Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter

Oleh: Editor Terbit: 31/Mar/2026
Kondisi Waduk Muka Kuning pada Senin (30/03/2026), di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Batam. (F: BatamNow)

Newsnow.id, Batam – Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan kondisi tiga waduk penyuplai air baku yang mengalami penurunan tinggi muka air (TMA) secara signifikan.

Data yang dikirimkan Iyus kepada Newsnow.id, Waduk Muka Kuning yang mengalami penurunan signifikan. Per 30 Maret 2026, permukaan air waduk di Kecamatan Sei Beduk itu turun 2,5 meter dari top spill (batas tinggi maksimum) 25 meter.

Lalu permukaan air Waduk Nongsa turun 2,01 meter dari top spill 10 meter.

Sementara Waduk Sei Harapan, permukaan airnya turun 0,63 meter dari top spill 9,50 meter.

Iyus mengungkapkan, BP Batam juga tengah menjajaki koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk modifikasi cuaca bila TMA waduk terus menurun.

Lihat Juga |  Polresta Barelang Siapkan Pos Pelayanan di Pelabuhan, Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

“BP Batam saat ini sedang melakukan koordinasi dengan BMKG Batam dan pusat khususnya deputi bidang modifikasi cuaca untuk penjajakan melakukan modifikasi cuaca jika tidak terjadi hujan atau TMA mendekati minimum operasional waduk,” jelas Iyus kepada Newsnow.id, Selasa (31/03/2026).

Catatan Newsnow.id, hujan merata dengan intensitas tinggi di Batam terakhir kali pada 19 Februari, atau sudah hampir satu setengah bulan yang lalu. Hujan saat itu bahkan menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Kemarin, Senin (30/03), Pemko Batam menggelar salat istisqa yang mendoakan agar hujan turun.

Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata baru terjadi pada awal April.

Lihat Juga |  Pengelola SPAM Batam Diduga 'Curangi' Tender Kena Denda Miliaran Rupiah

Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang.

“Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan.

Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau (Kepri) perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur.

Iyus: Rationing Jalan Terakhir
Bila kemarau panjang tetap terjadi dan kapasitas air baku terus menurun di waduk-waduk milik BP Batam, Iyus mengungkapkan tak menutup kemungkinan akan diberlakukan penjatahan (rationing) aliran air minum perpipaan.

Namun, lanjutnya, rationing adalah langkah terakhir bila waduk sudah mencapai minimum level operasional dan teknologi modifikasi cuaca sudah ditempuh.

Lihat Juga |  Ketua DPRD Riau, Pamer Harley-Davidson FXDR 114, Berkendara Tanpa Helm

“Rationing merupakan jalan terakhir ketika ketersediaan air waduk sudah mencapai minimum level operasional waduk, namun sebelum langkah itu dilakukan BP Batam bekerjasama dengan BMKG melakukan modifikasi cuaca,” kata Iyus.

Sebagai informasi, rencana rationing distribusi air di Batam juga pernah mencuat kala kemarau panjang melanda di tahun 2020.

Saat itu, pengelola air minum sebelumnya yakni PT Adhya Tirta Batam menyebut kondisi Waduk Duriangkang yang permukaan airnya menurun 3,2 meter dari top spill. Waduk itu menyusut 2 centimeter per hari.

Rationing yang direncanakan kala itu dengan skenario lima hari menyala dan dua hari mati (5:2). Namun akhirnya, rencana itu urung dilakukan. (D)

Sumber; Batamnow.com

Baca Juga

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Editor 31/Mar/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?