Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita

Oleh: redaksi Terbit: 2/Feb/2023
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence). [Foto: net]

NewsNow.id – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis artikel ternyata tak berjalan mulus. Banyak kesalahan yang dibuatnya sehingga harus dikoreksi secara manual.

Hal tersebut dialami media teknologi asal Amerika Serikat (AS), CNET. Dilansir Futurism, CNET diam-diam mempekerjakan AI untuk menulis artikel penjelasan soal finansial, yang dimulai pada November tahun lalu.

Penerapan AI itu pertama kali dideteksi oleh pakar pemasaran daring, Gael Breton. Artikel-artikel tersebut ditulis atas nama CNET Money Staff dan mencakup beragam topik seperti “Apa itu Zelle dan bagaimana cara kerjanya?”

Pembaca boleh jadi tidak menyadari artikel itu buatan AI. Mereka baru akan diberitahu jika mengklik tulisan CNET Money Staff.

Lihat Juga |  Praktik Sunat BBM di SPBU Kota Batam, Kemendag: Tindak Tegas Pasti Merugikan Konsumen

“Artikel ini dihasilkan lewat teknologi automatisasi,” dilanjutkan dengan penjelasan, “diedit secara sistematis dan pengecekan fakta oleh editor dan staf editorial kami”.

Sejak program tersebut, AI di CNET telah menghasilkan sekitar 77 artikel. CNET sendiri tidak terang-terangan mengenai eksperimen tersebut karena ingin programnya berjalan serahasia mungkin.

Akan tetapi, melansir CNN, CNET pada akhir Januari mengakui beberapa artikel yang dibuat AI mengandung kesalahan “substansial”. CNET pun menghentikan sementara penggunaan AI untuk menulis berita.

“Kami mengidentifikasi artikel tambahan yang membutuhkan koreksi, dengan beberapa di antaranya membutuhkan koreksi substansial, sedangkan yang lainnya terdapat kesalaha kecil seperti nama perusahaan yang tak lengkap, atau bahasa yang dinilai editor senior sebagai tak jelas,” kata Pemimpin Redaksi Connie Guglielmo dalam artikelnya.

Lihat Juga |  Pakar Hukum Internasional: Jangan Lihat Israel dari Kacamata Kuda

Ia mengungkap 77 artikel produksi AI itu hanya 1 persen dari total konten yang dipublikasikan di CNET.

Menurut Guglielmo, pengaplikasian AI itu merupakan proyek “pengujian” di tim CNET Money “untuk membantu editor menciptakan serangkaian penjelasan dasar soal topik layanan finansial”.

Lebih lanjut, Guglielmo mengungkapkan, AI yang dipakai CNET bukanlah ChatGPT melainkan “AI yang didesain oleh tim internal”. Guglielmo pun menjelaskan prosedur koreksi yang dibuat para editor terhadap artikel AI tersebut.

“Editor pertama-tama menghasilkan garis besar artikelnya, kemudian meluaskannya, menambahkan dan mengedit draf dari AI sebelum mempublikasikannya.

“Setelah salah satu cerita yang dibantu AI dikutip, untuk kesalahan faktual, tim editorial CNET Money melakukan audit penuh,” tulisnya.

Lihat Juga |  Otto Hasibuan: APH Jangan Sembarangan Geledah Kantor Advokat

Terlepas dari sejumlah masalah, Guglielmo mengungkapkan CNET tidak akan berhenti menggunakan AI. “Kami hanya rehat dan akan memulai lagi penggunaan AI ketika kami percaya alat tersebut dan proses editorial kami akan mencegah kesalahan manusia dan AI,” kata dia. (*)

Baca Juga

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Sumber: CNNIndonesia.com
redaksi 2/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?