Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Insiden Maut Berulang di Shipyard PT ASL, ALMI: Reputasi Maritim Batam Terancam
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Insiden Maut Berulang di Shipyard PT ASL, ALMI: Reputasi Maritim Batam Terancam

Oleh: Editor Terbit: 11/Mar/2026
PT ASL Shipyard Indonesia, di Tanjung Uncang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Newsnow.id, Batam – Ketua Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) Batam Osman Hasyim, mendesak pemerintah dan instansi terkait melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap operasional PT ASL Shipyard Indonesia yang berlokasi di Tanjung Uncang, Batam.

Desakan itu menyusul rentetan kecelakaan kerja fatal di kawasan galangan kapal (shipyard) tersebut.

“Pun dalam proses audit, penghentian sementara seluruh aktivitas galangan dihentikan hingga persoalan keselamatan kerja benar-benar dituntaskan,” kata Osman kepada Newsnow.id di Sukajadi, Batam, Selasa (10/03/2026).

Sebelumnya, Suprapto Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam juga mendesak pemerintah menutup PT ASL.

Desakan itu disampaikan sebagai dampak insiden fatal menewaskan 22 pekerja kawasan shipyard dengan korban terbaru 3 kru tugboat Mega pada 6 Maret 2026.

Bahkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, sebelumnya, mengancam manajemen akan merekomendasikan penutupan PT ASL Shipyard jika kejadian terulang dan sepuluh hari kemudian ternyata terulang.

Peringatan keras itu disampaikan saat inspeksi ke PT ASL pada Selasa (24/02/2026) pasca kejadian fatal yang menelan puluhan korban jiwa pekerja di kapal.

Lihat Juga |  BRK Syariah Teken PKS dengan Kejaksaan di Kepri untuk wujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Ketua Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM), Osman Hasyim. (F: BatamNow)

ALMI: Audit Menyeluruh PT ASL dan Hentikan Aktivitas

Kembali ke ALMI, Osman Hasyim menegaskan langkah tegas perlu segera diambil agar persoalan tidak berlarut dan berdampak lebih luas terhadap sektor maritim dan ketenagakerjaan di Batam.

“ALMI meminta audit total dan transparan terhadap galangan ASL. Selama proses tersebut, operasional sebaiknya dihentikan sementara untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang merugikan negara, lingkungan, maupun pekerja,” kata Osman, lagi.

Ia katakan, rangkaian insiden fatal yang terus berulang berpotensi mencoreng reputasi industri maritim Batam di mata internasional.

“Jika kejadian seperti ini terus terjadi, Batam bisa dicap sebagai daerah merah oleh komunitas maritim dunia bagi kapal-kapal yang ingin melakukan perbaikan dan docking,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah harus hadir secara nyata untuk memastikan kepastian hukum serta menjaga iklim industri maritim tetap sehat dan berkeadilan.

Selain itu, Osman juga mengingatkan agar nasib para pekerja tetap diperhatikan jika penghentian aktivitas galangan dilakukan.

Lihat Juga |  Kemenag Usul Naikkan Biaya Haji saat Saudi Turunkan Paket 30 Persen

“Jangan sampai buruh dan tenaga kerja dirugikan. Pemerintah harus menyiapkan skema perlindungan dan solusi selama masa penghentian aktivitas,” tegasnya.

ALMI berharap proses audit dilakukan secara independen dan transparan, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang adil serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan industri galangan kapal di Batam.

Kejadian Berulang di Kawasan yang Sama

Insiden terbaru terjadi pada 6 Maret 2026. Ketika kapal tugboat TB Mega yang sedang membantu menarik kapal tanker Kyparissia berbendera Malta untuk masuk ke dock di kawasan galangan PT ASL Shipyard Indonesia terbalik di perairan kawasan Shipyard sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa itu menewaskan tiga kru kapal, yaitu: Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/KKM).

Dua kru lainnya berhasil selamat, yakni M. Habib Ansyari (chief engineer) yang diselamatkan pada hari kejadian, serta Yusuf Tankin (second engineer) yang berhasil bertahan selama sekitar 38 jam di ruang mesin sebelum dievakuasi.

Lihat Juga |  ABK Sea Dragon Dituntut Mati, Aungtoetoe99 Divonis Mati

Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di kawasan galangan tersebut. Sepanjang 2025, kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard Indonesia tercatat menelan sedikitnya 19 korban jiwa.

Peristiwa terbesar terjadi pada 15 Oktober 2025, ketika kebakaran dan ledakan melanda kapal tanker Federal II yang sedang diperbaiki di galangan tersebut. Insiden fatal ini menewaskan 14 pekerja dan melukai puluhan lainnya.

Sebelumnya, 24 Juni 2025, ledakan pertama pada kapal yang sama juga menewaskan 4 pekerja.

Kemudian pada 29 Desember 2025, seorang pekerja subkontraktor dilaporkan meninggal akibat tersengat arus listrik saat bekerja di area galangan.

Dengan tambahan tiga korban dalam insiden tugboat pada Maret 2026, sedikitnya 22 pekerja dan kru kapal dilaporkan meninggal dunia dalam berbagai kecelakaan kerja di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. (A)

Sumber: Batamnow.com

Baca Juga

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Editor 11/Mar/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?