorong peningkatan produksi padi,” jelasnya.

Lihat Juga |  Warga Segel Water Meter Gedung DPRD Kota Batam, Wakil Kami Pun Harus Ikut Merasakan

Dikatakannya, saat panen selama masih menggunakan alat-alat tradisional, bisa mengakibatkan lost sekitar 5-7 persen. Demikian juga saat mengeringkan dan penggilingan, dilakukan dengan baik dan beras tidak sampai hancur.

Kata Bachtiar, petani juga harus diedukasi dan diberikan contoh-contoh nyata sehingga bisa memahaminya. “Ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab HKTI dalam memberi edukasi kepada para petani,” tuturnya.

Saat ini, HKTI bekerja sama dengan Kwarnas Gerakan Pramuka menyiapkan lahan percontohan, sekitar 10 hektare di Bumi Perkemahan Cibubur yang akan digunakan sebagai tempat pembibitan hortikultural dengan menggunakan sistem pertanian modern.

Kemandirian Pangan

HKTI terus mendorong kemandirian pangan di Indonesia. Terkait impor, menurut Bachtiar, sah-sah saja karena memiliki sejumlah pertimbangan. Antara lain, faktor cuaca yang mengakibatkan gagal panen. Bisa juga karena harga pangan yang melambung di pasaran, tentu dibutuhkan ketersediaan stok untuk mengendalikan harga.

Lihat Juga |  PT DKI Batalkan Putusan Penundaan Pemilu 2024

Kedepan, diharapkan pemerintah lebih mengadopsi alsintan yang lebih modern. Salah satunya dengan menaikkan anggaran Kementerian Pertanian. Serta pembenahan berbagai sektor-sektor pendukung lainnya, mulai dari pembangunan irigasi, perbankan, dan lainnya yang berkaitan.

“Harus ada sinergi yang berkelanjutan antara berbagai stakeholders terkait, termasuk pihak swasta. Perlu dibuat blue print terkait modernisasi pertanian sehingga ada sistem jelas menuju swasembada pangan,” terangnya.

Hal lainnya, kata Bachtiar, bagaimana menggugah angkatan muda agar mau turun ke sawah, bukan malah hijrah ke perkotaan. Juga bagaimana menghapus praktik ijon yang jelas-jelas telah merugikan para petani dan permodalan yang lebih maksimal.

Buat Demlot

HKTI sadar betul menapaki 50 tahun ke dua, harus lebih gencar lagi mendorong terciptanya kemandirian pangan. Karenanya, ormas yang lahir pada 27 April 1973 ini bertekad akan melakukan reengineering.

Lihat Juga |  Kisah Pilu, Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena

“Kami akan segera melakukan penataan kembali dan revitalisasi, penguatan yang sudah ada melalui konsolidasi internal,” serunya.

Salah satunya dengan membuat demonstration plot (demlot) yakni, penanam padi yang seluruhnya menggunakan pupuk organik. Jadi, tidak hanya teori saja, melainkan langsung praktik.

Nanti HKTI akan melakukan training of trainers yang nantinya akan disebar ke seluruh Indonesia. Juga akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sampai ke mancanegara. “Kami sudah mengirim tenaga ke China dan Taiwan untuk belajar pertanian,” tukasnya.

HKTI siap membangun jejaring dan sinergitas, kolaborasi, serta partnership dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional. “Kami ingin memperkuat human capital dengan terus mengedukasi para petani agar semakin maju lagi,” imbuhnya.

Sebagai negara agraris dan maritim, Indonesia harus benar-benar memperkuat pertanian dan kelautan. “Ini tidak bisa diserahkan kepada pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa,” pungkasnya. (RN)

Baca Juga

Polda Kepri, Ungkap 30 Kasus Narkoba

Kebijakan Badan Pengusahaan (BP) Batam Berpotensi Rugikan PAD

Awal Tahun 2026, Batam “Diguncang” Rentetan Kasus Pencabulan Anak

Pemko Batam Kucurkan Puluhan Miliar Hibah ke Kejari Batam Tahun 2022-2026

BP Batam Cawe-cawe Kelola Parkir Tepi Jalan Umum, Otoritas Pemko Dilucuti?

redaksi 4/Mei/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPilihan RedaksiPolitik

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan UGD RSUD Embung Fatimah Batam

Editor Oleh: Editor 10/Feb/2026
Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer
Petugas Damkar dan Warga Berjibaku Mengakses Titik Kebakaran di Bukit Hutan Mata Kucing
Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci, Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri
Terkait Status Lapak Parkir K Square Mall, Kadishub Batam Tidak Merespon Pesan Wali Kota Batam
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?