Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
17/Apr/2026
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
17/Apr/2026
Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan
17/Apr/2026
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
17/Apr/2026
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
16/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita

Oleh: redaksi Terbit: 2/Feb/2023
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence). [Foto: net]

NewsNow.id – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis artikel ternyata tak berjalan mulus. Banyak kesalahan yang dibuatnya sehingga harus dikoreksi secara manual.

Hal tersebut dialami media teknologi asal Amerika Serikat (AS), CNET. Dilansir Futurism, CNET diam-diam mempekerjakan AI untuk menulis artikel penjelasan soal finansial, yang dimulai pada November tahun lalu.

Penerapan AI itu pertama kali dideteksi oleh pakar pemasaran daring, Gael Breton. Artikel-artikel tersebut ditulis atas nama CNET Money Staff dan mencakup beragam topik seperti “Apa itu Zelle dan bagaimana cara kerjanya?”

Pembaca boleh jadi tidak menyadari artikel itu buatan AI. Mereka baru akan diberitahu jika mengklik tulisan CNET Money Staff.

Lihat Juga |  Penjualan LPG 3 Kg ke Depan Tak Lagi Lewat Pengecer, Ini Persiapan Pertamina

“Artikel ini dihasilkan lewat teknologi automatisasi,” dilanjutkan dengan penjelasan, “diedit secara sistematis dan pengecekan fakta oleh editor dan staf editorial kami”.

Sejak program tersebut, AI di CNET telah menghasilkan sekitar 77 artikel. CNET sendiri tidak terang-terangan mengenai eksperimen tersebut karena ingin programnya berjalan serahasia mungkin.

Akan tetapi, melansir CNN, CNET pada akhir Januari mengakui beberapa artikel yang dibuat AI mengandung kesalahan “substansial”. CNET pun menghentikan sementara penggunaan AI untuk menulis berita.

“Kami mengidentifikasi artikel tambahan yang membutuhkan koreksi, dengan beberapa di antaranya membutuhkan koreksi substansial, sedangkan yang lainnya terdapat kesalaha kecil seperti nama perusahaan yang tak lengkap, atau bahasa yang dinilai editor senior sebagai tak jelas,” kata Pemimpin Redaksi Connie Guglielmo dalam artikelnya.

Lihat Juga |  55 Tahun KADIN, Diana Dewi: Pengusaha Harus Bantu UMKM Lebih Maju

Ia mengungkap 77 artikel produksi AI itu hanya 1 persen dari total konten yang dipublikasikan di CNET.

Menurut Guglielmo, pengaplikasian AI itu merupakan proyek “pengujian” di tim CNET Money “untuk membantu editor menciptakan serangkaian penjelasan dasar soal topik layanan finansial”.

Lebih lanjut, Guglielmo mengungkapkan, AI yang dipakai CNET bukanlah ChatGPT melainkan “AI yang didesain oleh tim internal”. Guglielmo pun menjelaskan prosedur koreksi yang dibuat para editor terhadap artikel AI tersebut.

“Editor pertama-tama menghasilkan garis besar artikelnya, kemudian meluaskannya, menambahkan dan mengedit draf dari AI sebelum mempublikasikannya.

“Setelah salah satu cerita yang dibantu AI dikutip, untuk kesalahan faktual, tim editorial CNET Money melakukan audit penuh,” tulisnya.

Lihat Juga |  Jokowi Segera Umumkan THR PNS Jelang Puasa-Lebaran 2023

Terlepas dari sejumlah masalah, Guglielmo mengungkapkan CNET tidak akan berhenti menggunakan AI. “Kami hanya rehat dan akan memulai lagi penggunaan AI ketika kami percaya alat tersebut dan proses editorial kami akan mencegah kesalahan manusia dan AI,” kata dia. (*)

Baca Juga

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M

Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan

Sumber: CNNIndonesia.com
redaksi 2/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisInternasionalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Kasus BizChannel Meluas, Tiga Perusahaan di Batam Alami Transaksi Mencurigakan, Kerugian Mencapai Rp 750 Juta.

Editor Oleh: Editor 12/Apr/2026
Diduga Transaksi Ilegal Melalui BizChannel, PT XSS Rugi Rp 1,86 Miliar
Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun
Re-ekspor Kontainer Terindikasi Limbah B3 Dihentikan, Nexus3 Foundation: Ilegal dan Tak Bisa Dipilah
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?