Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Badai Isu Etik dan Dugaan Korupsi Guncang Pemko Batam Jelang Reshuffle Kabinet
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Badai Isu Etik dan Dugaan Korupsi Guncang Pemko Batam Jelang Reshuffle Kabinet

Oleh: Editor Terbit: 23/Jan/2026
Foto Kantor Pemko Batam; sumber. Internet

Newsnow.id, Batam – Gonjang-ganjing di lingkaran kabinet Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra kian menyita perhatian publik, akhir-akhir ini.

Dinamika internal Pemerintah Kota (Pemko) Batam tak lagi sebatas isu reshuffle jabatan struktural, tetapi merembet ke persoalan etik, dugaan pelanggaran moral, hingga bisik-bisik praktik koruptif yang selama ini nyaris tak terdengar.

Isu perombakan kabinet sejatinya telah mengemuka sejak Oktober 2025, menyusul pergantian Sekretaris Daerah Kota Batam dari Jefridin Hamid ke Firmansyah yang sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Situasi ini memicu spekulasi gonjang ganjing konsolidasi birokrasi Pemko Batam.

Di mana menjelang rencana reshuffle tersebut, beredar pula kabar bahwa sejumlah pejabat teras Pemko Batam mengajukan pengunduran diri.

Meski belum terkonfirmasi, isu ini telanjur bergulir luas di ruang publik dan media.

Di tengah riuh isu tersebut, Pemko Batam tetiba saja diguncang oleh kasus dugaan perbuatan tak senonoh yang menyeret Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag), Gustian Riau.

Lihat Juga |  Ujian Praktik SIM Angka 8 Resmi Diubah!

Kasus yang mencuat di akhir Desember 2025 itu menyebar cepat dan menjadi viral, memantik kritik tajam terhadap integritas pejabat publik.

Wali Kota Amsakar pun menonaktifkan Gustian Riau, sembari menunggu pendalaman internal oleh Inspektorat terkait kasus itu.

Sementara Polda Kepri menyatakan laporan terkait kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan, tanpa perkembangan yang diumumkan ke publik.

Belum mereda isu dugaan pelanggaran moral, publik kembali dikejutkan oleh kabar pengunduran diri Hendriana Gustini dari jabatan Inspektur Daerah Kota Batam.

Hendriana Gustini diduga melakukan penyalahgunaan wewenang karena melakukan pengumpulan sejumlah dana dengan istilah dana “Bansos” senilai Rp 36 juta per bulan di lingkungan Inspektorat Daerah Kota Batam yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Lihat Juga |  Ricky Rizal Putuskan Kasasi, Berharap Peroleh Keringanan Hukuman

Sehingga nota dinas dari Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Batam menyarankan wali kota Batam diminta menonaktifkan sementara Hendriana Gustini dari jabatannya.

Amsakar membenarkan adanya pengajuan tersebut, namun menegaskan pengunduran diri itu belum sah karena tidak memperoleh persetujuan keluarga.

Sebelumnya, rumor serupa juga sempat menyeret Kepala DLH Herman Rozie, meski secara tegas dibantah oleh Amsakar.

Namun di luar bantahan tersebut Herman Rozie menurut Polresta Barelang melalui unit Tipidkor Satreskrim, pernah membenarkan tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi pengelolaan retribusi sampah di DLH Kota Batam.

Fakta ini menambah daftar panjang persoalan yang membayangi birokrasi Pemko Batam.

Terlepas dari simpang-siur isu pengunduran diri, Amsakar memastikan reshuffle kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Ibu Kota Lebih Kejam dari Ibu Tiri”

Pertanyaan yang mengemuka kemudian: apa yang sebenarnya terjadi di balik rentetan isu ini?

Lihat Juga |  Sidang Vonis Bharada E Kasus Pembunuhan Yosua Digelar 15 Februari

Di internal menyebutkan, sebagian pejabat yang diisukan mundur diduga menghadapi tekanan struktural.

Di tengah atmosfer itulah, kembali mengemuka anekdot sinis di kalangan aparatur sipil negara Batam: “Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri”.

Frasa ini dibaca publik sebagai kritik atas kerasnya pertarungan kekuasaan.

Namun juga kondisi terbaru dibirokrasi Pemko Batam dimaknai sebagai tanda berakhirnya zona nyaman bagi pejabat Pemko Batam yang terlalu lama bercokol di lingkaran kekuasaan.

Dalam pandangan publik yang kian kritis, dugaan pelanggaran etik, perilaku tak senonoh, hingga praktik korupsi bukan lagi isu sepele.

Justru di sanalah, kerasnya “ibu kota” menemukan relevansinya—sebagai mekanisme koreksi agar jabatan publik kembali dipahami sebagai amanah, bukan hak istimewa. (A)

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Editor 23/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?