Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Oleh: Editor Terbit: 17/Apr/2026
Jonathan Tahrir (kelima dari kiri) dalam acara peletakan batu pertama rumah sakit Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang

Newsnow.id, Batam – Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional oleh Mayapada Healthcare di kawasan KEK Sekupang, Batam, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Pantauan Newsnow.id di Sekupang, tepatnya di sudut jalan menuju Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam), lahan seluas 2,9 hektare yang direncanakan menjadi lokasi proyek masih dalam kondisi kosong.

Area tersebut dipagari seng setinggi sekitar dua meter dengan pintu yang selalu tertutup. Saat dikonfirmasi di lokasi, tidak tampak aktivitas maupun petugas yang berjaga.

Di dalam area hanya terlihat sebuah bangunan sementara berupa direksi keet, tanpa tanda-tanda kegiatan konstruksi.

Kondisi ini kontras dengan ambisi besar proyek Mayapada Apollo Batam International Hospital yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon wisata kesehatan di Batam.

Lihat Juga |  Pegawai Kemendikti Unjuk Rasa Memprotes Menteri Bertindak Sewenang-wenang

Rumah sakit ini direncanakan berdiri di atas lahan 2,9 hektare, dengan tahap awal pembangunan seluas 1,68 hektare dan target penyelesaian pada 2027.

Proyek yang ditaksir menelan investasi sekitar Rp 2 triliun ini merupakan kolaborasi antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals, dengan fokus layanan pada kardiologi, onkologi, dan ortopedi.

Selain itu, rumah sakit ini dirancang mengusung konsep green hospital, terdiri dari 11 lantai, satu semi-basement, serta kapasitas hingga 250 tempat tidur.

Fasilitas ini ditargetkan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di kawasan KEK, mengikuti pengembangan rumah sakit serupa di KEK Sanur, Bali.

Namun demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan pembangunan belum berjalan akibat sejumlah kendala. Salah satu sumber menyebut adanya keterbatasan pendanaan di internal Mayapada Group.

Lihat Juga |  Airlangga: KEK Berhasil Serap Tenaga Kerja 55.678 Orang Sepanjang 2022

Sementara sumber lain mengungkap persoalan legalitas lahan yang belum sepenuhnya tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mayapada Hospital yang dikonfirmasi melalui email [email protected] belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi itu dikirimkan melalui email dikarenakan kantor Mayapada Hospital belum ada di Batam.

Hal serupa juga terjadi pada Direktur Pengolahan Lahan BP Batam, Harlas Buana, yang belum merespons konfirmasi terkait status lahan.

Sebelumnya, Mayapada juga sempat merencanakan pengambilalihan operasional RSBP Batam yang lokasinya tidak jauh dari area proyek.

Proyek ini sejak awal dipromosikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian layanan kesehatan sekaligus menekan arus pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Kehadiran rumah sakit internasional di KEK pariwisata dan kesehatan Batam bahkan disebut mampu menahan potensi kebocoran devisa hingga ratusan triliun rupiah.

Lihat Juga |  Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114

Seremoni peletakan batu pertama pada akhir Agustus 2025 dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan perwakilan Dewan Nasional KEK.

Saat itu, proyek ini disebut sebagai langkah strategis menjadikan Batam sebagai pusat investasi sekaligus destinasi wisata kesehatan.

Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum berbanding lurus dengan besarnya rencana yang telah diumumkan. (A/Red)

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Editor 17/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?