Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: WHO Tak Rekomendasikan Vaksin Booster Kedua untuk Orang Sehat
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri
30/Okt/2026
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

WHO Tak Rekomendasikan Vaksin Booster Kedua untuk Orang Sehat

Oleh: redaksi Terbit: 31/Mar/2023
Ilustrasi vaksin booster Covid-19. [Foto: Medcom.id]

NewsNow.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak lagi merekomendasikan pemberian vaksin booster kedua untuk orang dewasa dengan risiko sedang Covid-19. Hal ini disampaikan WHO pada Selasa, 28 Maret 2023.

Melansir AFP, WHO menyebut, orang dengan risiko sedang yang telah menerima vaksinasi primer (dua dosis) dan satu dosis booster tak akan mendapatkan manfaat besar dari suntikan vaksin dosis selanjutnya atau keempat.

Hal ini disampaikan WHO berdasarkan rekomendasi teranyar yang dirilis oleh Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). SAGE merupakan badan kesehatan PBB yang fokus terhadap imunisasi.

SAGE membagi orang ke dalam tiga kelompok, yakni risiko tinggi, sedang, dan rendah. Pembagian ini dibuat berdasarkan risiko keparahan penyakit dan kematian.

Lihat Juga |  KIARA Kritik Gagasan Menteri Iftitah tentang Transmigrasi Lokal bagi Warga Rempang

SAGE merekomendasikan vaksin booster tambahan hanya diberikan pada orang dengan risiko tinggi terkena Covid-19 yang parah. Mereka di antaranya orang lanjut usia, usia dewasa muda dengan komorbid, orang dengan masalah kekebalan tubuh, ibu hamil, dan petugas kesehatan garda terdepan.

Sementara kelompok sedang termasuk di antaranya orang dewasa sehat serta anak-anak dan remaja dengan penyakit penyerta.

“Untuk kelompok berisiko sedang, dosis booster tambahan tidak lagi direkomendasikan,” ujar Ketua SAGE Hanna Nohynek.

Vaksin, lanjut Nohynek, memang efektif dalam menurunkan risiko keparahan penyakit hingga kematian. Namun untuk kelompok sedang, manfaat yang didapat sebenarnya cukup kecil.

Sementara kelompok risiko rendah mencakup anak-anak dan remaja sehat berusia 6 bulan hingga 17 tahun.

Lihat Juga |  Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Irjen Karyoto Dimutasi Jadi Kapolda Metro Jaya

“Keputusan vaksinasi di setiap negara harus didasarkan pada ‘faktor kontekstual’ seperti prioritas program kesehatan dan efektivitas biaya,” ujar Nohynek. (*)

Baca Juga

Cegah Perpecahan, Warga Demak di Batam Komitmen Jaga Kondusivitas Wilayah Bersama Polda Kepri

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Sumber: CNNIndonesia.com
redaksi 31/Mar/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?