Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan
20/Apr/2026
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
20/Apr/2026
Azhari Hamid Kritisi SPPB Bea Cukai Batam atas Kontainer Limbah Elektronik Asal AS
20/Apr/2026
Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor
20/Apr/2026
Polda Kepri Pecat Empat Bintara Dengan Tidak Hormat
20/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor

Oleh: Editor Terbit: 20/Apr/2026

Newsnow.id, Batam – Pegiat lingkungan Azhari Hamid, M.Eng, menyoroti penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) oleh Bea dan Cukai (BC) Batam terhadap ratusan kontainer limbah elektronik yang sebelumnya ditahan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Batu Ampar.

Azhari menilai langkah tersebut berpotensi melanggar ketentuan hukum lingkungan, khususnya terkait larangan impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“SPPB itu untuk barang normal. Sementara ini barang yang sedang bermasalah secara hukum lingkungan. Kenapa justru dilepas?” ujarnya kepada Newsnow.id, Sabtu (18/04/2026). Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai urusan administrasi kepabeanan.

Ratusan Kontainer Dikeluarkan Bebas

Kasus ini bermula dari penahanan 914 kontainer limbah elektronik sejak September hingga Desember 2025.

Dari jumlah tersebut: dari pemeriksaan KLH sebanyak 74 kontainer dinyatakan mengandung limbah B3 asal Amerika Serikat (AS).

Lihat Juga |  Tragis! Pemuda Tewas, Pisau Tertancap di Kepala
Kontainer berisi limbah elektronik (e-waste) dari Amerika Serikat ke Batam

Kemudian pihak BC Batam menjelaskan secara bertahap sebanyak 98 kontainer diklaim dikembalikan (dire-ekspor) ke negara asal.

Sekitar 816 kontainer lainnya dikembalikan ke pemilik untuk diproses pemilahan di Batam.

Hingga Jumat (17/04/2026), Bea Cukai Batam mencatat telah menerbitkan SPPB untuk 90 kontainer yang dikeluarkan dari kawasan pelabuhan.

Proses Pengeluaran Kontainer

Kontainer yang dikeluarkan dilakukan melalui mekanisme kepabeanan dengan pengajuan PPFTZ-01.

Sebelum itu, importir wajib memperoleh rekomendasi dari instansi terkait, di antaranya: Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Setelah keluar dari pelabuhan, kontainer dibawa ke fasilitas pengelolaan limbah B3 seperti PT Desa Air Cargo Batam (DACB) di Kabil untuk dicacah.

Lihat Juga |  RKUHP Terbaru: Hina DPR dan Polri Bisa Dipenjara 1,5 Tahun

Bea Cukai Bilang Sudah Sesuai Aturan

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, menegaskan bahwa penerbitan SPPB telah sesuai ketentuan.

“Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (UU Kepabeanan), barang yang terkena larangan atau pembatasan (Lartas) impor dapat dikeluarkan dari kawasan pabean (pelabuhan) jika telah memenuhi izin dr instansi terkait,” lanjutnya.

Ia menjelaskan lagi, untuk wilayah Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ), ketentuan tersebut merujuk pada PP Nomor 41 Tahun 2021, di mana perizinan larangan dan pembatasan dilakukan melalui BP Batam.

Lihat Juga |  Nika Astaga : ISPS Code Pelabuhan Feri Internasional Batam Center Masih di Bawah Penguasaan PT Synergy Tharada

“SPPB terbit setelah dilakukan pemeriksaan fisik maupun dokumen, dan harus melampirkan izin dari BP Batam dan DLH,” jelasnya.

Menurutnya, Bea Cukai hanya menjalankan fungsi berdasarkan regulasi yang ditetapkan instansi teknis.

“Karena Bea Cukai hanya dititipkan peraturan dari instansi terkait, bukan pengampu peraturan tersebut. Jadi silakan ditanyakan ke instansi yang memberikan izin rekomendasinya,” katanya.

Saat ditanya mengapa hanya 98 kontainer dire-ekspor sementara ratusan lainnya tidak?

Padahal barangnya sama dalam kasus yang sama, Setiawan kembali menegaskan: “Ya yang ditanyakan harusnya kepada yang memberikan izin rekomendasinya”.

Perbedaan Perlakuan Dipertanyakan

Kembali ke Azhari, ia juga mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap kontainer tersebut.

Menurutnya, perbedaan kebijakan ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan diduga terjadi pelanggaran. (A/Red)

Baca Juga

Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan

Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Azhari Hamid Kritisi SPPB Bea Cukai Batam atas Kontainer Limbah Elektronik Asal AS

Polda Kepri Pecat Empat Bintara Dengan Tidak Hormat

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Editor 20/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
PeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

Editor Oleh: Editor 14/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?