Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kinerja Dishub Batam Dinilai Sempoyongan, Target Parkir Dipangkas ke Rp 24 Miliar
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kinerja Dishub Batam Dinilai Sempoyongan, Target Parkir Dipangkas ke Rp 24 Miliar

Oleh: Editor Terbit: 5/Mei/2026

Newsnow.id, Batam – Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dalam mengelola pendapatan retribusi pelayanan parkir kian disorot dan dinilai seperti sempoyongan.

Target 2026 yang semula Rp 37,5 miliar dipangkas drastis menjadi Rp 24 miliar, di tengah realisasi yang justru menurun.

Kepala Dishub Batam, Leo Putra, sebagaimana ke media berdalih pemangkasan dilakukan karena target dinilai terlalu berat.

Namun, langkah ini memicu pertanyaan publik: apakah perencanaan sejak awal sudah keliru, atau ada persoalan lain di lapangan?

Data menunjukkan, capaian empat bulan pertama 2026 hanya sekitar Rp 4,1 miliar—jauh dari target bulanan Rp 3,1 miliar. Bahkan, angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 5 miliar.

Lihat Juga |  Insiden Maut Berulang di Shipyard PT ASL, ALMI: Reputasi Maritim Batam Terancam

Ironisnya, penurunan ini terjadi saat jumlah kendaraan di Batam terus meningkat dan diperkirakan telah menembus 1,1 juta unit.

Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, menyebut kondisi ini sebagai tanda kinerja yang tidak stabil. “Dishub Batam seperti sempoyongan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra.

Target Dipertanyakan, Kajian Disorot

Penetapan target Rp 37,5 miliar sebelumnya disebut berdasarkan kajian. Nilai survei potensi parkir Batam memakan biaya hingga ratusan juta setahun, misalnya sekitar Rp 750 juta untuk tahun 2024 dan Rp 600 juta lagi pada 2025.

Kini, target justru dipangkas tajam.

Publik mempertanyakan: apakah kajian tersebut meleset, atau implementasinya yang bermasalah?

Di sisi lain, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, Raja Azmansyah, menyatakan belum ada perubahan resmi target.

Lihat Juga |  Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan

Hal ini menambah kebingungan soal dasar kebijakan yang diambil Dishub.

Dugaan Kebocoran di Lapangan

Sejumlah persoalan operasional turut mencuat. Sistem penagihan parkir yang masih manual dinilai rawan kebocoran.

Juru parkir mengaku penyetoran tidak disertai bukti resmi, sementara distribusi karcis terbatas dan sering tidak diberikan ke pengguna.

Selain itu, kendaraan milik dealer mobil impor utuh (CBU) dan agen mobil bekas yang parkir setiap hari diduga tidak membayar retribusi.

Karcis retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum di Batam dengan tarif baru per Senin (15/01/2024).

Berbagai pola pengelolaan parkir, termasuk sistem borongan dan parkir mandiri, juga dinilai perlu diaudit ulang.

Di tengah sengkarut ini, muncul dugaan kebocoran penerimaan yang berdampak langsung pada anjloknya PAD parkir.

Pemerintah Kota Batam diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka persoalan ini secara transparan ke publik.

Lihat Juga |  PAD Pajak Parkir Khusus Batam Tak Mencapai Target, Kini Muncul Parkir Gratis Milik K Square Mall

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dishub Batam dan Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi, belum memberikan tanggapan. (A/Red)

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Editor 5/Mei/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?