Newsnow.id, Batam – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam hampir sehari penuh pada Kamis (19/2). Simpang Jalan Bengkong Baru Longsor, Material Tanah dan Batu dari tebing runtuh ke badan jalan, disertai lumpur yang meluap hingga membahayakan pengendara yang melintas.
Pantauan di lokasi, Jumat (20/2) siang, sisa material longsor masih terlihat di pinggir jalan. Sebagian batu dan tanah telah dikumpulkan, sementara petugas tampak bekerja menyusun ulang material untuk memperkuat tebing yang ambrol.
Peristiwa ini bukan kali ini terjadi. Sekitar enam bulan lalu, titik yang sama juga mengalami longsor. Saat kejadian pertama, sejumlah pejabat daerah sempat turun langsung meninjau lokasi.
“Kemarin longsor lagi bang, ini sudah dua kali kejadian. Tapi sekarang lagi diperbaiki,” salah seorang pedagang di sekitar simpang tersebut.
Menurutnya, hujan lebat yang turun tanpa jeda menjadi pemicu utama tanah kembali bergerak. Aliran air yang deras membuat struktur tanah di tebing tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh.
Meski begitu, ia mengaku perbaikan sudah mulai dilakukan. Sejumlah pekerja terlihat memasang dan menyusun ulang batu serta memperkuat bagian tebing yang longsor.
Informasinya, pekerjaan tersebut ditangani oleh petugas dari dinas terkait yang membidangi infrastruktur jalan. “Dari kemarin sudah ada yang kerja. Katanya dari pemerintah lewat Bina Marga,”
Ia menilai longsor kali ini tidak separah kejadian pertama enam bulan lalu. Namun tetap saja, kondisi tersebut cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas saat jalan dalam keadaan licin dan berlumpur.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMBSDA) Kota Batam, Merta Dinata, yang baru dilantik beberapa pekan lalu, belum memberikan respons terkait teknis pengerjaan perbaikan longsor tersebut.(Int)

