Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Peneliti Temukan Malware BingoMod Pencuri Uang Baru di Android
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Peneliti Temukan Malware BingoMod Pencuri Uang Baru di Android

Oleh: redaksi Terbit: 8/Agu/2024
Ilustrasi malware. [Foto: Sophos Home]

NewsNow.id – Para peneliti di perusahaan keamanan siber Cleafy mengungkapkan adanya ancaman baru bagi pengguna Android berupa malware yang mampu mencuri uang dari rekening bank. Malware ini dinamakan BingoMod dan termasuk dalam kategori trojan akses jarak jauh atau RAT (Remote Access Trojan).

Malware ini pertama kali terdeteksi oleh Cleafy pada Mei 2024, dan baru-baru ini, perusahaan tersebut merilis laporan di situs webnya yang merinci cara kerja dan bahaya yang dibawa oleh BingoMod.

Menurut laporan tersebut, BingoMod digunakan oleh penjahat siber dalam kampanye “smishing,” yaitu teknik rekayasa sosial yang menggabungkan SMS dan phishing. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan pesan SMS palsu yang menipu pengguna agar mengunduh malware tersebut. Dalam kampanye ini, BingoMod sering kali menyamar sebagai aplikasi “antivirus yang sah.”

Lihat Juga |  Ketika Investasi Melejit, Warga Batam Menjerit: Butuh Air, Air, Air

Malware ini beroperasi dengan berbagai nama, seperti Chrome Update, InfoWeb, Sicurezza Web, WebInfo, dan beberapa nama lainnya. Bahkan, seperti yang dilaporkan oleh BleepingComputer, malware ini menggunakan logo AVG Antivirus & Security untuk meyakinkan pengguna bahwa aplikasi tersebut aman.

Setelah diunduh dan dipasang, BingoMod meminta pengguna untuk mengaktifkan “Layanan Aksesibilitas” dengan dalih untuk mengaktifkan fitur keamanan. Namun, aktivasi ini sebenarnya memberi izin kepada malware untuk menginfeksi perangkat dengan lebih mendalam.

BingoMod kemudian beroperasi secara diam-diam di latar belakang, dengan kemampuan mencuri kredensial login, mengambil tangkapan layar, dan menyadap teks pengguna.

Karena malware ini sangat terintegrasi ke dalam sistem ponsel, penjahat siber dapat mengendalikannya dari jarak jauh untuk melakukan penipuan atau ODF (On Device Fraud). Pada tahap ini, malware mulai melakukan transaksi penipuan dari perangkat yang terinfeksi ke lokasi-lokasi tertentu.

Lihat Juga |  KPU Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 204.807.222 Pemilih

Sistem keamanan ponsel sering kali tidak mampu mendeteksi aktivitas ini, karena BingoMod tidak hanya menyamar sebagai pengguna biasa, tetapi juga menonaktifkan sistem keamanan perangkat.

Cleafy menyebutkan bahwa malware ini memiliki kemampuan untuk menghindari deteksi dari aplikasi keamanan. Selain itu, setelah berhasil melewati berbagai lapisan pertahanan, pelaku dapat menghapus seluruh data di ponsel kapan saja.

Lebih lanjut lagi, perangkat Android yang terinfeksi dapat menjadi titik awal untuk penyebaran malware lebih lanjut melalui pesan teks.

Langkah Pencegahan Infeksi

Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, apalagi penjahat di balik BingoMod masih terus aktif mengembangkan malware ini. Cleafy mengungkapkan bahwa para pengembangnya sedang berupaya untuk “menurunkan tingkat deteksi terhadap solusi antivirus (AV).”

Lihat Juga |  AJI: Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media

Peneliti Cleafy juga menemukan indikasi bahwa orang yang berada di balik serangan ini mungkin berdomisili di Rumania, meskipun mereka juga mendapat bantuan dari pengembang lain di seluruh dunia.

Untuk melindungi diri dari ancaman ini, pengguna disarankan untuk tidak mengeklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terpercaya. Pastikan juga untuk mengunduh aplikasi hanya dari platform resmi seperti Google Play Store.

Google sendiri mengonfirmasi kepada BleepingComputer bahwa Play Protect mampu mendeteksi dan memblokir BingoMod. (*)

Baca Juga

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Terdakwa Kera.

Sumber: kumparan
redaksi 8/Agu/2024
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Editor Oleh: Editor 22/Okt/2026
Terdakwa Kera
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
Terdakwa Kera.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?