Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Taba Iskandar: Perjuangan UWT Bukan Melawan Pemerintah, Jangan Merasa Kebakaran Jenggot
31/Mar/2026
Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter
31/Mar/2026
Efisiensi Anggaran Pemko Batam Dipangkas ke 30 Persen
31/Mar/2026
Amsakar Achmad Menyusun Efisiensi Anggaran Belanja Pegawai Pemerintah Kota Batam
31/Mar/2026
KPK Buka Peluang Klarifikasi Kejanggalan Harta Cen Sui Lan
31/Mar/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Waduk Muka Kuning Sudah Turun 2,5 Meter

Oleh: Editor Terbit: 31/Mar/2026
Kondisi Waduk Muka Kuning pada Senin (30/03/2026), di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Batam. (F: BatamNow)

Newsnow.id, Batam – Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan kondisi tiga waduk penyuplai air baku yang mengalami penurunan tinggi muka air (TMA) secara signifikan.

Data yang dikirimkan Iyus kepada Newsnow.id, Waduk Muka Kuning yang mengalami penurunan signifikan. Per 30 Maret 2026, permukaan air waduk di Kecamatan Sei Beduk itu turun 2,5 meter dari top spill (batas tinggi maksimum) 25 meter.

Lalu permukaan air Waduk Nongsa turun 2,01 meter dari top spill 10 meter.

Sementara Waduk Sei Harapan, permukaan airnya turun 0,63 meter dari top spill 9,50 meter.

Iyus mengungkapkan, BP Batam juga tengah menjajaki koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk modifikasi cuaca bila TMA waduk terus menurun.

Lihat Juga |  PDI-P Resmi Usung Ganjar Pranowo Capres di Pilpres 2024

“BP Batam saat ini sedang melakukan koordinasi dengan BMKG Batam dan pusat khususnya deputi bidang modifikasi cuaca untuk penjajakan melakukan modifikasi cuaca jika tidak terjadi hujan atau TMA mendekati minimum operasional waduk,” jelas Iyus kepada Newsnow.id, Selasa (31/03/2026).

Catatan Newsnow.id, hujan merata dengan intensitas tinggi di Batam terakhir kali pada 19 Februari, atau sudah hampir satu setengah bulan yang lalu. Hujan saat itu bahkan menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Kemarin, Senin (30/03), Pemko Batam menggelar salat istisqa yang mendoakan agar hujan turun.

Sementara dalam keterangan resmi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, bahwa kondisi cuaca saat ini hinggga satu minggu ke depan masih didominasi cerah berawan, dan diperkirakan hujan secara sporadis/tidak merata baru terjadi pada awal April.

Lihat Juga |  Presiden Jokowi Lantik Kepengurusan Apindo Periode 2023-2028

Hal itu katanya, mengingat kondisi angin musim barat masih menguat dan kondisi El Nino dalam keadaan netral dan menuju El Nino lemah mulai Juni yang akan datang.

“Sehingga hujan yang agak merata di Kepri diperkirakan pertengah April hingga bulan Mei,” jelas Ramlan.

Untuk itu, seluruh BPBD se-Kepulauan Riau (Kepri) perlu mewaspadai masih adanya kekeringan dan potensi terjadinya kebakaran lahan, kekeringan yang lebih parah terjadi di Natuna, Anambas dan Bintan bagian timur.

Iyus: Rationing Jalan Terakhir
Bila kemarau panjang tetap terjadi dan kapasitas air baku terus menurun di waduk-waduk milik BP Batam, Iyus mengungkapkan tak menutup kemungkinan akan diberlakukan penjatahan (rationing) aliran air minum perpipaan.

Namun, lanjutnya, rationing adalah langkah terakhir bila waduk sudah mencapai minimum level operasional dan teknologi modifikasi cuaca sudah ditempuh.

Lihat Juga |  Dukung Pelestarian, KADIN DKI Jakarta Adakan 'Anugerah Lingkungan Hidup 2023'

“Rationing merupakan jalan terakhir ketika ketersediaan air waduk sudah mencapai minimum level operasional waduk, namun sebelum langkah itu dilakukan BP Batam bekerjasama dengan BMKG melakukan modifikasi cuaca,” kata Iyus.

Sebagai informasi, rencana rationing distribusi air di Batam juga pernah mencuat kala kemarau panjang melanda di tahun 2020.

Saat itu, pengelola air minum sebelumnya yakni PT Adhya Tirta Batam menyebut kondisi Waduk Duriangkang yang permukaan airnya menurun 3,2 meter dari top spill. Waduk itu menyusut 2 centimeter per hari.

Rationing yang direncanakan kala itu dengan skenario lima hari menyala dan dua hari mati (5:2). Namun akhirnya, rencana itu urung dilakukan. (D)

Sumber; Batamnow.com

Baca Juga

Taba Iskandar: Perjuangan UWT Bukan Melawan Pemerintah, Jangan Merasa Kebakaran Jenggot

Efisiensi Anggaran Pemko Batam Dipangkas ke 30 Persen

Amsakar Achmad Menyusun Efisiensi Anggaran Belanja Pegawai Pemerintah Kota Batam

KPK Buka Peluang Klarifikasi Kejanggalan Harta Cen Sui Lan

Capai 91,23% Pelaporan, KPK Imbau Wajib Lapor Segera Tuntaskan LHKPN pada Tenggat Akhir

Editor 31/Mar/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisPilihan RedaksiPolitik

Harga Dua Bidang Tanah Cen Sui Lan di Batam Rp96 Miliar dari Rp 950 Juta: Dilapor ke KPK

Editor Oleh: Editor 26/Mar/2026
Berharta Rp293 Miliar, Bupati Natuna Ini Tak Punya Kendaraan, Benarkah?
Terpilih Pucuk Pimpinan HKI Periode 2026–2031 melalui Sistem “Manjomput Nasinurat”
Dua Bidang Tanah Cen Sui Lan di Batam Rp96 Miliar dari Rp 950 Juta: Dilapor ke KPK
Mau berlibur menikmati Danau Toba di Parapat, Warga Provinsi Riau; Kecelakaan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?